Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan bantuan tunai sebesar Rp5 juta per ahli waris kepada keluarga 11 guru SD Islam Tahfidz Quran As Syafi’iyah, Magelang, Jawa Tengah, yang meninggal dalam kecelakaan di Kalijambe, Kabupaten Purworejo. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di lokasi sekolah, Rabu (29/5).
Kronologi Kecelakaan dan Respons Kemendikdasmen
Kecelakaan tragis tersebut menewaskan 11 guru yang tengah dalam perjalanan dinas. Menyikapi musibah ini, Abdul Mu’ti menyatakan, “Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban keluarga korban. Kami turut berduka atas wafatnya para pendidik yang telah berjasa mencerdaskan generasi bangsa.”
Ia juga mendoakan almarhum/almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. “Semoga dosa-dosa mereka diampuni dan amal shalehnya diterima,” tambahnya.
Abdul Mu’ti mendorong pihak sekolah tetap semangat menjalankan aktivitas pendidikan. “Kepada kepala sekolah, mari bangkitkan optimisme. Pastikan guru yang tersisa dan murid-murid tetap bersemangat belajar,” pesannya.
Menteri juga berjanji membantu proses pembangunan infrastruktur SDIT As Syafi’iyah yang sedang berlangsung. “Kami akan koordinasikan dengan kementerian terkait untuk percepat penyelesaian pembangunan,” ucapnya.
Abdul Mu’ti mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk meningkatkan pengawasan kelaikan kendaraan operasional sekolah. “Banyak kecelakaan terjadi karena kelalaian uji kelayakan. Aparat harus lebih ketat memastikan kendaraan layak jalan,” tegasnya.
Bantuan Rp5 juta per ahli waris diberikan secara simbolis di SDIT As Syafi’iyah. Abdul Mu’ti berharap dukungan ini menjadi langkah awal pemulihan bagi keluarga korban dan lingkungan sekolah. “Kami akan terus pantau kebutuhan jangka panjang, termasuk pendampingan psikologis bagi siswa dan guru yang terdampak,” pungkasnya.












