WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Antisipasi Korupsi, Mahfud MD Minta Para Sarjana Menjadi Intelektual di Tengah Masyarakat » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
17 Desember 2023
Reading Time: 3 mins read
0
Antisipasi Korupsi, Mahfud MD Minta Para Sarjana Menjadi Intelektual di Tengah Masyarakat » Warga Berita

1712 mahfud lagi
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud Md saat memberikan keterangan pers di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/12/2023) | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita –  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD meminta para sarjana yang baru lulus dari perguruan tinggi untuk tidak sekadar menjadi sarjana, melainkan menjadi intelektual di tengah masyarakat.

Hal itu ditegaskan Mahfud saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda Periode 133 Universitas Negeri Padang pada Minggu (17/12/2023) pagi.

Mahfud mengatakan, seorang yang menyandang gelar sarjana belum tentu memiliki intelektualitas. Menurut dia, ijazah seorang sarjana hanya sebagai tanda keahlian di bidang ilmu tertentu.

“Sarjana itu hanya menunjukan keahlian saja. Saya sarjana S-1 bidang ekonomi, keahlian saya begini, termasuk skillnya. Tapi sarjana itu belum tentu intelektual,” kata Mahfud.

Selain itu, Mahfud juga mengutip pernyataan tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta yang besar dari Padang. Hatta, kata Mahfud, pernah menyampaikan tentang tanggung jawab kaum intelegensia.

“Sarjana itu belum tentu intelegensia, belum tentu intelek,” kata dia.

Menurut calon wakil presiden nomor urut 3 itu, sarjana merupakan status yang menunjukan keahlian, sedangkan intelektualitas adalah kemuliaan moral. Mahfud mengatakan sarjana yang akan hidup di masyarakat akan disebut berhasil kalau menjadikan diri sebagai intelektual.

“Di masyarakat akan berhasil manakala saudara menjadikan diri sebagai intelektual, bukan hanya sarjana,” kata Mahfud.

Selain itu, Mahfud menilai keahlian seseorang dalam status sarjana mungkin bisa digunakan untuk mengerjakan kerja yang teknis agar efektif dan efisien. Namun, kesarjanaan orang bisa digunakan untuk berbuat lain.

”Tapi kerap kali kesarjanaan itu bisa digunakan alat untuk menipu,” kata Mahfud.

Gelar sarjana untuk menipu, Mahfud memberikan contoh. Ada seorang sarjana atau ahli hukum, pengacara, hakim, jaksa, dan profesor hukum yang masuk penjara. Kondisi ini menurut Mahfud karena mereka menggunakan pasal-pasal dari keahliannya untuk menipu orang.

“Jadi pasal-pasal hukum itu bisa diperjualbelikan, berapa Anda mau. Tapi kalau Anda menjadi seorang intelektual, maka yang bertumpu di hati ini ada moral karena kebenaran itu bukan ditentukan oleh bunyi pasal-pasal, tetapi sebenarnya oleh bisikan hati nurani yang berlandaskan pada moral,” kata Mahfud.

Singgung Soal Korupsi

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud juga menyinggung instruksi dari Presiden Jokowi mengenai korupsi di tanah air.

Mahfud yang tampak menggunakan setelan toga jabatan berwarna hitam berkelir kuning dan oranye itu mengatakan bahwa dirinya berbicara korupsi itu merupakan perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Apa yang saya katakan ini adalah apa yang dikatakan Presiden Jokowi, bahwa di Indonesia banyak korupsi. Itu Pak Jokowi yang bilang pada 5 November 2019 beberapa hari setelah menteri dilantik,” kata Mahfud orasinya yang Tempo pantau secara daring pada Minggu (17/12/2023).

Menurut Mahfud, Presiden Jokowi pernah menyampaikan kepada jajaran menteri dan pucuk pimpinan lembaga negara untuk mewanti-wanti adanya praktik korupsi.

“Hei di Indonesia banyak korupsi, kamu jaksa, polisi, suka gigit orang yang melapor. Kalau saya tahu nanti saya gigit sendiri,” kata Mahfud menirukan instruksi Presiden Jokowi.

Selain itu, Mahfud juga menyinggung pidato Presiden Jokowi di Bali soal Kapolda dan Kapolres yang mendatangi preman dengan alasan keamanan lingkungan. Presiden Jokowi, kata Mahfud, melarang Kapolda dan Kapolres untuk melakukan itu.

“Biasanya Kapolda Kapolres demi keamanan lingkungan yang disowani dulu preman, mafia di daerah itu. Kalau sowan ke tokoh agama, akademisi, ulama, ke tokoh adat. Ini Pak Jokowi yang mengatakan,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, fenomena tersebut selama ini semua orang mengetahui, tetapi tidak ada yang berani mengatakan. Menurut dia, musuh bangsa Indonesia ini bukan dari luar, tetapi dari dalam negara sendiri, yaitu koruptor di mana-mana.

“Sekarang kita tindak,” kata Mahfud.  

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

1712 mahfud lagi
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud Md saat memberikan keterangan pers di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/12/2023) | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita –  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD meminta para sarjana yang baru lulus dari perguruan tinggi untuk tidak sekadar menjadi sarjana, melainkan menjadi intelektual di tengah masyarakat.

Hal itu ditegaskan Mahfud saat memberikan orasi ilmiah dalam Wisuda Periode 133 Universitas Negeri Padang pada Minggu (17/12/2023) pagi.

