LEBAK, Warga Berita- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak menyebut masa tanam mundur yang mengakibatkan harga beras mahal dan tak terkendali di sejumlah pasar termasuk di Kabupaten Lebak.
Kepala Distan Lebak Rahmat mengatakan, ada faktor utama yang mengakibatkan harga beras mahal karena dampak fenomena El Nino yang mengakibatkan harga beras menjadi mahal.
“Karena dampak El Nino tahun 2023 lalu, yang akhirnya mengakibatkan stok gabah defisit dan akhirnya harga beras menjadi mahal,” kata Rahmat saat dihubungi, Warga Berita, Kamis 29 Februari 2024.
Ia menjelaskan, dampak El Nino tersebut berakibat panjang yang mengkibatkan petani harus mundur masa tanam padi. Sehingga berakibat apa yang tejadi saat ini menjadi stok gaba kurang dan harga beras mahal.
“Jadi petani baru mulai masa tanam bulan November tahun lalu, sehingga telat panen, karena dampak El Nino banyak petani belum memasuki masa panen,” jelas Rahmat.
Rahmat memprediksi, untuk wilayah Lebak akan memasuki masa panen pada bulan Maret 2024 mendatang. Karena pada bulan tersebut petani ditargetkan akan memulai panen raya.
“Ditargetkan bulan Maret masa panen raya, untuk willayah Kabupaten Lebak,” tuturnya.
Diketahui wilayah Kecamatan Malingping, Wanasalam dan Cibadak merupakan penghasil gabah dan padi di Kabupaten Lebak. Saat ini Lebak menjadi wilayah yang memiliki pesawahan yang cukup luas di Banten.
Saat ini harga beras di Pasar Rangkasbitung untuk beras premium Rp 17.000 per kilogram dan beras kualitas biasa Rp 14.000 – 15.000 per kilogram.
Pedagang beras Anwar mengatakan saat ini harga beras masih bertahan dan belum cenderung baik untuk beras premium dan biasa.
“Harganya masih mahal, cenderung naik. Untuk premium masih Rp 18.000 per kilogram. Semoga untuk kedepanya kembali ke harga normal,” terang Anwar.
Sebelumnya Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Lebak-Pandeglang sudah menyediakan stok beras 3.300 ton dan ditargetkan stok aman hingga bulan Ramadan.
Kepala Perum Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang Agung Trisakti mengatakan, terkait dengan kenaikan harga beras pihaknya melakukan dua program yakni, program beras Stabilitas Pangan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan.
“Untuk per hari ini itu, ada di angka 3.300 ton. Yang dimana stok tersebut sangat mencukupi, mengahadapi bulan Ramadan, Insya Allah mencukupi,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Abdul Rozak
LEBAK, Warga Berita- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak menyebut masa tanam mundur yang mengakibatkan harga beras mahal dan tak terkendali di sejumlah pasar termasuk di Kabupaten Lebak.
Kepala Distan Lebak Rahmat mengatakan, ada faktor utama yang mengakibatkan harga beras mahal karena dampak fenomena El Nino yang mengakibatkan harga beras menjadi mahal.
“Karena dampak El Nino tahun 2023 lalu, yang akhirnya mengakibatkan stok gabah defisit dan akhirnya harga beras menjadi mahal,” kata Rahmat saat dihubungi, Warga Berita, Kamis 29 Februari 2024.
Ia menjelaskan, dampak El Nino tersebut berakibat panjang yang mengkibatkan petani harus mundur masa tanam padi. Sehingga berakibat apa yang tejadi saat ini menjadi stok gaba kurang dan harga beras mahal.
“Jadi petani baru mulai masa tanam bulan November tahun lalu, sehingga telat panen, karena dampak El Nino banyak petani belum memasuki masa panen,” jelas Rahmat.
Rahmat memprediksi, untuk wilayah Lebak akan memasuki masa panen pada bulan Maret 2024 mendatang. Karena pada bulan tersebut petani ditargetkan akan memulai panen raya.
“Ditargetkan bulan Maret masa panen raya, untuk willayah Kabupaten Lebak,” tuturnya.
Diketahui wilayah Kecamatan Malingping, Wanasalam dan Cibadak merupakan penghasil gabah dan padi di Kabupaten Lebak. Saat ini Lebak menjadi wilayah yang memiliki pesawahan yang cukup luas di Banten.
Saat ini harga beras di Pasar Rangkasbitung untuk beras premium Rp 17.000 per kilogram dan beras kualitas biasa Rp 14.000 – 15.000 per kilogram.
Pedagang beras Anwar mengatakan saat ini harga beras masih bertahan dan belum cenderung baik untuk beras premium dan biasa.
“Harganya masih mahal, cenderung naik. Untuk premium masih Rp 18.000 per kilogram. Semoga untuk kedepanya kembali ke harga normal,” terang Anwar.
Sebelumnya Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Lebak-Pandeglang sudah menyediakan stok beras 3.300 ton dan ditargetkan stok aman hingga bulan Ramadan.
Kepala Perum Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang Agung Trisakti mengatakan, terkait dengan kenaikan harga beras pihaknya melakukan dua program yakni, program beras Stabilitas Pangan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan.
“Untuk per hari ini itu, ada di angka 3.300 ton. Yang dimana stok tersebut sangat mencukupi, mengahadapi bulan Ramadan, Insya Allah mencukupi,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Abdul Rozak












