WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Komisi E Tertarik Kekayaan Potensi Budaya Lokal Sragen – DPRD JATENG

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
22 Desember 2023
Reading Time: 3 mins read
0

DISKUSI BUDAYA : Komisi E mendiskusikan budaya lokal yang dimiliki Sragen. Diharapkan Sragen mampu menyumbang data kekayaan budaya lokal supaya bisa masuk pada Raperda Pemajuan Kebudayaan.(foto: rafdan raharjo)

SRAGEN – Seiring dengan penetapan UU No 15/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan maka masing-masing daerah perlu menginventarisasi jenis sampai pada pelaku kebudayaan. Selain itu, hal terpenting dalam pemajuan kebudayaan supaya generasi penerus tidak putus akan akar budaya yang dimiliki terutama pada sisi lokal kedaerahan.

sr2

Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz menyatakan, dalam raperda ini memiliki tiga poin kerangka besar. Pertama yakni tujuan bersifat pada perlindungan, pelestarian, dan pengembangan. Kedua mengenai objek kebudayaan. Ketiga hasil akhir.

“Jateng dikenal sebagai provinsi memiliki keunggulan kebudayaan, salah satunya adalah Sragen. Bagaimana objek kebudayaan yang dimiliki itu bisa diinventarisasikan. Jamu saja sudah diakui oleh UNESCO. Maka kebudayaan daerah bisa kita gali lagi mana yang bisa memiliki akar untuk kemudian ditetapkan selanjutnya di-SK-kan. Bahkan ada istilah toponimi. Artinya mengkaji mengenai asal usul daerah. Ada pula istilah ekosistem pengembangan kebudayaan. Sragen masuk ekosistem kebudayaan Solo raya, kira-kira contohnya seperti itu,” kata dia saat memimpin rombongan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Jumat (22/12/2023).

sr1 1

Bagaimana di Sragen, lanjut Aziz, Komiisi E ingin menggali pengembangan kebudayaan supaya bisa masuk dalam kajian rancangan perda yang tengah disusun.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sragen Sukisno menjelaskan, tiap tahun ditargetkan ada satu kebudayaan yang bisa digali untuk kemudian disahkan. Contoh asal usul pedukuhan serta pedusunan Tak hanya didokumentasikan namun bisa divisualkan. Contoh dalam seni tari ada Bedoyo Bangun Kasmaran, motif batik balung kasmaran.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dikbud Jateng Eris Yunianto yang hadir langsung pada kesempatan itu berujar, dari sekian kabupaten/kota untuk Sragen pada pemajuan kebudayaan lebih maju.

“Raperda ini memang harus disokong dan didukung. KEsadaraan anak-anak khususnya pada khas ranah budaya semakin lemah. Mereka sudah tidak tahu, lupa dan akhirnya hilang akar budaya yag dimilikinya,” ucapnya.

Secara Panjang lebar, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Kebudayaan Dikbud Sragen Joni Adhiaryawan menjelaskan, Sragen memiliki kekayaan local yang belum terinventarisasikan dalam data. Sebagai daerah yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Mataram Islam, Sragen tidak lepas dari sosok Joko Tingkir dan Ki Ageng Butuh. Saat ini Dikbud Sragen berupaya mengesahkan makanan camilan ketan punar supaya menjadi makanan khas Sragen.

“Ketan punar itu camilan kesukaan Ki Ageng Butuh. Itu kami dapatkan dari hasil penggalian pada sejumlah tokoh masyarakat, maupun dokumentasi dari Serat Ambya dan Serat Primbon. Terus bagaimana asal usul dari 198 desa bisa dibukukan. Sekarang sudah 124 desa asudah diketahui asal usulnya, baik yang bersifat cerita lisan, cerita rakyat. Harus ada lima pembanding supaya menjadi kuat cerita itu,” ungkap dia.(rafdan/priyanto)

RELATED POSTS

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

DISKUSI BUDAYA : Komisi E mendiskusikan budaya lokal yang dimiliki Sragen. Diharapkan Sragen mampu menyumbang data kekayaan budaya lokal supaya bisa masuk pada Raperda Pemajuan Kebudayaan.(foto: rafdan raharjo)

SRAGEN – Seiring dengan penetapan UU No 15/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan maka masing-masing daerah perlu menginventarisasi jenis sampai pada pelaku kebudayaan. Selain itu, hal terpenting dalam pemajuan kebudayaan supaya generasi penerus tidak putus akan akar budaya yang dimiliki terutama pada sisi lokal kedaerahan.

sr2

Wakil Ketua Komisi E Abdul Aziz menyatakan, dalam raperda ini memiliki tiga poin kerangka besar. Pertama yakni tujuan bersifat pada perlindungan, pelestarian, dan pengembangan. Kedua mengenai objek kebudayaan. Ketiga hasil akhir.

