Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memperkenalkan konsep Pemerataan Pasokan Pangan Antardaerah sebagai strategi jitu memperkuat ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi Bahan Pokok Penting (Bapokting). Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi atas disparitas ketersediaan pangan antar-kabupaten/kota sekaligus menjamin harga stabil bagi masyarakat.
Konsep Supply Chain Management untuk Efisiensi Distribusi Pangan
Kebijakan ini mengadopsi prinsip Supply Chain Management (SCM) berbasis teknologi informasi, yang diadaptasi untuk skala regional. Tujuannya adalah menciptakan sistem distribusi pangan yang efisien, adil, dan terjangkau, sehingga komoditas seperti cabai, bawang merah, telur, daging ayam, dan sayuran bisa tersedia merata dalam kondisi segar.
Gubernur Luthfi menegaskan, “Dengan pendekatan terintegrasi, Jawa Tengah bisa menjadi contoh pengelolaan pangan yang efektif, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, sekaligus menjaga stabilitas harga.”
Prinsip 4T: Terbuka, Terdekat, Terpenting, Terjangkau
Implementasi kebijakan ini mengacu pada pendekatan 4T:
- Terbuka – Transparansi data produksi dan kebutuhan pangan antardaerah.
- Terdekat – Prioritaskan distribusi ke wilayah terdekat untuk efisiensi logistik.
- Terpenting – Daerah dengan kebutuhan mendesak diprioritaskan.
- Terjangkau – Pertimbangkan aksesibilitas, karena jarak dekat belum tentu mudah dijangkau.
“Dengan prinsip ini, kami pastikan tidak ada daerah yang kekurangan atau kelebihan stok pangan,” jelas Luthfi.
Sinergi dengan Gerakan Locavore: Konsumsi Pangan Lokal
Kebijakan ini sejalan dengan tren Locavore, gerakan mengonsumsi produk lokal dalam radius ±160 km. Dengan mendorong konsumsi pangan lokal, Jawa Tengah dapat:
✅ Mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah
✅ Meningkatkan ekonomi petani dan UMKM setempat
✅ Memastikan kesegaran dan kualitas bahan pangan
Pilot Project: Pemetaan Kebutuhan & Swasembada Skala Kecil
Sebagai langkah awal, Pemprov Jateng akan:
🔹 Memetakan produksi dan kebutuhan Bapokting tiap daerah
🔹 Membangun sistem data real-time untuk monitoring harian
🔹 Fasilitasi budidaya mandiri di daerah defisit (urban farming, hidroponik, dll.)
Komoditas prioritas meliputi cabai, bawang merah, telur, daging ayam, dan sayuran yang mudah dibudidayakan secara praktis.
Stabilisasi Harga & Ketahanan Pangan
Kebijakan ini diharapkan mampu:
✔ Menekan inflasi Bapokting melalui distribusi merata
✔ Mencegah kelangkaan pangan di daerah tertentu
✔ Memperkuat ekonomi lokal dengan dukungan pada petani
Kebijakan Pemerataan Pasokan Pangan Antardaerah Gubernur Jateng Ahmad Luthfi merupakan terobosan progresif dalam tata kelola pangan. Jika diimplementasikan dengan baik, model ini berpotensi menjadi blueprint nasional untuk ketahanan pangan dan pengendalian inflasi.












