Puskesmas Pancur kini menghadirkan layanan fisioterapi, inovasi ini bertujuan untuk semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama mereka yang memerlukan terapi fisik namun selama ini harus mendapat rujukan ke rumah sakit. Layanan Puskesmas Pancur ini merupakan pionir untuk layanan fisioterapi pada tingkat Puskesmas di Kabupaten Rembang.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi antrean di rumah sakit dan memberikan kemudahan akses bagi pasien dengan kebutuhan fisioterapi ringan. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Darmono, menjelaskan bahwa layanan fisioterapi di Puskesmas Pancur dapat membantu pasien stroke yang mengalami gangguan gerak pada anggota tubuhnya.
Dengan adanya layanan ini, pasien yang memerlukan terapi ringan dan tidak memerlukan konsultasi dengan dokter rehabilitasi medis dapat langsung diterapi di Puskesmas Pancur. Hal ini tentunya sangat membantu dalam mengurangi antrean panjang di rumah sakit.
Sementara itu Kabid Mutu Layanan Fasilitas Kesehatan BPJS Cabang Pati, Ika Wulandari, menyatakan apresiasinya terhadap inovasi Puskesmas Pancur yang mendekatkan layanan kesehatan bagi pemilik Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Ia menyatakan bahwa hanya beberapa Puskesmas yang memiliki layanan fisioterapi, namun tidak selengkap di Puskesmas Pancur. Di Puskesmas ini, layanan dilakukan oleh fisioterapis berizin praktik, sehingga menjamin kualitas dan profesionalisme dalam penanganan pasien.
Puskesmas Pancur telah melengkapi ruang fisioterapinya dengan tiga alat utama yang penting dalam terapi fisik, yaitu:
- Infrared: Alat ini digunakan untuk melancarkan peredaran darah dan mengurangi spasme otot.
- TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation): Alat ini berfungsi untuk stimulasi syaraf dan mengurangi nyeri.
- Ultrasound: Alat ini digunakan untuk mengatasi kekakuan sendi atau otot serta mengurangi nyeri.
Sebagai langkah nyata dalam peningkatan layanan, Puskesmas Pancur telah merekrut seorang fisioterapis yang berpengalaman di RS Medika Mulia Tuban. Kehadiran fisioterapis berpengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan terapi yang efektif bagi pasien.












