SERANG, Warga Berita – Dinas Pertanian (Distan) Banten saat ini tengah melakukan mitigasi bencana banjir dan serangan hama yang dapat menyerang lahan pertanian di Provinsi Banten.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, di Banten terdapat beberapa daerah yang lahan pertaniannya rawan tekena banjir, khususnya di musim penghujan ini.
Pihaknya yang sudah melakukan pemetaan mencatat terdapat tiga Kabupaten dengan 11 Kecamatan yang masuk dalam kategori sangat rawan banjir. Ketiga daerah itu yakni Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Serang.
“Distan Banten memiliki tugas untuk melakukan mitigasi bagaimana jika terjadi suatu kejadian akibat perubahan cuaca seperti banjir maka dampak idealnya itu tidak lebih dari 5 persen. Dan bersyukur Banten dalam 5 tahun terakhir, terutama untuk kasus kita banjir boleh dikatakan saya belum pernah mencapai angka ekstrem di atas 5 persen,” ujar Agus M Tauchid kepada Radar Banten, Selasa 13 Februari 2024.
Dikatakannya, diawal bulan Februari ini Banten sudah memasuki puncak musim penghujan. Pihaknya pun mencatat terdapat 900 hektare lebih sawah di Kabupten Pandeglang terendam banjir. Banjir itu merendam padi yang memiliki umur tanam selama 12-50 harian.
Namun, saat ini berdasarkan pantauan dilapangan, banjir yang disebabkan hujan deras itu sudah surut. Dirinya pun memastikan tidak adanya lahan yang puso atau gagal panen akibat banjir itu.
Lebih jauhnya, Kadistan mengungkapkan, untuk menghindari petani merugi akibat gagal panen, pihaknya telah mendaftarkan 4.000 hektare lahan tani di Banten ke dalam program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Ribuan lahan itu didaftarkan asuransi secara cuma-cuma oleh Distan Banten, menginggat ribuan hektare lahan itu masuk dalam daerah rawan.
“Asuransi usaha tanaman padi itu penting kami berikan kepada petani pada wilayah yang patut juga rawan terhadap banjir, kekeringan dan terhadap serangan hama. Dengan asuransi itu para petani tidak akan mengalami kerugian mendalam jika suatu saat mengalami gagal panen,”ungkapnya.
Asuransi itu dibayarkan senilai Rp36.000 perhektare, Distan Banten sudah menganggarkan asuransi itu melalui APBD Banten 2024 senilai Rp144 juta.
Selain banjir, pihaknya juga melakukan mitigasi serangan hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) terhadap lahan tani di Banten. Agus menjelaskan bahwa dimusim tanam ini serangan OPT juga turut meningkat.
Terdapat lima OPT yang pihaknya waspadai yakni Pengerek Batang Padi atau PBP, Wereng Batang Coklat (WBC), Tikus, Hawar Daun Bakteri, dan serangan Blas.
“Kami pada tahun ini sudah melakukan upaya penanganan hama dengan sistem smart farming atau sistem pertanian pintar, yang mana kami memanfaatkan drone pintar untuk melakukan pengendalian hama dengan cara menyemprotkan cairan pembasmi hama yang ramah lingkungan kepada sawah yang terkena serangan hama,” timpal Fungsional POPT pada Distan Banten Mimi Hadijah.
Dikatakanya, pihaknya selalu berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memantau kondisi pertanian khususnya lahan yang terkena serangan hama.
“Pengendalian hama akan dilakukan dengan bahan yang ramah lingkungan, dan untuk mengantisipasi serangan hama itu kita melakukan merode peramalan, seperti jenis hama apa saja yang berpotensi disuatu daerah dan lain-lainnya, sehingga serangan hama itu bisa dikendalikan,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak
SERANG, Warga Berita – Dinas Pertanian (Distan) Banten saat ini tengah melakukan mitigasi bencana banjir dan serangan hama yang dapat menyerang lahan pertanian di Provinsi Banten.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, di Banten terdapat beberapa daerah yang lahan pertaniannya rawan tekena banjir, khususnya di musim penghujan ini.
Pihaknya yang sudah melakukan pemetaan mencatat terdapat tiga Kabupaten dengan 11 Kecamatan yang masuk dalam kategori sangat rawan banjir. Ketiga daerah itu yakni Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Serang.
“Distan Banten memiliki tugas untuk melakukan mitigasi bagaimana jika terjadi suatu kejadian akibat perubahan cuaca seperti banjir maka dampak idealnya itu tidak lebih dari 5 persen. Dan bersyukur Banten dalam 5 tahun terakhir, terutama untuk kasus kita banjir boleh dikatakan saya belum pernah mencapai angka ekstrem di atas 5 persen,” ujar Agus M Tauchid kepada Radar Banten, Selasa 13 Februari 2024.
Dikatakannya, diawal bulan Februari ini Banten sudah memasuki puncak musim penghujan. Pihaknya pun mencatat terdapat 900 hektare lebih sawah di Kabupten Pandeglang terendam banjir. Banjir itu merendam padi yang memiliki umur tanam selama 12-50 harian.
Namun, saat ini berdasarkan pantauan dilapangan, banjir yang disebabkan hujan deras itu sudah surut. Dirinya pun memastikan tidak adanya lahan yang puso atau gagal panen akibat banjir itu.
Lebih jauhnya, Kadistan mengungkapkan, untuk menghindari petani merugi akibat gagal panen, pihaknya telah mendaftarkan 4.000 hektare lahan tani di Banten ke dalam program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Ribuan lahan itu didaftarkan asuransi secara cuma-cuma oleh Distan Banten, menginggat ribuan hektare lahan itu masuk dalam daerah rawan.
“Asuransi usaha tanaman padi itu penting kami berikan kepada petani pada wilayah yang patut juga rawan terhadap banjir, kekeringan dan terhadap serangan hama. Dengan asuransi itu para petani tidak akan mengalami kerugian mendalam jika suatu saat mengalami gagal panen,”ungkapnya.
Asuransi itu dibayarkan senilai Rp36.000 perhektare, Distan Banten sudah menganggarkan asuransi itu melalui APBD Banten 2024 senilai Rp144 juta.
Selain banjir, pihaknya juga melakukan mitigasi serangan hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) terhadap lahan tani di Banten. Agus menjelaskan bahwa dimusim tanam ini serangan OPT juga turut meningkat.
Terdapat lima OPT yang pihaknya waspadai yakni Pengerek Batang Padi atau PBP, Wereng Batang Coklat (WBC), Tikus, Hawar Daun Bakteri, dan serangan Blas.
“Kami pada tahun ini sudah melakukan upaya penanganan hama dengan sistem smart farming atau sistem pertanian pintar, yang mana kami memanfaatkan drone pintar untuk melakukan pengendalian hama dengan cara menyemprotkan cairan pembasmi hama yang ramah lingkungan kepada sawah yang terkena serangan hama,” timpal Fungsional POPT pada Distan Banten Mimi Hadijah.
Dikatakanya, pihaknya selalu berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memantau kondisi pertanian khususnya lahan yang terkena serangan hama.
“Pengendalian hama akan dilakukan dengan bahan yang ramah lingkungan, dan untuk mengantisipasi serangan hama itu kita melakukan merode peramalan, seperti jenis hama apa saja yang berpotensi disuatu daerah dan lain-lainnya, sehingga serangan hama itu bisa dikendalikan,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak












