TANGERANG,Warga Berita-Tim putra SMA Terpadu Pahoa (PAH) berhasil mengalahkan tim SMA Negeri 1 Kota Tangerang dalam event Honda DBL with Kopi Good Day 2023 Banten Series. Dalam laga duel yang digelar di GOR Dimyati, Minggu 10 Desember 2023 itu, tim SMA Terpadu Pahoa membukukan skor kemenangan 31:20.
Kapten tim SMA Terpadu Pahoa bernomor punggung 7 yakni Wirayaka Kana Setiawidjaja menyumbangkan angka terbanyak dalam pertandingan. Total 13 poin. Jalannya, pertandingan berlangsung sengit di quarter awal. Kedua tim menunjukkan serangan yang tajam.
Bahkan pada quarter 1 dan quarter 2, SMA Terpadu Pahoa sempat tertinggal dengan perolehan poin 5:10 dan 12:13. Tak mau kalah, anak-anak Pahoa mencoba bangkit. Tak sia-sia. Pada quarter 3 dan quarter 4 mereka unggul dengan perolehan poin 14:15 dan 20:31.
Pelatih SMA Terpadu Pahoa Tedi Cahyadi mengatakan, timnya sempat tertinggal akibat komunikasi antar pemain di lapangan tidak berjalan dengan baik. Alhasil, anak-anak asuhannya bermain secara individual.
“Ya kami sempat tertinggal poin di quarter 1 sampai 2 karena komunikasi antar pemain yang belum terjalin. Mereka baru bisa berkomunikasi pada quarter ke empat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Angger Gita
Editor: Agung S Pambudi
TANGERANG,Warga Berita-Tim putra SMA Terpadu Pahoa (PAH) berhasil mengalahkan tim SMA Negeri 1 Kota Tangerang dalam event Honda DBL with Kopi Good Day 2023 Banten Series. Dalam laga duel yang digelar di GOR Dimyati, Minggu 10 Desember 2023 itu, tim SMA Terpadu Pahoa membukukan skor kemenangan 31:20.
Kapten tim SMA Terpadu Pahoa bernomor punggung 7 yakni Wirayaka Kana Setiawidjaja menyumbangkan angka terbanyak dalam pertandingan. Total 13 poin. Jalannya, pertandingan berlangsung sengit di quarter awal. Kedua tim menunjukkan serangan yang tajam.
Bahkan pada quarter 1 dan quarter 2, SMA Terpadu Pahoa sempat tertinggal dengan perolehan poin 5:10 dan 12:13. Tak mau kalah, anak-anak Pahoa mencoba bangkit. Tak sia-sia. Pada quarter 3 dan quarter 4 mereka unggul dengan perolehan poin 14:15 dan 20:31.
Pelatih SMA Terpadu Pahoa Tedi Cahyadi mengatakan, timnya sempat tertinggal akibat komunikasi antar pemain di lapangan tidak berjalan dengan baik. Alhasil, anak-anak asuhannya bermain secara individual.
“Ya kami sempat tertinggal poin di quarter 1 sampai 2 karena komunikasi antar pemain yang belum terjalin. Mereka baru bisa berkomunikasi pada quarter ke empat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Angger Gita
Editor: Agung S Pambudi












