SERANG, Warga Berita – Calon Presiden (Capres) nomor urut satu, Anies Baswedan menyebut, apabila dirinya terpilih menjadi Presiden 2024-2029, akan menciptakan hubungan industrial yang berkeadilan.
Hal itu disampaikan Anies usai melakukan kampanye di Gedung Gelanggang Remaja (GGR), Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis, 21 Desember 2023.
Anies menilai, saat ini masih ada ketimpangan-ketimpangan yang terjadi pada para tenaga kerja di Indonesia. Padahal, kata dia, tenaga kerja merupakan unsur penting dalam perekonomian.
“Kami sampaikan bahwa hubungan industrial itu harus berkadilan. Dengan berkeadilan maka pekerja dan pemberi pekerjaan akan memiliki hubungan yang sehat,” ujarnya.
Anies menjelaskan, selain ketimpangan, masih ada peraturan yang tidak memberikan kepastian.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan sebuah reform (pembaruan) pada hubungan industrial.
“Hubungan yang sehat itu akan membangun iklim ekonomi yang sehat juga. Sekarang kita menyaksikan ada ketimpangan-ketimpangan, kemudian ada peraturan-peraturan yang tidak memberikan kepastian. Itu semua yang kita harapkan bisa dilakukan reform sehingga baik pengusaha maupun pekerja berada di dalam ekosistem yang sehat,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono
SERANG, Warga Berita – Calon Presiden (Capres) nomor urut satu, Anies Baswedan menyebut, apabila dirinya terpilih menjadi Presiden 2024-2029, akan menciptakan hubungan industrial yang berkeadilan.
Hal itu disampaikan Anies usai melakukan kampanye di Gedung Gelanggang Remaja (GGR), Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis, 21 Desember 2023.
Anies menilai, saat ini masih ada ketimpangan-ketimpangan yang terjadi pada para tenaga kerja di Indonesia. Padahal, kata dia, tenaga kerja merupakan unsur penting dalam perekonomian.
“Kami sampaikan bahwa hubungan industrial itu harus berkadilan. Dengan berkeadilan maka pekerja dan pemberi pekerjaan akan memiliki hubungan yang sehat,” ujarnya.
Anies menjelaskan, selain ketimpangan, masih ada peraturan yang tidak memberikan kepastian.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan sebuah reform (pembaruan) pada hubungan industrial.
“Hubungan yang sehat itu akan membangun iklim ekonomi yang sehat juga. Sekarang kita menyaksikan ada ketimpangan-ketimpangan, kemudian ada peraturan-peraturan yang tidak memberikan kepastian. Itu semua yang kita harapkan bisa dilakukan reform sehingga baik pengusaha maupun pekerja berada di dalam ekosistem yang sehat,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono












