Jadwal CAT PPPK Tahun 2023 Kota Pekalongan

Tes Ccpat.jpeg


Warga Berita, PEKALONGAN – Sebanyak 836 orang dinyatakan lulus seleksi administrasi pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2023 di Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan. Mereka berhak mengikuti tahapan Seleksi Kompetensi dengan menggunakan Computer Assited Test (CAT) alias Tes CAT, pada 21 November hingga 2 Desember 2023.

Kepala BKPSDM Kota Pekalongan, Anita Heru Kusumorini, menyebutkan, para peserta mengikuti Seleksi Kompetensi dengan CAT di delapan titik lokasi, yakni 786 orang di Hotel MG Setoz Semarang pada 21-22 November 2023, 22 orang di Jogja Expo Center 2 (23 November 2023), 2 orang di Kanreg BKN Surabaya (23 November), dan 1 orang di Karang Setra Hotel & Cottage Bandung (25 November 2023).

Ditambahkan, sebanyak 7 orang akan mengikuti Seleksi Kompetensi di Hotel Apita Cirebon (26 November 2023), 2 orang di Universitas Banten Jaya (Unbaja) Serang (27 November 2023), 6 orang di Kanreg BKN Ciracas Jakarta Timur (28 November 2023), dan 10 orang di Kantor BKN Pusat Cililitan Jakarta Timur (2 Desember 2023).

Dijelaskan, tidak semua pelamar PPPK wajib mengikuti tahapan Seleksi Kompetensi.

“Untuk pelamar formasi tenaga guru selain guru PAI, tidak perlu tes CAT, hanya mengambil nilai dari pelamar formasi guru pada PPPK 2022 lalu yang lolos passing grade dan belum mendapatkan kuota lolos di sekolah yang mereka pilih,” tutur Anita saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/11/2023).

Anita menuturkan beberapa aturan yang harus ditaati para peserta tes CAT, yakni peserta tes wajib hadir 90 menit sebelum sesi tesnya berlangsung, untuk registrasi dan pemberian PIN peserta, penitipan barang, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan dokumen kelengkapan peserta. Peralatan yang boleh dibawa masuk ke dalam ruang tes adalah KTP asli, kartu ujian, dan pensil kayu. Barang bawaan lainnya bisa dititipkan kepada panitia untuk disimpan di tempat penitipan khusus.

Terkait pakaian, imbuhnya, peserta wajib memakai atasan berwarna putih polos, bawahan berupa celana bahan/rok panjang berwarna hitam, dan menggunakan sepatu pantofel hitam. Peserta perempuan yang memakai jilbab wajib menggunakan jilbab hitam.

“Kami juga memfasilitasi bagi peserta yang saat tes masih dalam kondisi hamil, sehabis melahirkan, atau operasi dan sakit, supaya bisa segera melapor ke panitia agar diberikan kemudahan akses masuk ke ruang tes, yaitu melalui lift. Kalau yang lainnya menggunakan eskalator,” pungkasnya.

(dtk)

By admin

Leave a Reply