LEBAK, Warga Berita – Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Banten dari Partai Nasonal Demokrat (NasDem) Asep Awaludin viral di media sosial.
Seperti dalam video yang diunggah akun tiktok @musa_weliansyah77, Asep Awaludin sedang bersosialisasi dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
Pada acara itu, Asep terlihat sesumbar sanggup membiayai seluruh warga Kabupaten Lebak untuk membeli bakso dan es cendol agar mereka mau mencoblos.
Ia mengaku kegagalannya pada kontestasi sebelumnya, Pemilu 2019, lantaran gagal memahami keinginan dan kemauan warga Lebak sehingga urung memilih politisi yang bangga mengaku memiliki 10 unit mobil, lima rumah dan 2 istri untuk membelikan sekadar bakso warga Kabupaten Lebak.
“Kegagalan waktu itu karena hanya lupa memberi uang es cendol dan uang bakso jadi lupa sama Haji Asep. Dulu saya gak hapal kebiasaan dan kamuan orang Lebak. Ternyata kecil, kalau hanya itu saja kemauannya, se-Kabupaten Lebak juga siap dibayari,” kata Asep.
Asep juga mengatakan, untuk mebeli bakso dan es cendol sudah disiapkan untuk warga se-Kabupaten Lebak.
“Untuk bakso sekarang juga sudah disiapkan se-Kabupaten Lebak. Saya tidak takut ketemu masyarakat. Bahkan, sebanyak-banyaknya warga, data sebanyak-banyaknya, dewan lain mah takut (kalau ketemu warga sebanyak-banyaknya),” katanya.
“Saya mah senang kalau ketemu orang, seneng kalau banyak menolong, ngasih buat bakso gak bakalan susah atau miskin. Tahun kemarin saja habis Rp7 miliar, alhamdulillah bukan dimiskinkan, tapi malah dinaikkan lagi,” sambungnya.
Asep Awaludin saat dikonfirmasi mengenai video yang beredar dan isi ucapan pada video tersebut, belum berani memberikan komentar.
“Saya lagi kampanye. Itu potongan video,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.
Dihubungi terpisah, Ketua Bawaslu Banten Ali Faizal mengaku akan mengecek video yang beredar tersebut ke Bawaslu Lebak.
“Saya cek dulu ke Bawaslu Lebak, apakah sudah ada laporan secara formil. Jika telah ada akan dilakukan penelusuran berdasarkan laporan. Jika belum ada info, ini menjadi informasi awal bagi Bawaslu, dilakukan penelusuran dan kemungkinan akan di tindaklanjuti menjadi temuan,” kata Ali.
Reporter: Nurabidin
Editor : Aas Arbi
LEBAK, Warga Berita – Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Banten dari Partai Nasonal Demokrat (NasDem) Asep Awaludin viral di media sosial.
Seperti dalam video yang diunggah akun tiktok @musa_weliansyah77, Asep Awaludin sedang bersosialisasi dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
Pada acara itu, Asep terlihat sesumbar sanggup membiayai seluruh warga Kabupaten Lebak untuk membeli bakso dan es cendol agar mereka mau mencoblos.
Ia mengaku kegagalannya pada kontestasi sebelumnya, Pemilu 2019, lantaran gagal memahami keinginan dan kemauan warga Lebak sehingga urung memilih politisi yang bangga mengaku memiliki 10 unit mobil, lima rumah dan 2 istri untuk membelikan sekadar bakso warga Kabupaten Lebak.
“Kegagalan waktu itu karena hanya lupa memberi uang es cendol dan uang bakso jadi lupa sama Haji Asep. Dulu saya gak hapal kebiasaan dan kamuan orang Lebak. Ternyata kecil, kalau hanya itu saja kemauannya, se-Kabupaten Lebak juga siap dibayari,” kata Asep.
Asep juga mengatakan, untuk mebeli bakso dan es cendol sudah disiapkan untuk warga se-Kabupaten Lebak.
“Untuk bakso sekarang juga sudah disiapkan se-Kabupaten Lebak. Saya tidak takut ketemu masyarakat. Bahkan, sebanyak-banyaknya warga, data sebanyak-banyaknya, dewan lain mah takut (kalau ketemu warga sebanyak-banyaknya),” katanya.
“Saya mah senang kalau ketemu orang, seneng kalau banyak menolong, ngasih buat bakso gak bakalan susah atau miskin. Tahun kemarin saja habis Rp7 miliar, alhamdulillah bukan dimiskinkan, tapi malah dinaikkan lagi,” sambungnya.
Asep Awaludin saat dikonfirmasi mengenai video yang beredar dan isi ucapan pada video tersebut, belum berani memberikan komentar.
“Saya lagi kampanye. Itu potongan video,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.
Dihubungi terpisah, Ketua Bawaslu Banten Ali Faizal mengaku akan mengecek video yang beredar tersebut ke Bawaslu Lebak.
“Saya cek dulu ke Bawaslu Lebak, apakah sudah ada laporan secara formil. Jika telah ada akan dilakukan penelusuran berdasarkan laporan. Jika belum ada info, ini menjadi informasi awal bagi Bawaslu, dilakukan penelusuran dan kemungkinan akan di tindaklanjuti menjadi temuan,” kata Ali.
Reporter: Nurabidin
Editor : Aas Arbi












