WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Final Debat Pilpres 2024 Nyaris Tak Ada Serangan, Ganjar Hanya Nyentil Soal Bansos Lewat Anies » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
4 Februari 2024
Reading Time: 4 mins read
0
Final Debat Pilpres 2024 Nyaris Tak Ada Serangan, Ganjar Hanya Nyentil Soal Bansos Lewat Anies » Warga Berita

0402 debat
(Dari kiri) Calon Presiden Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo saat mengikuti Debat Kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (4/2/2024) | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Tak seperti final dalam pertandingan sepakbola, ternyata final debat Pilpres 2024 pada Minggu (4/2/2024) malam di Jakarta Convention Center, Jakarta berlangsung lebih soft dibanding debat-debat sebelumnya, dan nyaris tanpa serangan.

Bahkan, calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan yang selama ini dikenal paling gencar menyerang di sesi-sesi debat sebelumnya, di final malah terkesan bersahabat.

Hanya Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang sedikit melontarkan serangan meski dengan tensi yang sedikit lebih soft, sementara capres nomor urut 2, Prabowo Subianto terlihat lebih sering mengungkapkan persetujuannya terhadap gagasan Ganjar maupun Anies.

Dalam salah satu sesi tanya jawab antar Capres Prabowo sempat menanyakan kepada Ganjar, apakah setuju dengan program Makan Siang Gratis yang digagas kubu Prabowo.

Menjawab pertanyaan itu, Ganjar mengatakan tak setuju dengan program makan siang gratis yang diusung Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

“Kalau ngasih makannya kepada anak-anak untuk mencegah stunting, saya sama sekali tidak setuju karena Bapak terlambat,” kata Ganjar. “Stunting itu ditangani sejak bayi dalam kandungan Pak.”

Ganjar menuturkan, untuk mencegah stunting seharusnya pemerintah membuat program untuk memperbaiki gizi ibu hamil. Jika gizi ibu baik dan melakukan cek kesehatan secara rutin, Ganjar meyakini ibu dan anaknya akan mengalami pertumbuhan yang sehat.

Dengan demikian, ia mengatakan setuju apabila program perbaikan gizi menyasar pada ibu hamil, bukan pada anak-anak usia sekolah. Sebab pemberian makan kepada anak-anak, menurutnya, lebih tepat untuk mengatasi masalah gizi buruk.

“Kalau gizi buruk Bapak memperbaiki (dengan makan siang gratis) boleh. Jadi jangan sampai confuse Warga Berita stunting dan pemberian makan Pak,” ucap Ganjar.

Bahkan, menurut Ganjar, pemberian makan gratis justru akan menimbulkan masalah kesehatan yang baru. Seperti penyakit obesitas yang ia nilai akan lebih berbahaya.

Sedangkan untuk mengatasi stunting, Ganjar menawarkan solusi lain. Menurutnya, stunting bisa dicegah sejak calon orang tua mau menikah. Sehingga, dapat didorong pemeriksaan kesehatan untuk para calon pengantin perempuan maupun laki-laki. Ditambah program pencegahan pernikahan dini.

Sentilan Ganjar Soal Bansos

Adapun serangan yang dilakukan Ganjar kepada kubu Prabowo dilakukan dengan soft dalam bentuk sindiran, yang ditanyakan justru kepada Anies Baswedan.

Saat itu, Ganjar menanyakan seputar strategi pengelolaan Bansos. Pertanyaan ini terasa merupakan sindiran untuk pemberian Bansos yang gencar dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejumlah desa di tanah air di masa kampanye Pilpres 2024.

Sebagaimana diketahui, pemberian Bansos oleh Presiden di masa kampanye tersebut disorot oleh banyak kalangan sebagai sikap dan tindakan yang tidak netral dan menguntungkan salah satu pasangan calon presiden.

Merespon pertanyaan Ganjar tersbut, Anies Baswedan mengatakan, bantuan sosial adalah bantuan kepada penerima, bukan bantuan kepada pemberi Bansos.

