SERANG, Warga Berita – Menumbuhkan kecintaan pada sejarah tentu dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Perasaan tersebut akan tumbuh setelah melihat dan mengamati jejak-jejak perjalanan bangsa yang terkumpul dalam arsip.
Arsip sebagai memori kolektif suatu bangsa. Maka, perlu untuk melakukan pemeliharaan dan pengelolaan arsip secara baik.
Suatu saat nanti, arsip akan sangat penting untuk dilakukan peninjauan ulang guna menjaga informasi yang sangat berharga.
Pemeliharaannya yang tidak hanya sekadar memelihara fisik arsip, tetapi juga informasi yang terkandung di dalam arsip itu sendiri.
Lingkungan penyimpanan arsip meliputi tempat pengawetan arsip, ruangan arsip, kantor, gedung atau lokasi suatu data yang dapat disebut sebagai tempat penyimpanan arsip.
Kantor-kantor arsip yang langsung di bawah tanggung jawab pemerintah maupun swasta, perlu mendapat pengamanan dari berbagai macam bahaya seperti kebakaran, kebanjiran, pencurian dan sabotase.
Dikatakan Arsiparis Ahli Muda DPK Banten, Eka Kurnia, pelajar harus mengetahui sejarah di daerahnya. Tak hanya itu, ia menyebut, pelajar harus melestarikannya.
“Sejarah merupakan momen yang harus dikenang dan dijaga. Begitu pula sejarah yang sudah diarsipkan, pelajar harus mampu melestarikannya,” katanya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sendiri, memiliki ruang arsip sejarah yang menampilkan berbagai histori sejarah Provinsi Banten yang disebut diorama.
“Banyak dari pelajar ataupun mahasiswa yang berkunjung ke sini untuk melakukan penelitian maupun tugas, kami layani dengan baik, berikan penjelasan mengenai sejarah, dan cara mengamankan keutuhan arsip tersebut. Namun dalam kegiatannya harus tetap dalam pengawalan, untuk meminimalisisir hal buruk yang terjadi,” ucapnya.
“Ini adalah diorama, nantinya akan disulap lebih menarik lagi, sehingga semakin menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan penasaran ingn mendalami sejarah Banten,” sambungnya.
Ia berharap, pelajar atau mahasiswa bisa memahami arti penting sebuah arsip sejarah, dan bisa menjaga keutuhannya. (*)
Reporter: Eko Fajar
Editor: Agus Priwandono
SERANG, Warga Berita – Menumbuhkan kecintaan pada sejarah tentu dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Perasaan tersebut akan tumbuh setelah melihat dan mengamati jejak-jejak perjalanan bangsa yang terkumpul dalam arsip.
Arsip sebagai memori kolektif suatu bangsa. Maka, perlu untuk melakukan pemeliharaan dan pengelolaan arsip secara baik.
Suatu saat nanti, arsip akan sangat penting untuk dilakukan peninjauan ulang guna menjaga informasi yang sangat berharga.
Pemeliharaannya yang tidak hanya sekadar memelihara fisik arsip, tetapi juga informasi yang terkandung di dalam arsip itu sendiri.
Lingkungan penyimpanan arsip meliputi tempat pengawetan arsip, ruangan arsip, kantor, gedung atau lokasi suatu data yang dapat disebut sebagai tempat penyimpanan arsip.
Kantor-kantor arsip yang langsung di bawah tanggung jawab pemerintah maupun swasta, perlu mendapat pengamanan dari berbagai macam bahaya seperti kebakaran, kebanjiran, pencurian dan sabotase.
Dikatakan Arsiparis Ahli Muda DPK Banten, Eka Kurnia, pelajar harus mengetahui sejarah di daerahnya. Tak hanya itu, ia menyebut, pelajar harus melestarikannya.
“Sejarah merupakan momen yang harus dikenang dan dijaga. Begitu pula sejarah yang sudah diarsipkan, pelajar harus mampu melestarikannya,” katanya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sendiri, memiliki ruang arsip sejarah yang menampilkan berbagai histori sejarah Provinsi Banten yang disebut diorama.
“Banyak dari pelajar ataupun mahasiswa yang berkunjung ke sini untuk melakukan penelitian maupun tugas, kami layani dengan baik, berikan penjelasan mengenai sejarah, dan cara mengamankan keutuhan arsip tersebut. Namun dalam kegiatannya harus tetap dalam pengawalan, untuk meminimalisisir hal buruk yang terjadi,” ucapnya.
“Ini adalah diorama, nantinya akan disulap lebih menarik lagi, sehingga semakin menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan penasaran ingn mendalami sejarah Banten,” sambungnya.
Ia berharap, pelajar atau mahasiswa bisa memahami arti penting sebuah arsip sejarah, dan bisa menjaga keutuhannya. (*)
Reporter: Eko Fajar
Editor: Agus Priwandono












