Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memfasilitasi pertemuan dan diskusi antara PT Global Dairy Alami (GDA) dengan petani milenial untuk pengembangan pakan ternak berbasis jagung. Kemitraan ini mendukung proyek peternakan sapi perah yang segera dibagun di kabupaten Brebes, dengan perkiraan membutuhkan pasokan pakan hingga 80 ton per hari.
Dalam diskusi yang digelar di Kantor DPRD Jawa Tengah, Rabu (9/4/2025), terungkap bahwa PT GDA (anak perusahaan Djarum Group) membutuhkan pasokan jagung yang besar untuk mendukung peternakan sapi perahnya. Proyek ini menargetkan 28.000 ekor sapi di Brebes, sehingga diperlukan sinergi dengan petani lokal, koperasi, dan perbankan.
Hadir dalam pertemuan tersebut:
- Mohammad Saleh (Wakil Ketua DPRD Jateng)
- Himawan Wahyu Pamungkas (Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng)
- Ir. Ony Suharasono (Direktur Bisnis Kelembagaan Bank Jateng)
- Perwakilan PT Global Dairy Alami
- Anggota DPRD Jateng (Andiniya Komala & Catur Agus Saptono)
- Perwakilan petani milenial dan koperasi di jawa tengah
Mohammad Saleh menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan. Bank Jateng siap mendukung dengan skema pembiayaan, sementara Pemprov Jateng berkomitmen menyediakan bantuan benih untuk petani milenial.
“Kami mendorong kerja sama antara petani, koperasi, dan perusahaan agar terjadi rantai pasok yang berkelanjutan. Ini akan menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memenuhi kebutuhan industri peternakan,” ujar Saleh.
Peluang Bisnis bagi Petani Milenial
PT GDA membuka peluang bagi petani milenial dan kelompok tani untuk terlibat dalam skema kemitraan, mulai dari budidaya jagung hingga penyediaan pakan ternak. Dengan permintaan 80 ton pakan per hari, proyek ini dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi petani di Brebes dan sekitarnya.
“Kami ingin petani tidak hanya sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga terlibat dalam nilai tambah produksi pakan ternak,” jelas perwakilan PT GDA.
Dampak Ekonomi dan Swasembada Pakan
Proyek ini diharapkan dapat:
✅ Meningkatkan kesejahteraan petani jagung di Jateng
✅ Mengurangi ketergantungan impor pakan ternak
✅ Memperkuat industri sapi perah nasional
✅ Menciptakan lapangan kerja baru di sektor agribisnis
DPRD Jateng akan memantau perkembangan kemitraan ini dan mendorong peran aktif dinas terkait serta perbankan untuk memastikan program berjalan lancar.
“Ke depan, kolaborasi seperti ini harus diperluas ke daerah lain di Jateng agar petani dan peternak sama-sama diuntungkan,” pungkas Mohammad Saleh.