Mahfud mengatakan, seorang yang menyandang gelar sarjana belum tentu memiliki intelektualitas. Menurut dia, ijazah seorang sarjana hanya sebagai tanda keahlian di bidang ilmu tertentu.

“Sarjana itu hanya menunjukan keahlian saja. Saya sarjana S-1 bidang ekonomi, keahlian saya begini, termasuk skillnya. Tapi sarjana itu belum tentu intelektual,” kata Mahfud.

Selain itu, Mahfud juga mengutip pernyataan tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta yang besar dari Padang. Hatta, kata Mahfud, pernah menyampaikan tentang tanggung jawab kaum intelegensia.

“Sarjana itu belum tentu intelegensia, belum tentu intelek,” kata dia.

Menurut calon wakil presiden nomor urut 3 itu, sarjana merupakan status yang menunjukan keahlian, sedangkan intelektualitas adalah kemuliaan moral. Mahfud mengatakan sarjana yang akan hidup di masyarakat akan disebut berhasil kalau menjadikan diri sebagai intelektual.

“Di masyarakat akan berhasil manakala saudara menjadikan diri sebagai intelektual, bukan hanya sarjana,” kata Mahfud.

Selain itu, Mahfud menilai keahlian seseorang dalam status sarjana mungkin bisa digunakan untuk mengerjakan kerja yang teknis agar efektif dan efisien. Namun, kesarjanaan orang bisa digunakan untuk berbuat lain.

”Tapi kerap kali kesarjanaan itu bisa digunakan alat untuk menipu,” kata Mahfud.

Gelar sarjana untuk menipu, Mahfud memberikan contoh. Ada seorang sarjana atau ahli hukum, pengacara, hakim, jaksa, dan profesor hukum yang masuk penjara. Kondisi ini menurut Mahfud karena mereka menggunakan pasal-pasal dari keahliannya untuk menipu orang.

“Jadi pasal-pasal hukum itu bisa diperjualbelikan, berapa Anda mau. Tapi kalau Anda menjadi seorang intelektual, maka yang bertumpu di hati ini ada moral karena kebenaran itu bukan ditentukan oleh bunyi pasal-pasal, tetapi sebenarnya oleh bisikan hati nurani yang berlandaskan pada moral,” kata Mahfud.

Singgung Soal Korupsi

Dalam kesempatan yang sama, Mahfud juga menyinggung instruksi dari Presiden Jokowi mengenai korupsi di tanah air.

Mahfud yang tampak menggunakan setelan toga jabatan berwarna hitam berkelir kuning dan oranye itu mengatakan bahwa dirinya berbicara korupsi itu merupakan perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Apa yang saya katakan ini adalah apa yang dikatakan Presiden Jokowi, bahwa di Indonesia banyak korupsi. Itu Pak Jokowi yang bilang pada 5 November 2019 beberapa hari setelah menteri dilantik,” kata Mahfud orasinya yang Tempo pantau secara daring pada Minggu (17/12/2023).

Menurut Mahfud, Presiden Jokowi pernah menyampaikan kepada jajaran menteri dan pucuk pimpinan lembaga negara untuk mewanti-wanti adanya praktik korupsi.

“Hei di Indonesia banyak korupsi, kamu jaksa, polisi, suka gigit orang yang melapor. Kalau saya tahu nanti saya gigit sendiri,” kata Mahfud menirukan instruksi Presiden Jokowi.

Selain itu, Mahfud juga menyinggung pidato Presiden Jokowi di Bali soal Kapolda dan Kapolres yang mendatangi preman dengan alasan keamanan lingkungan. Presiden Jokowi, kata Mahfud, melarang Kapolda dan Kapolres untuk melakukan itu.

“Biasanya Kapolda Kapolres demi keamanan lingkungan yang disowani dulu preman, mafia di daerah itu. Kalau sowan ke tokoh agama, akademisi, ulama, ke tokoh adat. Ini Pak Jokowi yang mengatakan,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, fenomena tersebut selama ini semua orang mengetahui, tetapi tidak ada yang berani mengatakan. Menurut dia, musuh bangsa Indonesia ini bukan dari luar, tetapi dari dalam negara sendiri, yaitu koruptor di mana-mana.

“Sekarang kita tindak,” kata Mahfud.  

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Dukungan Lirboyo Jadi “Booster” Menangkan Pasangan AMIN di Pilpres 2024

Dukungan Lirboyo Jadi "Booster" Menangkan Pasangan AMIN di Pilpres 2024

Kehadiran Prabowo di Blitar Disambut Antusias Warga, Teriakan ‘Presiden’ Menggema – Warga Berita

Kehadiran Prabowo di Blitar Disambut Antusias Warga, Teriakan ‘Presiden’ Menggema – Warga Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
UNS Gelar Bromo Culture Festival 2024 Menyajikan Pentas Reog, Akustik, dan Bazar UMKM – Universitas Sebelas Maret

UNS Gelar Bromo Culture Festival 2024 Menyajikan Pentas Reog, Akustik, dan Bazar UMKM – Universitas Sebelas Maret

10 Juni 2024

KBTPH Tawangmangu Dituntut Mampu Dorong Hasil Panen Petani – DPRD JATENG

7 Mei 2024
Optimisme meraup partisipasi tinggi dalam Pemilu 2024 di Solo

Optimisme meraup partisipasi tinggi dalam Pemilu 2024 di Solo

3 Februari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In