LEBAK, Warga Berita – Pentingnya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian keberhasilan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Lantaran itu, SMAN 3 Rangkasbitung menggelar Art Gallery Kearifan Lokal di Museum Multatuli, Kamis, 29 Februari 2024.
Berbagai karya seni para pelajar dipamerkan baik lukisan, foto, hingga cerita perjalanan mereka selama menjelajah Baduy.
“Ya, kegiatan ini merupakan program P5 Merdeka Belajar. Dalam gelar karya ini berbagai macam lukisan, video maupun foto-foto yang menampilkan kegiatan mereka saat berkunjung ke Baduy ditampilkan. Kegiatan ini digelar selama satu hari,” kata Kepala SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, di Museun Multatuli, Kamis, 29 Februari 2024.
Menurutnya, dipilihnya Museum Multatuli dan Dinas Perpustakaan sebagai lokasi acara bertujuan agar masyarakat luas juga bisa melihat potensi-potensi yang dimiliki oleh para siswa.
Karenanya, dia berharap, peserta didik bisa berkarakter dan berperilaku seperti sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitar, salah satunya kearifan lokal yang terdapat di daerah Baduy.
“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memberikan pelajaran tentang pentingnya kearifan lokal juga bisa berkontribusi kepada lingkungan juga komunitas sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala KCD Dindikbud Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha, mendukung dan mengapresiasi kegiatan Art Gallery Kearifan Lokal yang digelar SMAN 3 Rangkasbitung di Museum Multatuli.
“Gelar karya dapat berinovasi menciptakan gagasan berupa produk maupun seni dan Kebudayaan,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono
LEBAK, Warga Berita – Pentingnya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian keberhasilan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Lantaran itu, SMAN 3 Rangkasbitung menggelar Art Gallery Kearifan Lokal di Museum Multatuli, Kamis, 29 Februari 2024.
Berbagai karya seni para pelajar dipamerkan baik lukisan, foto, hingga cerita perjalanan mereka selama menjelajah Baduy.
“Ya, kegiatan ini merupakan program P5 Merdeka Belajar. Dalam gelar karya ini berbagai macam lukisan, video maupun foto-foto yang menampilkan kegiatan mereka saat berkunjung ke Baduy ditampilkan. Kegiatan ini digelar selama satu hari,” kata Kepala SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, di Museun Multatuli, Kamis, 29 Februari 2024.
Menurutnya, dipilihnya Museum Multatuli dan Dinas Perpustakaan sebagai lokasi acara bertujuan agar masyarakat luas juga bisa melihat potensi-potensi yang dimiliki oleh para siswa.
Karenanya, dia berharap, peserta didik bisa berkarakter dan berperilaku seperti sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dari lingkungan sekitar, salah satunya kearifan lokal yang terdapat di daerah Baduy.
“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memberikan pelajaran tentang pentingnya kearifan lokal juga bisa berkontribusi kepada lingkungan juga komunitas sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala KCD Dindikbud Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha, mendukung dan mengapresiasi kegiatan Art Gallery Kearifan Lokal yang digelar SMAN 3 Rangkasbitung di Museum Multatuli.
“Gelar karya dapat berinovasi menciptakan gagasan berupa produk maupun seni dan Kebudayaan,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











