SERANG, Warga Berita – Bursa calon kepala daerah di Pilkada Kota Serang 2024 diprediksi akan dibanjiri oleh para tokoh partai politik, incumbent, hingga para Caleg yang gagal mendapatkan kursi di Pileg 2024.
Diketahui, saat ini terdapat beberapa nama yang dipastikan akan meramaikan Pilkada Kota Serang 2024, seperti mantan Walikota Serang 2018-2023, Syafrudin; Ketua DPD Partai Golkar Kota Serang, Ratu Ria Maryana: hingga Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi.
Pengamat politik di Banten, Usep Saepul Ahyar, mengatakan bahwa selain nama-nama yang sudah santer itu, diprediksi akan ada pula nama-nama Caleg yang telah gagal mendapatkan kursi di DPR RI.
Nama-nama tersebut seperti Ketua DPC Partai Demokrat Kota Serang, Nuraeni, hingga Ketua DPW PPP Provinsi Banten, Subadri Ushuludin, yang juga eks Wakil Walikota Serang 2018-2023.
“Jadi sekarang masanya bursa calon, yang maju itu harus mendapatkan tiket dari partai politik atau gabungan partai politik 20 persen dari hasil Pemilu saat ini. Mungkin juga Caleg-caleg DPR RI yang kemarin gagal ada kemungkinan mencari keberuntungan di Pilwalkot Serang,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis, 14 Maret 2024.
Usep menjelaskan, berdasarkan hasil perolehan kursi pada Pileg 2024, tidak ada partai politik yang mencapai syarat untuk mengusung kepala daerah. Sebab, tidak ada partai politik yang mendapatkan sembilan kursi untuk DPRD Kota Serang.
Artinya, akan ada koalisi partai politik untuk memenuhi syarat sembilan kursi tersebut.
“Dugaan saya tidak ada yang cukup mampu untuk melenggang sendirian, jadi harus berkoalisi dengan partai lain, karena tidak ada yang 20 persen. Menurut saya partai-partai yang mungkin itu Golkar, Gerindra, PKS, Nasdem,” jelasnya.
Peneliti senior pada Populi Center ini menuturkan, figur yang saat ini potensial untuk maju pada Pilkada 2024 itu adalah Ratu Ria Maryana, sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Serang saat ini.
“Ya memang kalau lihat partai-partai itu berhubungan dengan figur, jadi misalnya Ratu Ria paling potensial untuk mendapatkan tiket untuk maju, karena sudah punya modal partai yang cukup dan elektabilitas yang cukup,” ucapnya. (*)
Editor: Agus Priwandono












