CILEGON, Warga Berita – Walikota Cilegon, Helldy Agustian, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon untuk memantau lulusan kuliah penerima program beasiswa full sarjana.
Pemantauan itu perlu dilakukan guna mengetahui efektivitas dari program prioritas Pemkot Cilegon tersebut.
Helldy menjelaskan, Pemkot Cilegon perlu tahu lulusan S1 penerima beasiswa full sarjana kemana pasca lulus kuliah.
“Dindik memonitor setiap angkatan kemana. Jangan hanya mencetak tapi juga memantau. Mereka berkerja di mana, ada yang bisa kita bantu atau tidak,” ujar Helldy, Kamis, 21 Desember 2023.
Dijelaskan Helldy, sudah 3.000 masyarakat Cilegon menerima program beasiswa full sarjana sejak ia menjabat sebagai Walikota Cilegon.
Jumlah itu, menurutnya, sesuai dengan janji politinya saat kampanye.
“Ini bagian dari program KCS. Alhamdulillah terealisasi,” ujar Helldy.
Helldy berharap, program tersebut bisa berjalan dengan baik dan melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon,Heny Anita Susila, menjelaskan, penerima beasiswa full sarjana telah sesuai dengan target.
“Target per tahun seribu orang, pak Wali menjabat dari 2021, 2022, dan sekarang 2023 sudah mencapai tiga ribu orang. Targetnya kan kima ribu di 2025, insya Allah target bisa kita raih,” ujar Heny.
Menurut Heny, selain di dalam negeri, penerima beasiswa full sarjana pun ada yang kuliah di luar negeri seperti Mesir dan Yaman.
Semua penerima beasiswa dipastikan berasal dari Kota Cilegon, karena salah satu syarat adalah KTP Kota Cilegon.
Kampus di dalam negeri yang sudah menjalin kerja sama sebanyak 24 kampus, terdiri dari, tiga kampus negeri dan 21 kampus suasta.
“Untuk jalur mandiri boleh di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri,” ujar Heny. (*)
Editor: Agus Priwandono
CILEGON, Warga Berita – Walikota Cilegon, Helldy Agustian, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon untuk memantau lulusan kuliah penerima program beasiswa full sarjana.
Pemantauan itu perlu dilakukan guna mengetahui efektivitas dari program prioritas Pemkot Cilegon tersebut.
Helldy menjelaskan, Pemkot Cilegon perlu tahu lulusan S1 penerima beasiswa full sarjana kemana pasca lulus kuliah.
“Dindik memonitor setiap angkatan kemana. Jangan hanya mencetak tapi juga memantau. Mereka berkerja di mana, ada yang bisa kita bantu atau tidak,” ujar Helldy, Kamis, 21 Desember 2023.
Dijelaskan Helldy, sudah 3.000 masyarakat Cilegon menerima program beasiswa full sarjana sejak ia menjabat sebagai Walikota Cilegon.
Jumlah itu, menurutnya, sesuai dengan janji politinya saat kampanye.
“Ini bagian dari program KCS. Alhamdulillah terealisasi,” ujar Helldy.
Helldy berharap, program tersebut bisa berjalan dengan baik dan melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon,Heny Anita Susila, menjelaskan, penerima beasiswa full sarjana telah sesuai dengan target.
“Target per tahun seribu orang, pak Wali menjabat dari 2021, 2022, dan sekarang 2023 sudah mencapai tiga ribu orang. Targetnya kan kima ribu di 2025, insya Allah target bisa kita raih,” ujar Heny.
Menurut Heny, selain di dalam negeri, penerima beasiswa full sarjana pun ada yang kuliah di luar negeri seperti Mesir dan Yaman.
Semua penerima beasiswa dipastikan berasal dari Kota Cilegon, karena salah satu syarat adalah KTP Kota Cilegon.
Kampus di dalam negeri yang sudah menjalin kerja sama sebanyak 24 kampus, terdiri dari, tiga kampus negeri dan 21 kampus suasta.
“Untuk jalur mandiri boleh di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri,” ujar Heny. (*)
Editor: Agus Priwandono












