Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menargetkan tanggul laut (giant sea wall) di pesisir Semarang-Demak berfungsi penahan rob mulai Januari 2026. Hal ini disampaikan saat meninjau proyek kolam retensi Terboyo dan Sriwulan di Semarang, Selasa (4/6).
Target Fungsional Tanggul Laut Januari 2026
Luthfi menegaskan:
“Bisa dilihat ini adalah bentuk giant sea wall atau tanggul laut. Insya Allah Januari tahun depan sudah fungsional, belum operasional. Minimal kalau fungsional ini bisa mengatasi rob.”
Ia menjelaskan, meski tol belum dioperasionalkan sebagai jalan, struktur tanggul yang terbentuk sudah dapat menahan air laut untuk mengurangi banjir dan rob.
Progres Pembangunan Tol Semarang-Demak Tahap 1
Proyek integratif yang juga berfungsi sebagai tanggul laut ini menunjukkan progres:
-
Seksi 1A: Realisasi fisik 62,98% (Target selesai 31 Juli 2026).
-
Seksi 1B: Realisasi fisik 40,93% (Target selesai 25 April 2027).
-
Seksi 1C: Realisasi fisik 25,97% (Target selesai 27 September 2026).
Langkah Jangka Pendek & Menengah
Sambil menunggu penyelesaian tol, Pemprov Jateng menyiapkan:
-
Asistensi teknis di Demak oleh dinas terkait.
-
Edukasi masyarakat adaptasi dampak rob dan penurunan tanah.
Luthfi mengingatkan kompleksitas masalah:
“Penurunan muka tanah di Pantura Jateng sangat masif (8-14 cm/tahun), ditambah fenomena La Nina. Masyarakat sudah kami rangkul semua untuk menyelesaikan ini bersama.”
Kolam Retensi Terboyo-Sriwulan: Solusi Jangka Panjang
Dua kolam retensi terintegrasi dengan proyek tol:
-
Terboyo: Luas 189 hektare, daya tampung 6 juta m³ air.
-
Sriwulan: Luas 28 hektare, daya tampung 1 juta m³ air.
Keduanya terhubung Sungai Babon dan dilengkapi rumah pompa untuk alirkan air ke laut. Luthfi menyatakan:
“Ini cukup untuk mengkover rob atau banjir. Kami kerja komprehensif, tidak parsial.”
Pemantauan Titik Rawan Rob
Gubernur Jateng menyoroti titik kritis di depan Polytron (Jalan Pantura) yang kerap tergenang:
“Debit air sangat tinggi dan menutup jalan raya. Titik ini sudah ditinggikan tahun 2022, tapi kini turun lagi.”
Strategi Terintegrasi Tekan Dampak Perubahan Iklim
Kolaborasi antara Kementerian PUPR, Pemprov Jateng, dan masyarakat menjadi kunci penanganan rob. “Kami kebut solusi permanen, tapi adaptasi darurat terus berjalan,” pungkas mantan Kapolda Jateng ini.












