SERANG, Warga Berita–Selama sepekan ini, harga saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten terus merosot. Setelah lama berada di angka Rp50 alias gocap, harga saham bank milik Pemprov Banten ini berangsur turun. Bahkan, saat ini harganya di angka Rp 31.
Melihat kondisi itu, Pengamat Perbankan Adi Abdillah Marta mengajak masyarakat Banten untuk sama-sama membesarkan Bank Banten. “Bank Banten itu milik masyarakat Banten. Jadi harus dibesarkan bersama-sama,” ujar Adi saat menghubungi Warga Berita, Selasa, 2 April 2024.
Kata dia, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk membesarkan Bank Banten sebagai bank kebanggaan warga Banten adalah dengan pemindahan rekening umum kas daerah (RKUD) pemerintah kabupaten/kota di Banten ke Bank Banten. “Kalau kepala daerah kabupaten/kota mempercayakan RKUD-nya di Bank Banten, maka masyarakat juga akan melakukan yang sama,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada para kepala daerah delapan kabupaten/kota untuk memberikan kesempatan dan kepercayaan menyimpan RKUD-nya di Bank Banten. “Insya Allah dengan integritas yang terjaga, kualitas pelayanan yang baik dari Bank Banten relatif minimal satu tahun bisa memperbaiki kondisi, sehingga bisa bisa memberikan benefit yang lebih tidak hanya kepada pemerintah daerah tapi kepada seluruh masyarakat di Banten,” ujar mantan bankir BNI ini.
Kata dia, bagaimana publik akan percaya jika para kepala daerah di Provinsi Banten juga belum memberikan kepercayaan kepada Bank Banten. “Imbauan ini urgen untuk pengembangan Bank Banten sebagai BUMD,” ujarnya.
Meskipun begitu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua 1 PB Mathla’ul Anwar ini juga berharap Bank Banten terus meningkatkan kinerja. “Pertama perkuat integritas dengan penerapan mekanisme punishment dan reward yang jelas dan tegas,” tandasnya.
Kedua, perubahan pemberian kredit, dari yang semula konsumtif menjadi kredit yang produktif seperti proyek-proyek strategis di daerah. Misalkan pengadaan traktor bagi Gapoktan atau bisa bersinergi dengan BUMD lain dalam hal pembangunan pabrik penggilingan padi modern yang bisa menampung padi basah menjadi kering.
Editor : Merwanda












