SERANG, Warga Berita – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempunyai lima sirine peringatan tsunami di Provinsi Banten. Sebarannya belum merata di semua daerah.
Hal itu diakui oleh Kepala Stasiun BMKG Tangerang Suwardi. Katanya, kelima alat itu tersebar di tiga daerah yakni Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Pandeglang.
“Yang pertama itu ada di SMPN 9 Cilegon di Ciwandan, lalu di Pasauran (Kabupaten Serang,-red) tepatnya di BTS Telkomsel, geser ke timur sedikit itu di Anak Gunung Krakatau (AGK), lalu ada di Labuan dan Panimbang, Kabupaten Pandeglang,” ujar Suwandi kepada Radar Banten pada Jumat, 26 April 2024.
Ia mengatakan, sirine ini sendiri berfungsi sebagai alarm bencana yang berbunyi jika terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami. Alat ini, kata Suwandi, telah terintegritas dengan sistem pendeteksi gempa bumi yang berada di kantor BPBD Banten.
“Apabila terjadi gempa bumi yang berpotensi tsunami maka sirine ini akan dibunyikan dari ruang komando di kantor BPBD ini. Dengan tujuan informasi potensi tsunami dapat disebarluaskan dan warga yang berada di daerah rawan terkena dampak tsunami bisa melakukan evakuasi dini,” ungkapnya.
Hasil monitoring, kelima EWS ini berfungsi dengan normal usai dibunyikan pada 26 April 2024 yang bertepatan pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).
Kepala pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengakui, pihaknya belum memiliki alat pendeteksi tsunami di wilayah Banten. Sirine ini pun milik BMKG yang difungsikan dari kantor BPBD Banten.
Namun, pihaknya terus memperkuat jaringan informasi tentang tsunami dan gempa agar sampai ke masyarakat dengan tepat melalui pembentukan tim relawan setiap daerah.
Nana mengatakan BPBD Banten sedang membangun jaringan relawan ke setiap desa untuk memberikan edukasi dan informasi serta langkah apa yang perlu dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat terjadi bencana alam.
“Alat peringatan dini ini memang di Provinsi Banten belum mengadakan, dan ini juga punya BMKG yang difungsikan di BPBD,” ujarnya.
Ke depan pihaknya akan melakukan kerja sama dengan pihak terkait untuk memasang alat peringatan dini itu di sejumlah desa di Banten yang sudah mendapatkan pelatihan sebagai Desa Tanguh Bencana alias Destana.
“Tapi kita sudah rencanakan untuk alat itu yang akan dikerjakan oleh BNPB disejumlah daerah,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











