WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Food Estate saja Gagal » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
7 Maret 2024
Reading Time: 3 mins read
0
Food Estate saja Gagal » Warga Berita

0703 prabowo
Tangkapan layar Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto berpidato dalam acara Mandiri Investment Forum 2024 di Jakarta, Selasa (5/3/2024) sebagaimana disiarkan kanal YouTube resmi Bank Mandiri | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Belum lagi menjadi presiden definitif, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto sudah berjanji, kurang dari lima tahun Indonesia sudah bisa menjadi negara eksportir dan mandiri pangan.

Terhadap hal itu, pengamat Pertanian dari Center of Reform on Economic (CORE), Eliza Mardian menilai pendekatan yang digunakan Ketua Umum Partai Gerindra itu keliru.

“Beliau memang selalu optimis dalam hal apa pun, hanya saja pendekatan yang digunakan keliru,” katanya saat dihubungi, Rabu (6/3/2024).

Pasalnya, sebut Eliza, rakyat sudah dapat berkaca dan melihat rekam jejak dari program-program sebelumnya.

Salah satu yang disoroti adalah program food estate atau lumbung pangan, yang dinilai gagal dan merugikan masyarakat.

“Food estate ini proyek yang perlu dievaluasi total, karena gagal terus dan merugikan masyarakat sekitar,” ucap Eliza.

Alih-alih terus membangun food estate yang gagal, Eliza mengatakan bahwa seharusnya pemerintah mulai berfokus pada intensifikasi di lahan eksisting.

“Petani di lahan Jawa kurang diperhatikan, (produksi) dibiarkan terus menurun karena kerusakan irigasi, sementara pemerintah sibuk membuka luas lahan baru bahkan mengorbankan hutan,” ucapnya.

Akan tetapi, menurut Eliza, pemerintah saat ini masih berorientasi pada ekstensifikasi, bukan intensifikasi di lahan eksisting. Padahal, katanya, ekstensifikasi di lahan rawa belum mampu mengoptimalkan produksi.

Ia menyatakan, bakal sulit menggenjot produksi pangan apabila kebijakan yang dibuat pemerintah tidak menyentuh akar persoalan, yaitu kesejahteraan petani.

Menurut Eliza, pilar utama mewujudkan Indonesia negara pengekspor pangan dunia di masa mendatang adalah dengan menyejahterakan petani.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan optimismenya itu saat menghadiri acara Mandiri Investment Forum 2024 di Jakarta pada Selasa (5/3/2024).

Dalam kesempatannya itu, pasangan cawapres Gibran Rakabuming Raka ini menyatakan, bahwa Indonesia bisa menjadi negara mandiri pangan, bahkan mampu mengekspor pangannya dalam 3 sampai 4 tahun ke depan.

Menurut Prabowo, Indonesia harus belajar dari negara seperti Cina dan India. Dari Cina, misalnya, Indonesia bisa mempelajari bagaimana negara tirai bambu itu mampu menyelesaikan permasalahan kemiskinan.

Sementara dari India, menurut dia, Indonesia perlu belajar karena negara tersebut menjadi salah satu negara eksportir pangan terbesar, utamanya beras.

“Kita harus belajar dari praktik terbaik yang dilakukan India dan Tiongkok dalam mengentaskan kemiskinan di banyak negara di dunia,” ujarnya.  

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

0703 prabowo
Tangkapan layar Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto berpidato dalam acara Mandiri Investment Forum 2024 di Jakarta, Selasa (5/3/2024) sebagaimana disiarkan kanal YouTube resmi Bank Mandiri | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Belum lagi menjadi presiden definitif, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto sudah berjanji, kurang dari lima tahun Indonesia sudah bisa menjadi negara eksportir dan mandiri pangan.

Terhadap hal itu, pengamat Pertanian dari Center of Reform on Economic (CORE), Eliza Mardian menilai pendekatan yang digunakan Ketua Umum Partai Gerindra itu keliru.