“Karena ia harus diberi sesuai kebutuhan penerima. Kalau penerima membutuhkan saat ini. Kalau dibutuhkan tiga bulan lagi, ya (diberikan) tiga bulan lagi. Bansos dijadikan sebagai kebutuhan,” kata Anies.

Pemberian Bansos sesuai kebutuhan tersebut, menurut Anies, merupakan pemberian bansos tanpa pamrih.

“Kedua, pemberian bansos harus tepat sasaran. Artinya diberikan melalui pendataan yang baik. Informasi, data itu harus akurat,” ujarnya.

Berikutnya, Anies menjelaskan langkah yang lain dalam pengelolaan Bansos, adalah dengan mekanisme penyalurannya melalui jalur birokrasi.

“Bukan dibagikan di pinggir jalan,” ucap Anies.

Anies pun menyoroti pendistribusian Bansos harus tepat sasaran, terutama orang yang berhak menerima Bansos tersebut. Tepat sasaran menjadi hal yang tak kalah penting dalam menyalurkan Bansos.

“Bisa dipastikan mereka yang miskin, prasejahtera termasuk di dalamnya, jangan sampai mereka terlewatkan,” tutur dia.

Tanggapan Anies itu berawal dari pertanyaan Ganjar bagaimana tata kelola bansos agar tidak ada saling klaim, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan kecemburuan.

“Sehingga ini menjadi satu harapan yang bisa diterima oleh rakyat,” kata Ganjar, bertanya kepada Anies.

www.tempo.co | suhamdani

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

0402 debat
(Dari kiri) Calon Presiden Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo saat mengikuti Debat Kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Minggu (4/2/2024) | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Tak seperti final dalam pertandingan sepakbola, ternyata final debat Pilpres 2024 pada Minggu (4/2/2024) malam di Jakarta Convention Center, Jakarta berlangsung lebih soft dibanding debat-debat sebelumnya, dan nyaris tanpa serangan.

Bahkan, calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan yang selama ini dikenal paling gencar menyerang di sesi-sesi debat sebelumnya, di final malah terkesan bersahabat.

Hanya Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo yang sedikit melontarkan serangan meski dengan tensi yang sedikit lebih soft, sementara capres nomor urut 2, Prabowo Subianto terlihat lebih sering mengungkapkan persetujuannya terhadap gagasan Ganjar maupun Anies.

Dalam salah satu sesi tanya jawab antar Capres Prabowo sempat menanyakan kepada Ganjar, apakah setuju dengan program Makan Siang Gratis yang digagas kubu Prabowo.

Menjawab pertanyaan itu, Ganjar mengatakan tak setuju dengan program makan siang gratis yang diusung Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

“Kalau ngasih makannya kepada anak-anak untuk mencegah stunting, saya sama sekali tidak setuju karena Bapak terlambat,” kata Ganjar. “Stunting itu ditangani sejak bayi dalam kandungan Pak.”

Ganjar menuturkan, untuk mencegah stunting seharusnya pemerintah membuat program untuk memperbaiki gizi ibu hamil. Jika gizi ibu baik dan melakukan cek kesehatan secara rutin, Ganjar meyakini ibu dan anaknya akan mengalami pertumbuhan yang sehat.

Dengan demikian, ia mengatakan setuju apabila program perbaikan gizi menyasar pada ibu hamil, bukan pada anak-anak usia sekolah. Sebab pemberian makan kepada anak-anak, menurutnya, lebih tepat untuk mengatasi masalah gizi buruk.

“Kalau gizi buruk Bapak memperbaiki (dengan makan siang gratis) boleh. Jadi jangan sampai confuse Warga Berita stunting dan pemberian makan Pak,” ucap Ganjar.

Bahkan, menurut Ganjar, pemberian makan gratis justru akan menimbulkan masalah kesehatan yang baru. Seperti penyakit obesitas yang ia nilai akan lebih berbahaya.

