Pemudik yang melintas di Jalur Pantura Batang kini semakin dimudahkan dengan kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) di rest area yang disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Batang. Fasilitas baru ini menjadi solusi bagi pengendara mobil listrik yang membutuhkan pengisian daya selama perjalanan mudik Lebaran 2025.
Fasilitas Pengisian Daya Mobil Listrik di Batang
Kepala Dishub Batang, Eko Widiyanto, menjelaskan bahwa rest area ini tidak hanya menjadi tempat istirahat pemudik, tetapi kini juga dilengkapi dengan layanan pengisian daya untuk kendaraan listrik.
“Apabila ada mobil listrik yang kehabisan daya, kami bantu untuk mengisi daya kembali. Tempatnya di area Dishub,” terang Eko saat ditemui di halaman Dishub Kandeman, Kabupaten Batang, Selasa (1/4/2025).
Fasilitas ini merupakan yang pertama kali dihadirkan di Batang dan menjadi terobosan baru dalam mendukung mobilitas ramah lingkungan.
Layanan Permanen yang Siap Membantu Pemudik
Eko menegaskan bahwa layanan SPKL ini tidak hanya tersedia selama musim mudik Lebaran, tetapi akan beroperasi secara permanen.
“Layanan diberikan sejak Posko Mudik Terpadu ini dibuka sampai seterusnya karena sudah permanen,” tegasnya.
Waktu pengisian daya bervariasi, mulai dari 3 hingga 6 jam, tergantung kapasitas baterai masing-masing mobil listrik. Saat ini, baru satu unit SPKL yang disiagakan, namun rencananya akan ditambah bekerja sama dengan PLN.
Kolaborasi dengan PLN untuk Pengembangan SPKL
Dishub Batang telah menjalin kerja sama dengan PLN untuk menambah jumlah SPKL di wilayah ini. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya penggunaan mobil listrik di Indonesia.
“Saat ini memang baru satu unit SPKL yang disiagakan, namun bukan tidak mungkin akan ditambah jumlahnya oleh PLN karena telah bekerja sama dengan Dishub Batang,” ujar Eko.
Ke depan, diharapkan semakin banyak titik pengisian daya yang tersedia di Batang, terutama di sepanjang Jalur Pantura yang menjadi lintasan utama arus mudik.
Kehadiran SPKL di Batang tidak hanya memudahkan pemudik, tetapi juga mendukung transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan. Dengan fasilitas ini, pengendara mobil listrik tidak perlu khawatir kehabisan daya saat melintasi Batang.
Selain itu, langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung program kendaraan listrik nasional.












