WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Lontarkan 11 Tuntutan di Aksi Gejayan Memanggil, Massa Desak Pengadilan untuk Jokowi » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
13 Februari 2024
Reading Time: 3 mins read
0
Lontarkan 11 Tuntutan di Aksi Gejayan Memanggil, Massa Desak Pengadilan untuk Jokowi » Warga Berita

1302 gejayan
Aksi massa Gejayan Memanggil memancung sosok bertopeng Jokowi, Senin (12/2/2024) | tempo.co

YOGYAKARTA, WargaBerita – Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai telah memberangus demokrasi dan melanggengkan politik dinasti, telah memicu aksi unjuk rasa berkelanjutan.

Salah satunya adalah aksi Gejayan Memanggil yang  melibatkan sejumlah elemen masyarakat di pertigaan Gejayan, Depok, Sleman, Yogyakarta, Senin (12/2/2024) kemarin.

Salah satu elemen massa aksi yang berasal dari Jaringan Penggugat Demokrasi (Jagad) misalnya, menyerukan 11 tuntutan. Berikut isi lengkap tuntutannya:

  1. Revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) dan partai pemilu oleh badan independen
  2. Mengadili Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan kroni-kroninya
  3. Menuntut permintaan maaf intelektual dan budayawan yang mendukung politik dinasti
  4. Stop politisisasi bantuan sosial (bansos)
  5. Cabut UU Cipta Kerja dan Minerba
  6. Hentikan operasi militer, tuntaskan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan memberikan hak menentukan nasib sendiri
  7. Hentikan perampasan tanah
  8. Hentikan kriminalisasi aktivis lingkungan
  9. Jalankan pengadilan HAM
  10. Wujudkan pendidikan gratis
  11. Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)

Aksi teatrikal guillotine

Peserta aksi Gejayan Memanggil juga ada yang melakukan teatrikal dengan menghukum pancung sosok bertopeng Jokowi ke dalam lubang replika guillotine atau alat pancung di atas mobil komando.

Aksi itu dilakukan mereka sebagai simbol penghukuman bagi Jokowi dan para kroninya yang gagal menjalankan fungsi sebagai penyelenggara negara, terutama dalam menegakkan demokrasi dan menyejahterakan rakyat.

“Teaterikal ini sebagai simbolisasi hukuman bagi rezim Jokowi yang melanggengkan nepotisme,” kata Juru Bicara Jagad, Sana Ulaili.

Sana juga menyebut rezim Jokowi telah mengebiri sistem demokrasi. Untuk itu, dia meminta agar rakyat mengadilii rezim Jokowi.

“Kami lahir dari kelancungan rezim Jokowi yang hari ini mengebiri sistem demokrasi. Nama yang kami pilih merangkum keresahan mendalam yang dirasakan rakyat di bawah rezim Jokowi. Kami menyerukan agar setiap lapisan rakyat bersama-sama menghancurkan dan mengadili rezim Jokowi,” papar Sana.

Ia mengungkapkan aksi ini menjadi representasi tekad untuk bukan hanya menjadi saksi ketidakpuasan atas mengebirian sistem demokrasi hari ini, tetapi juga menjadi pemberontakan atas rezim Jokowi dan kroni-kroninya.

“Di balik setiap kata, terdapat panggilan untuk bersatu dan bersama-sama melawan segala bentuk penindasan, pembatasan kebebasan, dan penyalahgunaan kekuasaan,” kata dia.

Aksi itu, lanjutnya, hadir sebagai suara kolektif perlawanan serta mengajak setiap lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang demokratis dan adil. Menurut Sana, hal itu hanya bisa tercapai dengan menghancurkan dan mengadili rezim Jokowi.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

1302 gejayan
Aksi massa Gejayan Memanggil memancung sosok bertopeng Jokowi, Senin (12/2/2024) | tempo.co

YOGYAKARTA, WargaBerita – Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai telah memberangus demokrasi dan melanggengkan politik dinasti, telah memicu aksi unjuk rasa berkelanjutan.

