Warga Berita – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadwalkan mengunjungi Lampung, Rabu (20/12/2023).
Dalam kunjungan kerjanya, Mentan Andi Amran Sulaiman diagendakan singgah ke Lampung Tengah untuk menanam padi bersama petani setempat.
Penanaman dengan sistem modern itu menggunakan traktor tanam (rice transplanter) di areal persawahan di Desa Adipuro, Kecamatan Trimurjo pada Rabu (20/12/2023) pagi.
Mentan Amran Sulaiman mengatakan, penggunaan mesin tanam tersebut adalah salah satu cara agar sektor pangan bisa memiliki daya saing di dunia.
Menurutnya, dunia saat ini sedang mengalami krisis pangan.
“Kita tidak boleh lengah. Jika pangan bermasalah maka negara akan bermasalah,” katanya, Rabu pagi.
Mentan Amran Sulaiman mengatakan, ketahanan pangan berhubungan dengan ketahanan negara.
“Kalau pangan mengalami krisis, bisa sangat berbahaya,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, kini curhatan kelompok petani (poktan) padi terkait kesulitan penanaman langsung “dibayar tunai” oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.
Keluh kesah itu disampaikan Ketua Poktan Adi Jaya, Kelurahan Adipuro bernama Madani saat diminta Mentan Amran naik ke panggung.
Madani mengeluhkan wilayah sawah kelompoknya seluas 51 hektar kesulitan mendapatkan air lantaran terlalu jauh dari aliran irigasi utama.
“Irigasi jauh dari dam Trimurjo, sekitar 3 kilometer. Jadi susah air,” kata Madani, Rabu (20/12/2023) pagi.
“Kenapa susah air, Pak?” tanya Amran.
Madani menjawab pengairan belum sampai ke areal persawahan mereka dan beberapa kali membuat aliran swadaya banyak yang bocor.
“Karena jauh, jadi tidak sampai (pengairan). Banyak bocor, Pak Menteri, jadi banyak terbuang percuma,” jawab Madani dengan keluguan masyarakat desa.
Mentan Amran pun langsung menunjuk pejabat Kementerian Pertanian untuk mengadakan pengerjaan irigasi di lokasi itu.
“Ada anggarannya? Bisa ya. Kita kasih 2 kilometer (irigasi),” kata Amran.
Madani juga curhat kelompoknya memerlukan traktor untuk mempercepat pengolahan lahan sawah.
“Kita belum punya buat pengolahan tanah. Masih (sewa) dari luar daerah,” kata Madani.
“Oke, kita kasih 2 ya, 2 saja. Itu satunya Rp 400 juta lho. Sekarang bapak minta nomornya,” jawab Amran. (Red)
Post Views: 19












