WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Awas! Pangkas Subsidi BBM untuk Program Makan Siang Gratis Picu Inflasi, Ini Solusi  dari Ekonom » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
21 Februari 2024
Reading Time: 3 mins read
0
Awas! Pangkas Subsidi BBM untuk Program Makan Siang Gratis Picu Inflasi, Ini Solusi  dari Ekonom » Warga Berita

2102 SPBU
Ilustrasi SPBU | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Program unggulan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumi Raka berupa program makan siang gratis dan pemberian susu untuk para siswa dan santri, tengah menjadi perbincangan hangat.

Prabowo menjelaskan bahwa gagasan ini muncul dari pengalamannya sebagai seorang komandan militer yang sering menyaksikan dampak kelaparan yang menyebabkan kematian.

“Anda tidak pernah lihat, saya lihat. Jadi di situ bagi saya masalah pangan itu utama,” ucapnya dalam acara Trimegah Political and Economic Outlook 2024 di The Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (31/1/2024).

Prabowo menafsirkan kebutuhan anggaran untuk mewujudkan program tersebut, yaitu ekitar Rp 450 triliun per tahun.

“Sekitar 460 triliun lebih. Everybody will ask, uangnya dari mana? APBN sekarang, alokasi untuk Bansos itu adalah Rp 493 triliun, hampir Rp 500 triliun. Apakah itu tidak termasuk bantuan sosial? The answer is so easy. Apakah memberi makan anak-anak sekolah tidak termasuk bidang pendidikan?” ujarnya.

Sebelumnya, beredar rumor bahwa program makan gratis akan diimplementasikan melalui pemotongan subsidi BBM serta penyesuaian ulang dan pengalihan anggaran dari sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Hal tersebut memicu tanggapan dari tiga ekonom dari dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia. Berikut pendapat dari ketiga pengamat ekonomi tersebut:

Yusuf Rendy Manilet

Yusuf Rendy Manilet berpendapat bahwa pendanaan utama melalui pajak dalam waktu dekat belum akan mencukupi untuk mendukung program makan siang gratis yang diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 400 triliun.

Selain itu, rencana pemotongan anggaran subsidi BBM diprediksi akan meningkatkan tingkat inflasi.

Dalam pandangan Yusuf, kemungkinan pemerintah akan terpaksa meningkatkan utang secara signifikan. Oleh karena itu, ia memperkirakan bahwa dalam waktu dekat, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) belum akan mampu mencapai target penurunan hingga 30 persen.

Yusuf juga mencatat bahwa pemotongan anggaran untuk subsidi BBM dapat memicu kenaikan inflasi, seperti yang terjadi pada tahun 2022.

Pada kuartal keempat tahun tersebut, tingkat inflasi meningkat hingga 5,95 persen secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh proporsi besar harga BBM dalam indeks inflasi.

 

Bhima Yudhistira

Sejalan dengan Yusuf, Bhima Yudistira juga tidak setuju dengan rencana paslon Prabowo-Gibran memotong subsidi BBM untuk merealisasikan program makan siang gratis.

Bhima mengungkapkan bahwa memangkas subsidi BBM untuk mendanai program makan siang gratis bukanlah keputusan yang tepat.

“Khawatir bisa memicu lonjakan inflasi, khususnya kenaikan harga bahan pangan,” kata Bhima.

Dia menegaskan bahwa pemotongan subsidi BBM dapat mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat yang masih bergantung pada subsidi energi. Kenaikan angka kemiskinan juga menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, dia menekankan perlunya menjalankan kebijakan ini dengan sangat hati-hati.

“Karena kalaupun subsidi energi saat ini dinikmati kelas menengah, misalnya, itu pun ada implikasinya ke tekanan pengeluaran transportasi kelompok menengah,” ujarnya.

 

Mohammad Faisal

Setelah permasalahan sumber anggaran program makan siang dan susu gratis menuai polemik, Mohammad Faisal mengusulkan refocusing program tersebut.

Menurut Faisal, penyesuaian ulang program dapat menjadi cara untuk mengontrol pengeluaran dan membuat program makan siang ini lebih terfokus.

Faisal menyatakan bahwa tidak semua siswa harus menerima makan siang gratis. Menurutnya, program tersebut dapat ditujukan hanya kepada kalangan ekonomi menengah ke bawah atau wilayah-wilayah yang berada dalam kondisi kemiskinan.

“Atau dari sisi area, misalnya di daerah-daerah, di kantong-kantong kemiskinan,” katanya.

Faisal berpendapat bahwa penyesuaian ulang program makan siang gratis merupakan pilihan yang layak dipertimbangkan. Dia tidak setuju jika program ini dijalankan dengan anggaran besar namun mengorbankan subsidi BBM.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

2102 SPBU
Ilustrasi SPBU | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Program unggulan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumi Raka berupa program makan siang gratis dan pemberian susu untuk para siswa dan santri, tengah menjadi perbincangan hangat.

Prabowo menjelaskan bahwa gagasan ini muncul dari pengalamannya sebagai seorang komandan militer yang sering menyaksikan dampak kelaparan yang menyebabkan kematian.