Sedangkan untuk mengatasi stunting, Ganjar menawarkan solusi lain. Menurutnya, stunting bisa dicegah sejak calon orang tua mau menikah. Sehingga, dapat didorong pemeriksaan kesehatan untuk para calon pengantin perempuan maupun laki-laki. Ditambah program pencegahan pernikahan dini.

Sentilan Ganjar Soal Bansos

Adapun serangan yang dilakukan Ganjar kepada kubu Prabowo dilakukan dengan soft dalam bentuk sindiran, yang ditanyakan justru kepada Anies Baswedan.

Saat itu, Ganjar menanyakan seputar strategi pengelolaan Bansos. Pertanyaan ini terasa merupakan sindiran untuk pemberian Bansos yang gencar dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejumlah desa di tanah air di masa kampanye Pilpres 2024.

Sebagaimana diketahui, pemberian Bansos oleh Presiden di masa kampanye tersebut disorot oleh banyak kalangan sebagai sikap dan tindakan yang tidak netral dan menguntungkan salah satu pasangan calon presiden.

Merespon pertanyaan Ganjar tersbut, Anies Baswedan mengatakan, bantuan sosial adalah bantuan kepada penerima, bukan bantuan kepada pemberi Bansos.

“Karena ia harus diberi sesuai kebutuhan penerima. Kalau penerima membutuhkan saat ini. Kalau dibutuhkan tiga bulan lagi, ya (diberikan) tiga bulan lagi. Bansos dijadikan sebagai kebutuhan,” kata Anies.

Pemberian Bansos sesuai kebutuhan tersebut, menurut Anies, merupakan pemberian bansos tanpa pamrih.

“Kedua, pemberian bansos harus tepat sasaran. Artinya diberikan melalui pendataan yang baik. Informasi, data itu harus akurat,” ujarnya.

Berikutnya, Anies menjelaskan langkah yang lain dalam pengelolaan Bansos, adalah dengan mekanisme penyalurannya melalui jalur birokrasi.

“Bukan dibagikan di pinggir jalan,” ucap Anies.

Anies pun menyoroti pendistribusian Bansos harus tepat sasaran, terutama orang yang berhak menerima Bansos tersebut. Tepat sasaran menjadi hal yang tak kalah penting dalam menyalurkan Bansos.

“Bisa dipastikan mereka yang miskin, prasejahtera termasuk di dalamnya, jangan sampai mereka terlewatkan,” tutur dia.

Tanggapan Anies itu berawal dari pertanyaan Ganjar bagaimana tata kelola bansos agar tidak ada saling klaim, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan kecemburuan.

“Sehingga ini menjadi satu harapan yang bisa diterima oleh rakyat,” kata Ganjar, bertanya kepada Anies.

www.tempo.co | suhamdani

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Hasyim Minta Seluruh Jajaran KPU Selenggarakan Pemilu dengan Transparan dan Profesional

KPU Ingatkan Masyarakat Jika Pemungutan Suara Pilpres Tinggal 10 Hari Lagi

CT Scan dan PET Scan Harus Ada di Seluruh Rumah Sakit Indonesia – Warga Berita

CT Scan dan PET Scan Harus Ada di Seluruh Rumah Sakit Indonesia – Warga Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Sambut Imlek 2025, Vihara Lotus Solo Laksanakan Ritual Fang Sheng

Sambut Imlek 2025, Vihara Lotus Solo Laksanakan Ritual Fang Sheng

30 Januari 2025
Stasiun Solobalapan Melayani Lebih dari 100.000 Penumpang Selama Libur Nataru

Stasiun Solobalapan Melayani Lebih dari 100.000 Penumpang Selama Libur Nataru

21 Januari 2025
Cak Imin Paparkan Sejumlah Gagasan AMIN Jika Terpilih di Pilpres 2024

Cak Imin Klaim Bakal Benahi Sektor Perikanan dari Hulu Hingga Hilir

25 Januari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In