Warga Berita – Fraksi Partai NasDem membantah tidak berkomitmen untuk menggulirkan hak angket. Tidak bersuara saat rapat paripurna, bukan tanda NasDem tidak mendukung hak angket.
Anggota DPR Fraksi NasDem Taufik Basari mengatakan, pihaknya lebih konkret mendukung hak angket dengan menyiapkan syarat-syaratnya.
“Jadi, keliru kalau menganggap kita tidak komit, ya kita memahami bahwa mekanisme bukan melalui interupsi, interupsi itu kan penyampaian aspirasi yang didapat dari masyarakat. Lebih konkretnya kita akan segera mempersiapkan syarat-syarat hak angket ini,” ujar Taufik kepada wartawan, Kamis (7/3).
Syarat-syarat yang disiapkan adalah landasan untuk mengajukan hak angket kepada pimpinan. Serta disiapkan tanda tangan anggota dewan minimal dua fraksi untuk memenuhi persyaratan.
Saat rapat paripurna NasDem tidak menyampaikan sikapnya terkait hak angket karena sudah jelas dalam pertemuan bersama PKB dan PKS. Hanya karena merasa tidak perlu mengulang.
“Sudah kita sampaikan melalui sikap Partai yang disampaikan Sekjen Partai NasDem di DPP NasDem, bersama Sekjen PKB dan PKS, sehingga kita merasa tidak perlu mengulangnya di dalam paripurna. Jadi, ketika kemarin kita tidak interupsi itu bukan berarti kita tidak komitmen atau tidak lagi mendukung,” jelas Taufik.
Diketahui, dalam Rapat Paripurna DPR RI ke 13 Masa Persidangan IV di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2024), sejumlah anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan PDI-P mengusulkan penggunaan hak tersebut.
Namun, pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad tak merespons usulan tersebut saat paripurna dengan dalih ada mekanisme untuk pengajuan hak angket, sehingga interupsi soal hak angket saat itu hanya ditampung saja.[prs]