“Jateng dikenal sebagai provinsi memiliki keunggulan kebudayaan, salah satunya adalah Sragen. Bagaimana objek kebudayaan yang dimiliki itu bisa diinventarisasikan. Jamu saja sudah diakui oleh UNESCO. Maka kebudayaan daerah bisa kita gali lagi mana yang bisa memiliki akar untuk kemudian ditetapkan selanjutnya di-SK-kan. Bahkan ada istilah toponimi. Artinya mengkaji mengenai asal usul daerah. Ada pula istilah ekosistem pengembangan kebudayaan. Sragen masuk ekosistem kebudayaan Solo raya, kira-kira contohnya seperti itu,” kata dia saat memimpin rombongan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Jumat (22/12/2023).

sr1 1

Bagaimana di Sragen, lanjut Aziz, Komiisi E ingin menggali pengembangan kebudayaan supaya bisa masuk dalam kajian rancangan perda yang tengah disusun.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sragen Sukisno menjelaskan, tiap tahun ditargetkan ada satu kebudayaan yang bisa digali untuk kemudian disahkan. Contoh asal usul pedukuhan serta pedusunan Tak hanya didokumentasikan namun bisa divisualkan. Contoh dalam seni tari ada Bedoyo Bangun Kasmaran, motif batik balung kasmaran.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dikbud Jateng Eris Yunianto yang hadir langsung pada kesempatan itu berujar, dari sekian kabupaten/kota untuk Sragen pada pemajuan kebudayaan lebih maju.

“Raperda ini memang harus disokong dan didukung. KEsadaraan anak-anak khususnya pada khas ranah budaya semakin lemah. Mereka sudah tidak tahu, lupa dan akhirnya hilang akar budaya yag dimilikinya,” ucapnya.

Secara Panjang lebar, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Kebudayaan Dikbud Sragen Joni Adhiaryawan menjelaskan, Sragen memiliki kekayaan local yang belum terinventarisasikan dalam data. Sebagai daerah yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Mataram Islam, Sragen tidak lepas dari sosok Joko Tingkir dan Ki Ageng Butuh. Saat ini Dikbud Sragen berupaya mengesahkan makanan camilan ketan punar supaya menjadi makanan khas Sragen.

“Ketan punar itu camilan kesukaan Ki Ageng Butuh. Itu kami dapatkan dari hasil penggalian pada sejumlah tokoh masyarakat, maupun dokumentasi dari Serat Ambya dan Serat Primbon. Terus bagaimana asal usul dari 198 desa bisa dibukukan. Sekarang sudah 124 desa asudah diketahui asal usulnya, baik yang bersifat cerita lisan, cerita rakyat. Harus ada lima pembanding supaya menjadi kuat cerita itu,” ungkap dia.(rafdan/priyanto)

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)
Musik

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

9 Oktober 2025
SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025
Uncategorized

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

16 Juni 2025
Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok
Uncategorized

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

16 Juni 2025
Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)
Musik

Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)
Musik

Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video
Musik

Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video

9 Oktober 2025
Next Post
DEBAT CAWAPRES – Gibran Yakin Indonesia Jadi Raja Energi Hijau Dunia

DEBAT CAWAPRES - Gibran Yakin Indonesia Jadi Raja Energi Hijau Dunia

KUD Mino Saroyo Bisa Jadi Percontohan Program Korporasi Nelayan di Jateng – DPRD JATENG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Iklan Prabowo-Gibran di Videotron Dinilai Salahi Aturan, Bawaslu Lakukan Penelusuran » Warga Berita

Iklan Prabowo-Gibran di Videotron Dinilai Salahi Aturan, Bawaslu Lakukan Penelusuran » Warga Berita

24 Desember 2023
PILPRES 2024 — Prabowo Bertekad Kelola Kekayaan Indonesia untuk Kesejahteraan Rakyat

Prabowo Minta Relawan di TPS Waspadai Kecurangan

26 Januari 2024
KPU Wonosobo memulai rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten

KPU Wonosobo memulai rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten

28 Februari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In