LEBAK, Warga Berita – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 438 petugas Pemilu 2024 yang tediri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) jatuh sakit karena terlalu kelelahan saat bertugas menjadi petugas pemilu.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Lebak dr Firman Rahmtullah menyebutkan, ratusan petugas yang sakit tersebut berdasarkan data Dinkes Lebak pada pemeriksaan Pemilu 2024 yang sudah masuk di Puskesmas di masing-masing kecamatan.
“Jadi berdasarkan data di masing-masing Puskesmas, memang ada menjalani rawat inap di Puskesmas Cikulur tetapi sudah pulang, terus ada juga yang dirujuk ke Rumah Sakit sebanyak tiga orang tetapi itu sudah pulang,” kata Firman kepada Warga Berita, Rabu 21 Februari 2024.
Dijelaskan dr Firman, terkait ratusan petugas Pemilu yang menjalani rawat inap setiap waktu akan berbeda karena banyak yang sudah sembuh. Tetapi ada juga petugas Pemilu yang menjalani pemeriksaan karena keluhan sakiit serta kelelahan.
“Karena pergerakannya tiap jam berbeda-beda, jadi pasti ada yang keluar masuk. Sehingga progres data yang masuk bisa bertambah,” ujarnya.
Diketahui dari data KPU Lebak total di Lebak ada 3.995 tempat pemungutan suara (TPS) dan setiap TPS nya diisi sebanyak 9 orang, terdiri dari 7 petugas TPS dan 2 orang bagian keamanan.
Firman menyebutkan, ratusan petugas tersebut jatuh sakit karena faktor kelelahan karena terus-menerus melalukan pekerjaan saat melaksanakan tugasnya di Pemilu 2024.
“Paling banyak keluhan pusing karena kelahan dan tekanan darahnya yang naik, yang berakibat ratusan petugas akhirnya jatuh sakit,” tuturnya.
Sementara Ketua PPK Cijaku Nurzaman menyampaikan, rata-rata petugas yanng mengalami kelelahan terjadi pada petugas KPPS yang sakit dan menjalani rawat inap di Puskesmas.
“Kalo untuk PPK aman tidak ada, rata-rata karena faktor kelelahan akhinya harus dirawat di Puskesmas,” katanya.
Ditambahkanya, total ada 12 orang petugas yang dirawat inap di Puskesmas Cijaku karena kelelahan saat menjadi petugas KPPS. Petugas yang menjalani perawatan terjadi pada tanggal 17-18 Februari 2024.
“Untuk 9 orang sudah pulang, tetapi ada 3 orang yang masih dirawat, mereka kelelahan pasca menjadi petugas KPPS,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Abdul Rozak
LEBAK, Warga Berita – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 438 petugas Pemilu 2024 yang tediri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) jatuh sakit karena terlalu kelelahan saat bertugas menjadi petugas pemilu.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Lebak dr Firman Rahmtullah menyebutkan, ratusan petugas yang sakit tersebut berdasarkan data Dinkes Lebak pada pemeriksaan Pemilu 2024 yang sudah masuk di Puskesmas di masing-masing kecamatan.
“Jadi berdasarkan data di masing-masing Puskesmas, memang ada menjalani rawat inap di Puskesmas Cikulur tetapi sudah pulang, terus ada juga yang dirujuk ke Rumah Sakit sebanyak tiga orang tetapi itu sudah pulang,” kata Firman kepada Warga Berita, Rabu 21 Februari 2024.
Dijelaskan dr Firman, terkait ratusan petugas Pemilu yang menjalani rawat inap setiap waktu akan berbeda karena banyak yang sudah sembuh. Tetapi ada juga petugas Pemilu yang menjalani pemeriksaan karena keluhan sakiit serta kelelahan.
“Karena pergerakannya tiap jam berbeda-beda, jadi pasti ada yang keluar masuk. Sehingga progres data yang masuk bisa bertambah,” ujarnya.
Diketahui dari data KPU Lebak total di Lebak ada 3.995 tempat pemungutan suara (TPS) dan setiap TPS nya diisi sebanyak 9 orang, terdiri dari 7 petugas TPS dan 2 orang bagian keamanan.
Firman menyebutkan, ratusan petugas tersebut jatuh sakit karena faktor kelelahan karena terus-menerus melalukan pekerjaan saat melaksanakan tugasnya di Pemilu 2024.
“Paling banyak keluhan pusing karena kelahan dan tekanan darahnya yang naik, yang berakibat ratusan petugas akhirnya jatuh sakit,” tuturnya.
Sementara Ketua PPK Cijaku Nurzaman menyampaikan, rata-rata petugas yanng mengalami kelelahan terjadi pada petugas KPPS yang sakit dan menjalani rawat inap di Puskesmas.
“Kalo untuk PPK aman tidak ada, rata-rata karena faktor kelelahan akhinya harus dirawat di Puskesmas,” katanya.
Ditambahkanya, total ada 12 orang petugas yang dirawat inap di Puskesmas Cijaku karena kelelahan saat menjadi petugas KPPS. Petugas yang menjalani perawatan terjadi pada tanggal 17-18 Februari 2024.
“Untuk 9 orang sudah pulang, tetapi ada 3 orang yang masih dirawat, mereka kelelahan pasca menjadi petugas KPPS,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Abdul Rozak