“Beliau memang selalu optimis dalam hal apa pun, hanya saja pendekatan yang digunakan keliru,” katanya saat dihubungi, Rabu (6/3/2024).

Pasalnya, sebut Eliza, rakyat sudah dapat berkaca dan melihat rekam jejak dari program-program sebelumnya.

Salah satu yang disoroti adalah program food estate atau lumbung pangan, yang dinilai gagal dan merugikan masyarakat.

“Food estate ini proyek yang perlu dievaluasi total, karena gagal terus dan merugikan masyarakat sekitar,” ucap Eliza.

Alih-alih terus membangun food estate yang gagal, Eliza mengatakan bahwa seharusnya pemerintah mulai berfokus pada intensifikasi di lahan eksisting.

“Petani di lahan Jawa kurang diperhatikan, (produksi) dibiarkan terus menurun karena kerusakan irigasi, sementara pemerintah sibuk membuka luas lahan baru bahkan mengorbankan hutan,” ucapnya.

Akan tetapi, menurut Eliza, pemerintah saat ini masih berorientasi pada ekstensifikasi, bukan intensifikasi di lahan eksisting. Padahal, katanya, ekstensifikasi di lahan rawa belum mampu mengoptimalkan produksi.

Ia menyatakan, bakal sulit menggenjot produksi pangan apabila kebijakan yang dibuat pemerintah tidak menyentuh akar persoalan, yaitu kesejahteraan petani.

Menurut Eliza, pilar utama mewujudkan Indonesia negara pengekspor pangan dunia di masa mendatang adalah dengan menyejahterakan petani.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan optimismenya itu saat menghadiri acara Mandiri Investment Forum 2024 di Jakarta pada Selasa (5/3/2024).

Dalam kesempatannya itu, pasangan cawapres Gibran Rakabuming Raka ini menyatakan, bahwa Indonesia bisa menjadi negara mandiri pangan, bahkan mampu mengekspor pangannya dalam 3 sampai 4 tahun ke depan.

Menurut Prabowo, Indonesia harus belajar dari negara seperti Cina dan India. Dari Cina, misalnya, Indonesia bisa mempelajari bagaimana negara tirai bambu itu mampu menyelesaikan permasalahan kemiskinan.

Sementara dari India, menurut dia, Indonesia perlu belajar karena negara tersebut menjadi salah satu negara eksportir pangan terbesar, utamanya beras.

“Kita harus belajar dari praktik terbaik yang dilakukan India dan Tiongkok dalam mengentaskan kemiskinan di banyak negara di dunia,” ujarnya.  

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Awal 2024 Sudah 7 BPR Rontok, Pengamat Perkirakan Jumlahnya Akan Terus Bertambah » Warga Berita

Awal 2024 Sudah 7 BPR Rontok, Pengamat Perkirakan Jumlahnya Akan Terus Bertambah » Warga Berita

Bawaslu DKI Periksa Kegiatan Capres-Cawapres di Lokasi Car Free Day

Menyoal Politik Uang Caleg dari Demokrat, Bawaslu Jakpus Periksa Pelapor dan Saksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Personil Polsek Brebes Sambang Tokoh Masyarakat Ikut Jaga Kamtibmas Pasca Pemilu 2024

Personil Polsek Brebes Sambang Tokoh Masyarakat Ikut Jaga Kamtibmas Pasca Pemilu 2024

25 Februari 2024
Ridwan Kamil Nilai Debat Capres-Cawapres Tak Akan Signifikan Ubah Elektabilitas di Pilpres 2024

Ridwan Kamil Klaim Pertemuan Jokowi dan Airlangga di Bogor Bahas Dinamika Politik 2024

6 Januari 2024

Ilmu Komunikasi UNSOED dan Kominfo Gelar Seminar Nasional Literasi Digital

6 Maret 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In