UNS — Tim Omah Anyam Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan program sociopreneurship terbesar di Indonesia, yang bertajuk Innovilage 2023. Innovilage adalah sebuah kompetisi sociopreneurship di bidang teknologi digital yang ditujukan untuk mahasiswa di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh PT. Telkom Indonesia dan Telkom University. Innovilage mendorong mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menangani berbagai permasalahan masyarakat melalui pengembangan aplikasi digital yang sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Melihat potensi UMKM Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Tim Omah Anyam UNS melaksanakan program dengan judul “Pemberdayaan Kelompok Usaha Produk Lokal Desa Ngunut berbasis Technosociopreneurship melalui Good Manufacturing Practice (GMP) menuju Smart Village”. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Tim Omah Anyam UNS telah melaksanakan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan dan menganalisis produk unggulan lokal pada Jumat (5/1/2024) di Balai Desa Ngunut. Sosialisasi dan FGD menghadirkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Usaha Peningkatan Pendapatan Kelopok Akseptor (UPKKA), Kelompok Usaha Produk Lokal (KUPL) Desa Ngunut, Camat Jumantono, Asia Council for Small Business (ACSB) Karanganyar, dan Pusat Layanan Umum Terpadu Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Surakarta.
Acara dibuka secara resmi oleh Camat Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Gunawan, S.E., M.M. Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa langkah mahasiswa FP UNS ini patut diapresiasi. Selanjutnya, ia menuturkan bahwa perlu adanya strategi, pendampingan, dan evaluasi yang tepat dalam meningkatkan produk unggulan Desa Ngunut khususnya dalam mendukung peningkatan income generating desa dan masyarakat Desa Ngunut.
“Semoga terdapat kegiatan yang saling bermanfaat, harapan kedepannya akan lebih banyak lagi melaksanakan pemberdayaan agar dapat memberikan ilmu dan pengalaman yang lebih komprehensif bagi masyarakat,” ujar Gunawan.
Ketua ACSB Karanganyar, Wahyuti Subagia melihat potensi yang terdapat di Desa Ngunut melalui pengembangan UMKM. “Desa Ngunut memiliki potensi dari segi pertanian maupun UMKM yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan. Melalui sinergitas mitra-mitra, UMKM Ngunut dapat dipasarkan secara luas melalui sektor lokal maupun nasional,” ujar Wahyuti.
Ketua Tim Omah Anyam UNS, Alvien Gusti Prasditio mensosialisasikan program Innovillage yang dilakukan di Desa Ngunut. Sebagai penunjang perekonomian warganya, Desa Ngunut memiliki produk unggulan UMKM lokal yang berpotensi menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat setempat. Produk unggulan tersebut Warga Berita lain Tanaman Obat Keluarga (Toga), olahan buah pisang, tepung mocaf, kerupuk kulit sapi, dan keripik tempe. KUPL menjadi wadah produk unggulan di Desa Ngunut dan ditunjang juga melalui pusat inkubasi.


“Upaya meningkatkan Good Manufacturing Practices (GMP) dalam UMKM menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan. GMP melibatkan serangkaian prosedur standar untuk produksi dan distribusi barang, mencakup aspek kebersihan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi. Penerapan GMP tidak hanya meningkatkan standar produksi UMKM, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin ketat,” ujar Alvien.
Konsultan PLUT-KUKM Surakarta, Ida Juwita Sari, S.E. menyampaikan bawah produk-produk unggulan lokal yang akan dipasarkan secara luas perlu standarisasi sesuai peraturan yang berlaku. “Mulai dari produk olahan jadi maupun setengah jadi perlu dilakukan standarisasi seperti PIRT dan BPOM, dari segi kemasan produk pun perlu diperhatikan agar sesuai dengan segmentasi pasar dan keamanan produknya sendiri,” ujar Ida.
