PANDEGLANG,Warga Berita-Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pandeglang membutuhkan alat pelampung tabung penyelamat yang fleksibel sebagai perlengkapan penyelamatan korban kecelakaan air.
Idealnya, setiap Anggota Balawista memiliki alat perlengkapan berupa pelampung tabung di setiap obyek wisata air di Kabupaten Pandeglang.
Ketua Balawista Kabupaten Pandeglang Asra Wijaya mengucapkan, syukur pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2024 zero insiden untuk laka air.
“Kendati demikian, kita dari Balawista membutuhkan tambahan alat penyelamat. Berupa Flexible Floating Rescue Tube Buoy dan papan selancar,” katanya kepada Warga Berita, Senin, 1 Januari 2024.
Selain itu, Asra menjelaskan, alat yang paling urgent ialah alat safety. Seperti alat perlindungan diri.
“Untuk body safety kita membutuhkan sebanyak 40 buah. Lalu perahu karet yang saat ini masih minim dan juga paling penting itu kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan),” katanya.
Asra mengatakan, Balawista juga membutuhkan alat pengeras suara untuk mengingatkan wisatawan atau pengunjung. Kemudian alat HT untuk mempermudah komunikasi.
“Kalau saat ini kita lebih banyak mengandalkan komunikasi lewat handphone yakni di group Whatsapp,” katanya.
Ketika ditanya berapa jumlah anggota Balawista yang dikerahkan selama Nataru, Asra menerangkan, ada sebanyak 200 orang. Sedangkan kalau khusus Kabupaten Pandeglang itu sebanyak 40 orang.
“Yang standby bersiaga dan berjaga di sejumlah destinasi wisata. Termasuk di kawasan Pantai Carita,” katanya.
Lebih lanjut Asra mengungkapkan, kunjungan wisatawan selama Nataru cukup padat. Ada peningkatan jika dibandingkan dengan libur Nataru tahun lalu.
“Arus lalu lintas juga ada sedikit kepadatan di jalur wisata. Tapi bisa terurai terutama di tempat-tempat destinasi wisata sekitaran Carita,” katanya.
Pada libur Nataru tahun ini, kondisi cuaca dan alam juga sangat mendukung. Kejadian laka air nihil.
“Kecuali anak terpisah dari orangtuanya. Kita menerima lima laporan adanya anak terpisah dari orangtua,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi
PANDEGLANG,Warga Berita-Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pandeglang membutuhkan alat pelampung tabung penyelamat yang fleksibel sebagai perlengkapan penyelamatan korban kecelakaan air.
Idealnya, setiap Anggota Balawista memiliki alat perlengkapan berupa pelampung tabung di setiap obyek wisata air di Kabupaten Pandeglang.
Ketua Balawista Kabupaten Pandeglang Asra Wijaya mengucapkan, syukur pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2024 zero insiden untuk laka air.
“Kendati demikian, kita dari Balawista membutuhkan tambahan alat penyelamat. Berupa Flexible Floating Rescue Tube Buoy dan papan selancar,” katanya kepada Warga Berita, Senin, 1 Januari 2024.
Selain itu, Asra menjelaskan, alat yang paling urgent ialah alat safety. Seperti alat perlindungan diri.
“Untuk body safety kita membutuhkan sebanyak 40 buah. Lalu perahu karet yang saat ini masih minim dan juga paling penting itu kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan),” katanya.
Asra mengatakan, Balawista juga membutuhkan alat pengeras suara untuk mengingatkan wisatawan atau pengunjung. Kemudian alat HT untuk mempermudah komunikasi.
“Kalau saat ini kita lebih banyak mengandalkan komunikasi lewat handphone yakni di group Whatsapp,” katanya.
Ketika ditanya berapa jumlah anggota Balawista yang dikerahkan selama Nataru, Asra menerangkan, ada sebanyak 200 orang. Sedangkan kalau khusus Kabupaten Pandeglang itu sebanyak 40 orang.
“Yang standby bersiaga dan berjaga di sejumlah destinasi wisata. Termasuk di kawasan Pantai Carita,” katanya.
Lebih lanjut Asra mengungkapkan, kunjungan wisatawan selama Nataru cukup padat. Ada peningkatan jika dibandingkan dengan libur Nataru tahun lalu.
“Arus lalu lintas juga ada sedikit kepadatan di jalur wisata. Tapi bisa terurai terutama di tempat-tempat destinasi wisata sekitaran Carita,” katanya.
Pada libur Nataru tahun ini, kondisi cuaca dan alam juga sangat mendukung. Kejadian laka air nihil.
“Kecuali anak terpisah dari orangtuanya. Kita menerima lima laporan adanya anak terpisah dari orangtua,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi












