LEBAK, Warga Berita – Presiden RI Joko Widodo dikabarkan bakal segera meresmikan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak. Pj Gubernur Banten Al Muktabar bersama Pj Sekda Banten Virgojanti serta para eselon II Pemprov Banten lainnya pun meninjau bendungan yang dibangun sejak sepuluh tahun lalu itu.
Kunjungan Al dan rombongan diterima Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) I Ketut Jayada dan Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan.
Al mengatakan, kedatangannya di Bedungan Karian sebagai akhir dari ekspedisi reformasi birokrasi berdampak di Kabupaten Lebak. “Mengecek proyek strategis nasional,” ujar Al, Minggu, 3 Desember 2023.
Ia mengaku tidak lama lagi, proyek strategis nasional ini akan diresmikan Presiden. “Kita mendatangi bersama Pak Pj Bupati dan Pak Kepala Balai,” tuturnya.
Al mengungkapkan, ada beberapa hal yang didiskusikan bersama Pj Bupati dan Kepala BBWS C3. Salah satunya adalah finalisasi penyelesaian lahan terdampak pembangunan bendungan.
Kata dia, langkah-langkah untuk penyelesaian lahan itu sudah terstruktur. Bahkan pembiayaannya juga telah tersedia. “Jadi lebih pada persoalan administratif. Formulasi kebijakan untuk itu. Yang jelas, semua untuk baik bagi bersama,” tegasnya.
Al mengimbau karena proyek strategis nasional ini adalah aset negara yang manfaatnya luar biasa bagi kehidupan, terutama kebutuhan air. “Kita ingin dorong ini agar bermanfaat bagi Banten dan sekitarnya,” tutur pria yang masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif ini.
Ia mengatakan, Bendungan Karian bagian timur akan mengakses sampai ke Serpong dan sekitarnya. Sedangkan bagian Barat menjadi kewenangan Pemprov Banten untuk mensupport Pamarayan.
Kata dia, Bendungan Karian ini dibangun untuk memasok kebutuhan air masyarakat, pengendalian banjir, dan berbagai hal dalam pengelolaan lingkungan. “Jadi strategis sekali Bendungan Karian ini,” ujarnya.
Ia mengaku setelah diresmikan oleh Presiden, pembangunan infrastruktur lanjutan akan diteruskan. “Sembari meningkat air baku, air permukaan. Disebut bendungannya selesai. Kemudian pemanfaatannya,” terang Al.
Pada kesempatan itu, Al menginformasikan bahwa proses pembangunan bendungan itu bakal segera rampung. “Bendungannya 100 persen. Pemanfaatannya untuk bagian barat, setelah masuk ke Karian untuk air baku permukaan industri termasuk irigasi pertanian,” ujarnya.
Kepala BBWSC3 I Ketut Jayada menambahkan, daya tampung Bendungan yakni 314 juta kubik. “Ini jadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jati Luhur dan Jati Gede,” terangnya.
Kata dia, bendungan ini mulai didesain pada 2012 lalu. Sedangkan pembangunan kontruksi dimulai pada 2014. “Tiga tahun terakhir ini mulai dikebut untuk bisa diselesaikan,” tegasnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak
LEBAK, Warga Berita – Presiden RI Joko Widodo dikabarkan bakal segera meresmikan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak. Pj Gubernur Banten Al Muktabar bersama Pj Sekda Banten Virgojanti serta para eselon II Pemprov Banten lainnya pun meninjau bendungan yang dibangun sejak sepuluh tahun lalu itu.
Kunjungan Al dan rombongan diterima Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) I Ketut Jayada dan Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan.
Al mengatakan, kedatangannya di Bedungan Karian sebagai akhir dari ekspedisi reformasi birokrasi berdampak di Kabupaten Lebak. “Mengecek proyek strategis nasional,” ujar Al, Minggu, 3 Desember 2023.
Ia mengaku tidak lama lagi, proyek strategis nasional ini akan diresmikan Presiden. “Kita mendatangi bersama Pak Pj Bupati dan Pak Kepala Balai,” tuturnya.
Al mengungkapkan, ada beberapa hal yang didiskusikan bersama Pj Bupati dan Kepala BBWS C3. Salah satunya adalah finalisasi penyelesaian lahan terdampak pembangunan bendungan.
Kata dia, langkah-langkah untuk penyelesaian lahan itu sudah terstruktur. Bahkan pembiayaannya juga telah tersedia. “Jadi lebih pada persoalan administratif. Formulasi kebijakan untuk itu. Yang jelas, semua untuk baik bagi bersama,” tegasnya.
Al mengimbau karena proyek strategis nasional ini adalah aset negara yang manfaatnya luar biasa bagi kehidupan, terutama kebutuhan air. “Kita ingin dorong ini agar bermanfaat bagi Banten dan sekitarnya,” tutur pria yang masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif ini.
Ia mengatakan, Bendungan Karian bagian timur akan mengakses sampai ke Serpong dan sekitarnya. Sedangkan bagian Barat menjadi kewenangan Pemprov Banten untuk mensupport Pamarayan.
Kata dia, Bendungan Karian ini dibangun untuk memasok kebutuhan air masyarakat, pengendalian banjir, dan berbagai hal dalam pengelolaan lingkungan. “Jadi strategis sekali Bendungan Karian ini,” ujarnya.
Ia mengaku setelah diresmikan oleh Presiden, pembangunan infrastruktur lanjutan akan diteruskan. “Sembari meningkat air baku, air permukaan. Disebut bendungannya selesai. Kemudian pemanfaatannya,” terang Al.
Pada kesempatan itu, Al menginformasikan bahwa proses pembangunan bendungan itu bakal segera rampung. “Bendungannya 100 persen. Pemanfaatannya untuk bagian barat, setelah masuk ke Karian untuk air baku permukaan industri termasuk irigasi pertanian,” ujarnya.
Kepala BBWSC3 I Ketut Jayada menambahkan, daya tampung Bendungan yakni 314 juta kubik. “Ini jadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jati Luhur dan Jati Gede,” terangnya.
Kata dia, bendungan ini mulai didesain pada 2012 lalu. Sedangkan pembangunan kontruksi dimulai pada 2014. “Tiga tahun terakhir ini mulai dikebut untuk bisa diselesaikan,” tegasnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak












