WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Hindari Politisasi, Ekonom UGM Minta Presiden Tak Ikut Salurkan Bansos, Jokowi Tak Ambil Pusing » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
1 Februari 2024
Reading Time: 3 mins read
0
Hindari Politisasi, Ekonom UGM Minta Presiden Tak Ikut Salurkan Bansos, Jokowi Tak Ambil Pusing » Warga Berita

0102 bansos
Jokowi Gencar Bagi-bagi Bansos, Ekonom: Membeli Suara Berkedok Bansos | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Sudah tak kurang-kurang berbagai pihak yang memperingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak ikut-ikutan membagikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat di masa kampanye Pilpres 2024 ini.

Kini giliran Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Anggito Abimanyu angkat suara yang senada.

Ia mengatakan, Bansos mestinya tidak disalurkan satu-dua pihak tertentu, termasuk presiden. Hal itu  untuk menghindari adanya politisasi.

“Cukup yang menyampaikan adalah kementerian yang bertanggung jawab, sehingga ada akuntabilitasnya,” kata Anggito di Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Bansos menurut Anggito mestinya disalurkan menteri sosial sebagai kuasa pengguna anggaran. Anggito juga mengatakan bansos yang disalurkan mestinya tidak dilabeli logo  instansi tertentu.

Namun, dilabeli anggaran pendapatan belanja negara (APBN) karena Bansos merupakan hak masyarakat yang dibelanjakan menggunakan uang negara.

“Sehingga tidak memicu interpretasi adanya politisasi bantuan untuk rakyat,” kata Anggito.

Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) ini mengatakan penyaluran bansos mestinya tidak dilakukan sekaligus.

Tujuannya agar Bansos lebih tepat sasaran dan efektif. Pemerintah juga mesti mengintegrasikan data masyarakat penerima bansos.

Menurut Anggito, penyaluran Bansos selama ini tidak menggunakan data terintegrasi. Walhasil, ada risiko tumpang tindih dan penerima Bansos yang tidak tepat saaran. Penyaluran bansos sampai saat ini banyak menimbulkan pertanyaan.

“Seperti duplikasi rumah tangga penerima dan kemungkinan  ada rumah tangga miskin yang justru tidak menerima bantuan karena tidak terdata,” katanya.

Pembagian bansos di tahun politik ditengarai berdampak pada suara calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi.

Kubu politik lawan dari Prabowo-Gibran sudah menyuarakan kritik berulang kali soal pembagian bansos di berbagai daerah saat kunjungan Jokowi.

Di tengah kritik politisisasi bansos, Jokowi tak ambil pusing. Ia mengatakan akan tetap meneruskan penyaluran bansos pangan cadangan beras pemerintah (CBP) sampai Juni 2024. Jokowi mengatakan pembagian itu dapat terus berlanjut asal anggarannya mencukupi.

“Nanti setelah Juni saya akan hitung-hitung lagi APBN kita, kalau memungkinkan akan dilanjutkan lagi,” kata Jokowi di Gudang Bulog Sendangsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (30/1/2024).

Menanggapi isu politisasi Bansos, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan bantuan merupakan kebijakan afirmatif pemerintah dari APBN untuk merespons dampak El Nino dan harga pangan yang tinggi.

“Dari rakyat juga,” kata Ari saat ditemui di Gedung Kementerian Sekretariat Negara pada Senin (29/1/2024).

Untuk tahun 2024 ada peningkatan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Beras. Dari sebelumnya 21,3 juta KPM pada 2023 menjadi sebanyak 22 juta KPM.

Ihwal peran Menteri Sosial, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Risma tidak dilibatkan dalam kebijakan penyaluran beras untuk masyarakat miskin atau raskin.

Dia mengatakan Menteri Sosial Tri Rismaharini tak mau penyaluran bantuan sosial atau bansos dipolitisasi. Risma merupakan kader PDIP.

“Beliau tidak mau data-data Kemensos ini dipakai untuk kepentingan politik partisan, apalagi untuk memperjuangkan kepentingan keluarga,” kata Hasto di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (30/1/2024).

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

0102 bansos
Jokowi Gencar Bagi-bagi Bansos, Ekonom: Membeli Suara Berkedok Bansos | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Sudah tak kurang-kurang berbagai pihak yang memperingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak ikut-ikutan membagikan Bantuan Sosial (Bansos) kepada masyarakat di masa kampanye Pilpres 2024 ini.

Kini giliran Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Anggito Abimanyu angkat suara yang senada.

Ia mengatakan, Bansos mestinya tidak disalurkan satu-dua pihak tertentu, termasuk presiden. Hal itu  untuk menghindari adanya politisasi.

“Cukup yang menyampaikan adalah kementerian yang bertanggung jawab, sehingga ada akuntabilitasnya,” kata Anggito di Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Bansos menurut Anggito mestinya disalurkan menteri sosial sebagai kuasa pengguna anggaran. Anggito juga mengatakan bansos yang disalurkan mestinya tidak dilabeli logo  instansi tertentu.

Namun, dilabeli anggaran pendapatan belanja negara (APBN) karena Bansos merupakan hak masyarakat yang dibelanjakan menggunakan uang negara.

“Sehingga tidak memicu interpretasi adanya politisasi bantuan untuk rakyat,” kata Anggito.

Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) ini mengatakan penyaluran bansos mestinya tidak dilakukan sekaligus.

Tujuannya agar Bansos lebih tepat sasaran dan efektif. Pemerintah juga mesti mengintegrasikan data masyarakat penerima bansos.

Menurut Anggito, penyaluran Bansos selama ini tidak menggunakan data terintegrasi. Walhasil, ada risiko tumpang tindih dan penerima Bansos yang tidak tepat saaran. Penyaluran bansos sampai saat ini banyak menimbulkan pertanyaan.

“Seperti duplikasi rumah tangga penerima dan kemungkinan  ada rumah tangga miskin yang justru tidak menerima bantuan karena tidak terdata,” katanya.

Pembagian bansos di tahun politik ditengarai berdampak pada suara calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi.

Kubu politik lawan dari Prabowo-Gibran sudah menyuarakan kritik berulang kali soal pembagian bansos di berbagai daerah saat kunjungan Jokowi.

Di tengah kritik politisisasi bansos, Jokowi tak ambil pusing. Ia mengatakan akan tetap meneruskan penyaluran bansos pangan cadangan beras pemerintah (CBP) sampai Juni 2024. Jokowi mengatakan pembagian itu dapat terus berlanjut asal anggarannya mencukupi.

“Nanti setelah Juni saya akan hitung-hitung lagi APBN kita, kalau memungkinkan akan dilanjutkan lagi,” kata Jokowi di Gudang Bulog Sendangsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (30/1/2024).

Menanggapi isu politisasi Bansos, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan bantuan merupakan kebijakan afirmatif pemerintah dari APBN untuk merespons dampak El Nino dan harga pangan yang tinggi.

“Dari rakyat juga,” kata Ari saat ditemui di Gedung Kementerian Sekretariat Negara pada Senin (29/1/2024).

Untuk tahun 2024 ada peningkatan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Beras. Dari sebelumnya 21,3 juta KPM pada 2023 menjadi sebanyak 22 juta KPM.

Ihwal peran Menteri Sosial, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Risma tidak dilibatkan dalam kebijakan penyaluran beras untuk masyarakat miskin atau raskin.

Dia mengatakan Menteri Sosial Tri Rismaharini tak mau penyaluran bantuan sosial atau bansos dipolitisasi. Risma merupakan kader PDIP.

“Beliau tidak mau data-data Kemensos ini dipakai untuk kepentingan politik partisan, apalagi untuk memperjuangkan kepentingan keluarga,” kata Hasto di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (30/1/2024).

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono Ahy2.jpg

AHY Klaim Demokrat Siap Lanjutkan Program-program Jokowi

Mahfud Ogah Pengunduran Dirinya Dikaitkan dengan Menteri Lain

Mahfud Ogah Pengunduran Dirinya Dikaitkan dengan Menteri Lain

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Istana Klaim Silaturahmi Jokowi dengan Megawati Sedang Dicarikan Waktu yang Tepat

Istana Klaim Silaturahmi Jokowi dengan Megawati Sedang Dicarikan Waktu yang Tepat

12 April 2024
Netralitas ASN Jadi Pelanggaran Terbesar Kedua Setelah Pelanggaran Etik, Peluang Kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud Gugat ke MMK » Warga Berita

Netralitas ASN Jadi Pelanggaran Terbesar Kedua Setelah Pelanggaran Etik, Peluang Kubu AMIN dan Ganjar-Mahfud Gugat ke MMK » Warga Berita

16 Februari 2024
Gibran masuk kantor, segera selesaikan sejumlah perda yang tertunda

Gibran masuk kantor, segera selesaikan sejumlah perda yang tertunda

18 Januari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In