Gerindra Dukung Pernyataan Luhut Soal Tak Mudah Hakimi Seseorang di Tahun Politik

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman.jpg

image_pdfimage_print

Warga Berita – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menyatakan setuju dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP), yang meminta masyarakat untuk tidak mudah menghakimi seseorang di tahun politik ini.

Hal itu berkaitan dengan munculnya sebutan ‘bocah ingusan’ dan ‘pengkhianat’ yang ditujukan untuk salah satu paslon dan dinilai tidak etis, meskipun berbeda pandangan politik merupakan hal yang lumrah. Namun jangan sampai memberikan label kepada orang lain ditengah tingginya tensi politik jelang Pilpres 2024.

“Ya, benar, kan, yang disampaikan pak Luhut. Jangan mudah men-judge ya,” kata Habiburokhman, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/11).

Menurutnya, apabila sebutan ‘bocah ingusan’ dialamatkan kepada putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini juga menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto, sangat tidak pantas. Terlebih usia Gibran juga sudah dapat disebut matang untuk maju dalam Pilpres.

“Kalau misalnya Gibran bocah ingusan, narasi tersebut dialamatkan kepada Pak Gibran, saya pikir kan salah alamat. Pak Gibran kan juga bukan bocah 36 tahun, juga nggak ingusan. Kita lihat kan, nggak flu. Jadi kalau dilihat dari prestasi, kinerja, kapasitasnya jelas-jelas ini bukan bocah ingusan,” tegasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan munculnya sebutan ‘pengkhianat’, Habiburokhman menegaskan bahwa loyalitas sebagai seorang calon pemimpin negeri seharusnya diberikan kepada bangsa dan negara, bukan kepada partai.

“Kemudian soal pengkhianat kan sudut pandangnya seperti apa, loyalitas itu kan kepada bangsa dan negara, pada nilai-nilai kebaikan yang kita perjuangkan kepada bangsa dan negara, bukan kepada elit-elit politik,” katanya menambahkan.[prs]

By admin

Leave a Reply