Salah satunya adalah aksi Gejayan Memanggil yang  melibatkan sejumlah elemen masyarakat di pertigaan Gejayan, Depok, Sleman, Yogyakarta, Senin (12/2/2024) kemarin.

Salah satu elemen massa aksi yang berasal dari Jaringan Penggugat Demokrasi (Jagad) misalnya, menyerukan 11 tuntutan. Berikut isi lengkap tuntutannya:

  1. Revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu) dan partai pemilu oleh badan independen
  2. Mengadili Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan kroni-kroninya
  3. Menuntut permintaan maaf intelektual dan budayawan yang mendukung politik dinasti
  4. Stop politisisasi bantuan sosial (bansos)
  5. Cabut UU Cipta Kerja dan Minerba
  6. Hentikan operasi militer, tuntaskan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan memberikan hak menentukan nasib sendiri
  7. Hentikan perampasan tanah
  8. Hentikan kriminalisasi aktivis lingkungan
  9. Jalankan pengadilan HAM
  10. Wujudkan pendidikan gratis
  11. Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)

Aksi teatrikal guillotine

Peserta aksi Gejayan Memanggil juga ada yang melakukan teatrikal dengan menghukum pancung sosok bertopeng Jokowi ke dalam lubang replika guillotine atau alat pancung di atas mobil komando.

Aksi itu dilakukan mereka sebagai simbol penghukuman bagi Jokowi dan para kroninya yang gagal menjalankan fungsi sebagai penyelenggara negara, terutama dalam menegakkan demokrasi dan menyejahterakan rakyat.

“Teaterikal ini sebagai simbolisasi hukuman bagi rezim Jokowi yang melanggengkan nepotisme,” kata Juru Bicara Jagad, Sana Ulaili.

Sana juga menyebut rezim Jokowi telah mengebiri sistem demokrasi. Untuk itu, dia meminta agar rakyat mengadilii rezim Jokowi.

“Kami lahir dari kelancungan rezim Jokowi yang hari ini mengebiri sistem demokrasi. Nama yang kami pilih merangkum keresahan mendalam yang dirasakan rakyat di bawah rezim Jokowi. Kami menyerukan agar setiap lapisan rakyat bersama-sama menghancurkan dan mengadili rezim Jokowi,” papar Sana.

Ia mengungkapkan aksi ini menjadi representasi tekad untuk bukan hanya menjadi saksi ketidakpuasan atas mengebirian sistem demokrasi hari ini, tetapi juga menjadi pemberontakan atas rezim Jokowi dan kroni-kroninya.

“Di balik setiap kata, terdapat panggilan untuk bersatu dan bersama-sama melawan segala bentuk penindasan, pembatasan kebebasan, dan penyalahgunaan kekuasaan,” kata dia.

Aksi itu, lanjutnya, hadir sebagai suara kolektif perlawanan serta mengajak setiap lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang demokratis dan adil. Menurut Sana, hal itu hanya bisa tercapai dengan menghancurkan dan mengadili rezim Jokowi.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Mantan Wakil Presiden Ri Jusuf Kalla.jpg

PEMILU 2024 -- JK Akan Gunakan Hak Pilih di TPS 03 Kebayoran Baru

TPS di Komplek Anggota DPR RI dan Kalibata City Rawan Keributan

TPS di Komplek Anggota DPR RI dan Kalibata City Rawan Keributan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Masih Banyak PR, IMC Ingatkan Pemkot Jangan Terlena Euforia di Momen HUT Cilegon – Warga Berita

Masih Banyak PR, IMC Ingatkan Pemkot Jangan Terlena Euforia di Momen HUT Cilegon – Warga Berita

27 April 2024
Hasyim Minta Seluruh Jajaran KPU Selenggarakan Pemilu dengan Transparan dan Profesional

KPU Ingatkan Masyarakat Jika Pemungutan Suara Pilpres Tinggal 10 Hari Lagi

4 Februari 2024
Pemkot Pekalongan cek tingkat disiplin ASN hari pertama kerja 2024

Pemkot Pekalongan cek tingkat disiplin ASN hari pertama kerja 2024

2 Januari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In