Tim Omah Anyam FP UNS telah menyusun rancangan kegiatan sesuai dengan timeline keberjalanan yang telah ditentukan. Kegiatan Tim Omah Anyam antar lain yaitu sosialisasi dan FGD, pelatihan dan mentoring tentang produk development dan technosociopreneurship, pelatihan digital marketing, pemasaran dan pembukuan, monitoring dan evaluasi, serta pendampingan. Pada program ini, juga akan dibentuk Klinik Bisnis melalui KUPL Desa Ngunut. Dengan demikian, diharapkan Desa Ngunut dapat berkembang sebagai pusat UMKM yang berdaya saing dan berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal. HUMAS UNS
Redaktur: Dwi Hastuti
UNS — Tim Omah Anyam Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan program sociopreneurship terbesar di Indonesia, yang bertajuk Innovilage 2023. Innovilage adalah sebuah kompetisi sociopreneurship di bidang teknologi digital yang ditujukan untuk mahasiswa di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh PT. Telkom Indonesia dan Telkom University. Innovilage mendorong mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menangani berbagai permasalahan masyarakat melalui pengembangan aplikasi digital yang sesuai dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Melihat potensi UMKM Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Tim Omah Anyam UNS melaksanakan program dengan judul “Pemberdayaan Kelompok Usaha Produk Lokal Desa Ngunut berbasis Technosociopreneurship melalui Good Manufacturing Practice (GMP) menuju Smart Village”. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. Tim Omah Anyam UNS telah melaksanakan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan dan menganalisis produk unggulan lokal pada Jumat (5/1/2024) di Balai Desa Ngunut. Sosialisasi dan FGD menghadirkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Usaha Peningkatan Pendapatan Kelopok Akseptor (UPKKA), Kelompok Usaha Produk Lokal (KUPL) Desa Ngunut, Camat Jumantono, Asia Council for Small Business (ACSB) Karanganyar, dan Pusat Layanan Umum Terpadu Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Surakarta.
Acara dibuka secara resmi oleh Camat Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Gunawan, S.E., M.M. Pada kesempatan tersebut disampaikan bahwa langkah mahasiswa FP UNS ini patut diapresiasi. Selanjutnya, ia menuturkan bahwa perlu adanya strategi, pendampingan, dan evaluasi yang tepat dalam meningkatkan produk unggulan Desa Ngunut khususnya dalam mendukung peningkatan income generating desa dan masyarakat Desa Ngunut.
“Semoga terdapat kegiatan yang saling bermanfaat, harapan kedepannya akan lebih banyak lagi melaksanakan pemberdayaan agar dapat memberikan ilmu dan pengalaman yang lebih komprehensif bagi masyarakat,” ujar Gunawan.
Ketua ACSB Karanganyar, Wahyuti Subagia melihat potensi yang terdapat di Desa Ngunut melalui pengembangan UMKM. “Desa Ngunut memiliki potensi dari segi pertanian maupun UMKM yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan. Melalui sinergitas mitra-mitra, UMKM Ngunut dapat dipasarkan secara luas melalui sektor lokal maupun nasional,” ujar Wahyuti.
Ketua Tim Omah Anyam UNS, Alvien Gusti Prasditio mensosialisasikan program Innovillage yang dilakukan di Desa Ngunut. Sebagai penunjang perekonomian warganya, Desa Ngunut memiliki produk unggulan UMKM lokal yang berpotensi menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat setempat. Produk unggulan tersebut Warga Berita lain Tanaman Obat Keluarga (Toga), olahan buah pisang, tepung mocaf, kerupuk kulit sapi, dan keripik tempe. KUPL menjadi wadah produk unggulan di Desa Ngunut dan ditunjang juga melalui pusat inkubasi.


“Upaya meningkatkan Good Manufacturing Practices (GMP) dalam UMKM menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan. GMP melibatkan serangkaian prosedur standar untuk produksi dan distribusi barang, mencakup aspek kebersihan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi. Penerapan GMP tidak hanya meningkatkan standar produksi UMKM, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin ketat,” ujar Alvien.
Konsultan PLUT-KUKM Surakarta, Ida Juwita Sari, S.E. menyampaikan bawah produk-produk unggulan lokal yang akan dipasarkan secara luas perlu standarisasi sesuai peraturan yang berlaku. “Mulai dari produk olahan jadi maupun setengah jadi perlu dilakukan standarisasi seperti PIRT dan BPOM, dari segi kemasan produk pun perlu diperhatikan agar sesuai dengan segmentasi pasar dan keamanan produknya sendiri,” ujar Ida.
Tim Omah Anyam FP UNS telah menyusun rancangan kegiatan sesuai dengan timeline keberjalanan yang telah ditentukan. Kegiatan Tim Omah Anyam antar lain yaitu sosialisasi dan FGD, pelatihan dan mentoring tentang produk development dan technosociopreneurship, pelatihan digital marketing, pemasaran dan pembukuan, monitoring dan evaluasi, serta pendampingan. Pada program ini, juga akan dibentuk Klinik Bisnis melalui KUPL Desa Ngunut. Dengan demikian, diharapkan Desa Ngunut dapat berkembang sebagai pusat UMKM yang berdaya saing dan berkontribusi positif terhadap perekonomian lokal. HUMAS UNS
Redaktur: Dwi Hastuti











