PANDEGLANG,Warga Berita–Kondisi trotoar mengalami kerusakan di jalur sepanjang protokol, tepatnya di seputaran Jalan Alun-alun Pandeglang. Ubin yang berada di jalan itu pecah, hal tersebut membahayakan pejalan kaki dan terlihat tak estetika.
Pantauan Warga Berita, pejalan kaki yang melintas di jalur trotoar yang rusak, mereka lebih memilih bahu jalan lantaran dinilai lebih aman, trotoar yang rusak itu seperti seputaran Alun-alun Pandeglang, Jalan Bank Banten dan Jalan protokol di Jalan Mayor Widagdo, Pandeglang Banten.
Melihat kondisi seperti itu dikeluhkan salah satu pejalan kaki. Dimas mengungkapkan, bahwa trotoar yang rusak dan pecah dinilai berbahaya dan tidak estetis saat dilihat secara langsung.
“Saya suka lewat sini, kalau lari pagi atau sore saya lihat keramik trotoar-nya pecah pada rontok enggak enak kalau dilihat,” ungkapnya, Minggu 17 Maret 2024.
“Apalagi ditambah posisi hujan pasti licin kan itu,” sambungnya.
Ia menyampaikan, dirasa perlu adanya peremajaan trotoar itu mengingat kondisinya yang rusak, agar melintas di jalur tersebut tidak membahayakan masyarakat dan trotoar tersebut dapat kembali menarik secara visual.
“Ya kalau dilihat seperti ini trotoar harus sudah diperbaiki baru lagi yang estetik, kalau kayak gini kan takutnya semisalnya jalan kena pecahan keramik bahaya,” ujarnya.
Salah satu pedagang Iwan mengaku sangat menyayangkan melihat kondisi trotoar yang rusak tersebut. Selain itu yang membahayakan ketika anak kecil yang melewati trotoar dinilai mengkhawatirkan.
Salah satu Pedagang Iwan menyatakan keprihatinannya melihat kondisi rusaknya trotoar. Dia mengungkapkan kekhawatirannya terutama karena kondisi tersebut dapat membahayakan anak-anak yang melintas di trotoar tersebut.
“Kalau anak kecil lewat saya kalau lihat bahaya, ada yang jatuh lah karena tergelincir karena pecahan trotoar itu yang agak berlubang,” tuturnya.
Dia berharap pihak terkait dapat segera memperbaharui kondisi jalur trotoar yang rusak tersebut.
“Semoga saja pihak terkait bisa memperbaiki trotoar yang rusak ini jadi bagus lagi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi












