LEBAK, Warga Berita- Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak akan melakukan pemantauan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh wilayah Lebak.
Diketahui dengan metode penghitungan yang sama seperti pada Pemilu 2019 yakni satu panel maka diperkirakan proses penghitungan suara di TPS akan berakhir pada tengah malam. Sehingga rentan berakibat pada petugas kelelahan, bahkan meninggal dunia.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Budhi Mulyanto mengatakan, langkah pemantauan petugas KPPS dilakukan sebagai antisipasi untuk menghindari banyaknya petugas KPPS yang sakit dan meninggal seperti pada Pemilu 2019.
“Sesuai arahan Pak Pj Bupati kita lakukan juga pemeriksaan berkala anggota KPPS di masing-masing puskesmas. Ini untuk memastikan kesehatan mereka ketika bertugas,” kata Budhi, Minggu 4 Februari 2024.
Pada pelaksanaan pemilu, Dinkes dan puskesmas akan turun memantau kondisi KPPS di setiap TPS, sehingga tidak yang kelelahan dan sakit.
“Untuk sekarang kita ubah, kalau pada pemilu sebelumnya petugas kesehatan stand by saat pencoblosan, sekarang monitoring dilakukan setelahnya. Di waktu ini justru titik rawannya karena prosesnya cukup lama, bisa sampai malam hari. Harapan kita dengan pola ini bisa meminimalisir hal yang tidak diinginkan ketika ada KPPS yang kelelahan,” ujar Budhi.
“Jadi petugas nanti mengecek tanda vital, mulai dari tekanan darah, nadi, suhu apakah orang tersebut kondisinya fit atau tidak,” sambungnya.
Dinkes Lebak juga menyiapkan, 43 puskesmas, 26 di antaranya dengan fasilitas rawat inap (DTP) siaga untuk melayani KPPS yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut.
Dari data KPU Lebak, total ada sebanyak 27.965 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2024 di Kabupaten Lebak siap bertugas usai dilantik dan mendapat bimbingan teknis (bimtek).
Ketua KPPS Desa Rangkasbitung Sukaesih mengatakan, akan mempersiapkan kondisi kesehatan sebaik mungkin dan istirahat yang cukup, agar tidak kelelahan dan bisa menjalan tugas dengan baik.
“Alhamdulillah sudah melakukan skrining kesehatan saat proses pendaftaran, semoga saat bertugas badan dalam keadaan sehat walafiat,” tuturnya.
Ditambahkannya, dirinya yang juga pernah anggota KPPS pada Pemilu 2019 lalu, tentunya akan belajar dari pengalaman dulu sehingga bisa mempersiapkan Pemilu 2024 sebaik mungkin.
“Semoga pada pelaksanaan berjalan dengan lancar dan tidak kendala, karena belajar dari pengalaman sebelumnya pada tahun 2019 lalu,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi
LEBAK, Warga Berita- Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak akan melakukan pemantauan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh wilayah Lebak.
Diketahui dengan metode penghitungan yang sama seperti pada Pemilu 2019 yakni satu panel maka diperkirakan proses penghitungan suara di TPS akan berakhir pada tengah malam. Sehingga rentan berakibat pada petugas kelelahan, bahkan meninggal dunia.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Budhi Mulyanto mengatakan, langkah pemantauan petugas KPPS dilakukan sebagai antisipasi untuk menghindari banyaknya petugas KPPS yang sakit dan meninggal seperti pada Pemilu 2019.
“Sesuai arahan Pak Pj Bupati kita lakukan juga pemeriksaan berkala anggota KPPS di masing-masing puskesmas. Ini untuk memastikan kesehatan mereka ketika bertugas,” kata Budhi, Minggu 4 Februari 2024.
Pada pelaksanaan pemilu, Dinkes dan puskesmas akan turun memantau kondisi KPPS di setiap TPS, sehingga tidak yang kelelahan dan sakit.
“Untuk sekarang kita ubah, kalau pada pemilu sebelumnya petugas kesehatan stand by saat pencoblosan, sekarang monitoring dilakukan setelahnya. Di waktu ini justru titik rawannya karena prosesnya cukup lama, bisa sampai malam hari. Harapan kita dengan pola ini bisa meminimalisir hal yang tidak diinginkan ketika ada KPPS yang kelelahan,” ujar Budhi.
“Jadi petugas nanti mengecek tanda vital, mulai dari tekanan darah, nadi, suhu apakah orang tersebut kondisinya fit atau tidak,” sambungnya.
Dinkes Lebak juga menyiapkan, 43 puskesmas, 26 di antaranya dengan fasilitas rawat inap (DTP) siaga untuk melayani KPPS yang membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut.
Dari data KPU Lebak, total ada sebanyak 27.965 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2024 di Kabupaten Lebak siap bertugas usai dilantik dan mendapat bimbingan teknis (bimtek).
Ketua KPPS Desa Rangkasbitung Sukaesih mengatakan, akan mempersiapkan kondisi kesehatan sebaik mungkin dan istirahat yang cukup, agar tidak kelelahan dan bisa menjalan tugas dengan baik.
“Alhamdulillah sudah melakukan skrining kesehatan saat proses pendaftaran, semoga saat bertugas badan dalam keadaan sehat walafiat,” tuturnya.
Ditambahkannya, dirinya yang juga pernah anggota KPPS pada Pemilu 2019 lalu, tentunya akan belajar dari pengalaman dulu sehingga bisa mempersiapkan Pemilu 2024 sebaik mungkin.
“Semoga pada pelaksanaan berjalan dengan lancar dan tidak kendala, karena belajar dari pengalaman sebelumnya pada tahun 2019 lalu,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi












