Pemerintah Kota Pekalongan gencar mengkampanyekan penerapan teknologi pertanian cerdas (Smart Farming) sebagai solusi keterbatasan lahan sekaligus upaya menarik minat generasi muda masuk sektor pertanian. Inovasi ini diharapkan mentransformasi pertanian konvensional menjadi lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi.
Smart Farming: Pertanian Modern dengan Kontrol via Gadget
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menjelaskan bahwa sistem ini mengandalkan otomatisasi penyiraman, pengaturan suhu, dan pemantauan nutrisi tanaman melalui smartphone.
“Kami menawarkan pertanian cerdas yang lebih praktis. Anak muda bisa mengelola tanaman hanya dengan gadget, tanpa harus terjun langsung ke sawah sepanjang waktu,” ujarnya, Senin (25/3).
Sukses Panen Melon Hidroponik dengan Sistem Otomatis
Pemkot Pekalongan telah membuktikan keefektifan teknologi ini melalui panen perdana melon hidroponik di greenhouse berbasis Smart Farming.
“Greenhouse hidroponik ini bekerja otomatis. Petani hanya perlu mengatur komposisi pupuk, kepekatan nutrisi, dan volume air sesuai takaran. Sisanya, sistem yang mengontrol,” jelas Lili.
Optimasi Lahan Sempit & Kurangi Ketergantungan Impor
Inggit Soraya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekalongan, menyebut Smart Farming sebagai solusi optimalisasi lahan terbatas sekaligus peluang mengurangi ketergantungan pada produk impor.
“Dengan teknologi ini, masyarakat bisa menghasilkan komoditas bernilai tinggi seperti sayuran dan buah premium di lahan minimal,” ujarnya.
Edukasi Generasi Muda untuk Pertanian Masa Depan
Dinas Pertanian dan Pangan gencar melakukan pelatihan untuk mengenalkan Smart Farming kepada pemuda. Tujuannya:
✅ Mendorong regenerasi petani
✅ Meningkatkan produktivitas dengan teknologi
✅ Menghasilkan produk hortikultura bernilai jual tinggi
“Kami ingin anak muda melihat pertanian sebagai profesi menjanjikan di era digital,” tegas Lili.
Dampak Positif Smart Farming di Pekalongan
✔ Pertanian lebih efisien dengan kontrol otomatis
✔ Hasil panen lebih berkualitas & bernilai ekonomi tinggi
✔ Minat generasi muda meningkat berkat pendekatan teknologi
✔ Pengurangan ketergantungan produk impor
Penerapan Smart Farming di Pekalongan membuktikan bahwa pertanian modern bisa dilakukan di lahan terbatas. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dengan pendekatan kekinian.