“Anda tidak pernah lihat, saya lihat. Jadi di situ bagi saya masalah pangan itu utama,” ucapnya dalam acara Trimegah Political and Economic Outlook 2024 di The Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (31/1/2024).

Prabowo menafsirkan kebutuhan anggaran untuk mewujudkan program tersebut, yaitu ekitar Rp 450 triliun per tahun.

“Sekitar 460 triliun lebih. Everybody will ask, uangnya dari mana? APBN sekarang, alokasi untuk Bansos itu adalah Rp 493 triliun, hampir Rp 500 triliun. Apakah itu tidak termasuk bantuan sosial? The answer is so easy. Apakah memberi makan anak-anak sekolah tidak termasuk bidang pendidikan?” ujarnya.

Sebelumnya, beredar rumor bahwa program makan gratis akan diimplementasikan melalui pemotongan subsidi BBM serta penyesuaian ulang dan pengalihan anggaran dari sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Hal tersebut memicu tanggapan dari tiga ekonom dari dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia. Berikut pendapat dari ketiga pengamat ekonomi tersebut:

Yusuf Rendy Manilet

Yusuf Rendy Manilet berpendapat bahwa pendanaan utama melalui pajak dalam waktu dekat belum akan mencukupi untuk mendukung program makan siang gratis yang diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 400 triliun.

Selain itu, rencana pemotongan anggaran subsidi BBM diprediksi akan meningkatkan tingkat inflasi.

Dalam pandangan Yusuf, kemungkinan pemerintah akan terpaksa meningkatkan utang secara signifikan. Oleh karena itu, ia memperkirakan bahwa dalam waktu dekat, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) belum akan mampu mencapai target penurunan hingga 30 persen.

Yusuf juga mencatat bahwa pemotongan anggaran untuk subsidi BBM dapat memicu kenaikan inflasi, seperti yang terjadi pada tahun 2022.

Pada kuartal keempat tahun tersebut, tingkat inflasi meningkat hingga 5,95 persen secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh proporsi besar harga BBM dalam indeks inflasi.

 

Bhima Yudhistira

Sejalan dengan Yusuf, Bhima Yudistira juga tidak setuju dengan rencana paslon Prabowo-Gibran memotong subsidi BBM untuk merealisasikan program makan siang gratis.

Bhima mengungkapkan bahwa memangkas subsidi BBM untuk mendanai program makan siang gratis bukanlah keputusan yang tepat.

“Khawatir bisa memicu lonjakan inflasi, khususnya kenaikan harga bahan pangan,” kata Bhima.

Dia menegaskan bahwa pemotongan subsidi BBM dapat mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat yang masih bergantung pada subsidi energi. Kenaikan angka kemiskinan juga menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, dia menekankan perlunya menjalankan kebijakan ini dengan sangat hati-hati.

“Karena kalaupun subsidi energi saat ini dinikmati kelas menengah, misalnya, itu pun ada implikasinya ke tekanan pengeluaran transportasi kelompok menengah,” ujarnya.

 

Mohammad Faisal

Setelah permasalahan sumber anggaran program makan siang dan susu gratis menuai polemik, Mohammad Faisal mengusulkan refocusing program tersebut.

Menurut Faisal, penyesuaian ulang program dapat menjadi cara untuk mengontrol pengeluaran dan membuat program makan siang ini lebih terfokus.

Faisal menyatakan bahwa tidak semua siswa harus menerima makan siang gratis. Menurutnya, program tersebut dapat ditujukan hanya kepada kalangan ekonomi menengah ke bawah atau wilayah-wilayah yang berada dalam kondisi kemiskinan.

“Atau dari sisi area, misalnya di daerah-daerah, di kantong-kantong kemiskinan,” katanya.

Faisal berpendapat bahwa penyesuaian ulang program makan siang gratis merupakan pilihan yang layak dipertimbangkan. Dia tidak setuju jika program ini dijalankan dengan anggaran besar namun mengorbankan subsidi BBM.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Awas! Pangkas Subsidi BBM untuk Program Makan Siang Gratis Picu Inflasi, Ini Solusi  dari Ekonom » Warga Berita

Awas! Pangkas Subsidi BBM untuk Program Makan Siang Gratis Picu Inflasi, Ini Solusi  dari Ekonom » Warga Berita

Anggota Komisi Pemilihan Umum Kpu Ri Idham Holik.jpeg

KPU Klaim Bakal Tindaklanjuti Rekomendasi Bawaslu Soal Pemungutan Suara Ulang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Sumbangsih PSDKU UNDIP dalam Penyusunan Perencanaan Bapelitbang Batang

Sumbangsih PSDKU UNDIP dalam Penyusunan Perencanaan Bapelitbang Batang

20 Mei 2024
Caleg Petahana DPR RI Berguguran di Dapil Banten II – Warga Berita

Caleg Petahana DPR RI Berguguran di Dapil Banten II – Warga Berita

13 Maret 2024
Gerindra Sedang Siapkan Kepala Daerah Untuk Kepentingan Rakyat – Warga Berita

Gerindra Sedang Siapkan Kepala Daerah Untuk Kepentingan Rakyat – Warga Berita

6 Mei 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In