Warga Berita, 4 Maret 2024– Gabungan Pemantau Pemilu Nasional, yang terdiri dari Lentera Studi Pemuda Indonesia, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia, dan Indonesia Youth Epicentrum yang datang pada Rekapitulasi Suara Luar Negeri di hari pertama dan mengikuti melalui Chanel YouTube KPU RI menganggap sudah on track dalam mengawal demokrasi pada pesta demokrasi 2024.
“Walaupun Si Rekap, yang merupakan salah satu aplikasi yang digunakan dalam proses pemilu, dinilai sering mengalami kesalahan atau eror. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan akurasi hasil pemilu, yang dapat mempengaruhi legitimasi proses demokratis”, Ungkap Denni Presidium Gabungan Pemantau Nasional.
Namun, di sisi lain, Gabungan Pemantau Pemilu Nasional juga mengapresiasi kinerja Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) dalam menerapkan model C1 Plano luar negeri. Model perhitungan ini dianggap sebagai contoh yang masih dapat dipercaya oleh masyarakat dalam menentukan hasil pemilu.
Dalam wawancara eksklusif dengan Ilham seorang anggota Gabungan Pemantau Pemilu Nasional, ia mengatakan, “Kami menyadari pentingnya teknologi dalam proses pemilu modern, namun kami juga prihatin dengan seringnya terjadi kesalahan dalam aplikasi Si Rekap. Kesalahan tersebut dapat mengganggu integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu. Oleh karena itu, kami mendesak KPU untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aplikasi tersebut.”
“Dalam hal yang sama, kami juga menghargai upaya KPU dalam menerapkan model C1 Plano luar negeri. Model ini telah terbukti dapat menjadi landasan yang dapat dipercaya dalam perhitungan hasil pemilu, dan kami berharap KPU dapat terus mempertahankan standar keakuratan dan transparansi dalam proses demokrasi kita,” tambahnya.
Gabungan Pemantau Pemilu Nasional juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam proses pemilu untuk bersama-sama menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokratis di Indonesia. (Red)













