WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Akademisi Untirta Nilai Deklarasi Kampus Kritik Jokowi Sarat Politis – Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
4 Februari 2024
Reading Time: 2 mins read
0
Akademisi Untirta Nilai Deklarasi Kampus Kritik Jokowi Sarat Politis – Warga Berita

SERANG,Warga Berita – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Erwin Salpa Riansi menilai deklarasi sejumlah kampus yang mengkritik Pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan sarat politis.

Ada pun sejumlah kampus yang melakukan deklarasi kritik Jokowi yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Islam Indonesia (UII).

Erwin mengatakan, deklarasi untuk mengkritik Jokowi menjelang Pemilu terkesan sarat politis. Pasalnya, kondisi menjelang pemilu itu dinilai sangat sensitif.

“Pada dasarnya saya sangat bersepakat bahwa kampus memang harus menjadi bagian dari kontrol pemerintahan. Namun demikian apa yang dilakukan hari ini justru begitu sarat politis, kondisi menjelang pemilu ini begitu sensitif,” ujarnya, Minggu 4 Februari 2024.

Menurutnya, sebagai akademisi seharusnya dapat mengedepankan objektivitas. Hal itu dilakukan, agar jangan sampai menguntungkan sebagian kelompok semata.

Erwin juga turut menyayangkan apa yang dilakukan sejumlah kampus tersebut dan dinilainya latah karena hanya ikut-ikutan saja.

“Sedangkan saya yang sehari-hari bersama mahasiswa menilai, bahwa kita (birokrat kampus) memang sudah terlalu lama mengeksklusifkan diri. Ini akan mengundang tanda tanya di masyarakat luas,” katanya.

Ia mempertanyakan terkait isu yang sempat mencuat sebelumnya, seperti buruh, petani dan gerakan elemen lainnya saat menolak Omnibuslaw. Begitu juga yang terjadi pada isu-isu lainnya yang menimbulkan gerakan elemen masyarakat yang cukup besar.

“Kawan-kawan buruh, petani, masyarakat adat akan mempertanyakan di mana kita saat isu omnibuslaw? Di mana kita saat isu pelemahan KPK? Bahkan mahasiswa juga akan mempertanyakan di mana kita saat mahasiswa melakukan pergerakan mengenai UKT yang mahal? Mengapa hanya pada momen yang begitu politis ini kita antusias,” katanya.

Ia menuturkan, apabila akademisi maupun kampus ingin mengawal jalannya roda pemerintahan Indonesia, harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Tidak hanya di momen-momen tertentu saja, seperti saat ini.

“Jangan sampai pergerakan yang hari ini kita buat justru benar-benar menjadi pergerakan politis yang apabila nanti setelah terpilihnya kembali pemimpin baru, kita sibuk kembali menjalankan agenda-agenda administratif, mengikuti atau bahkan menjilat pemerintahan ke depan untuk berbagai agenda tanpa mengedepankan objektivitas dan melupakan untuk menjadi agen kritis pemerintah,” tuturnya.

Ia berharap, apa pun yang terjadi kondisi perpolitikan Indonesia saat ini, tidak memperkeruh keadaan atau pun memecah belah bangsa.

“Dalam sistem demokratis, kedaulatan sepenuhnya dimiliki rakyat, biarkan rakyat menilai dan memilih tanpa intervensi yang membuat semakin kebingungan,” ujarnya.

Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

SERANG,Warga Berita – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Erwin Salpa Riansi menilai deklarasi sejumlah kampus yang mengkritik Pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan sarat politis.

Ada pun sejumlah kampus yang melakukan deklarasi kritik Jokowi yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Islam Indonesia (UII).

Erwin mengatakan, deklarasi untuk mengkritik Jokowi menjelang Pemilu terkesan sarat politis. Pasalnya, kondisi menjelang pemilu itu dinilai sangat sensitif.

“Pada dasarnya saya sangat bersepakat bahwa kampus memang harus menjadi bagian dari kontrol pemerintahan. Namun demikian apa yang dilakukan hari ini justru begitu sarat politis, kondisi menjelang pemilu ini begitu sensitif,” ujarnya, Minggu 4 Februari 2024.

Menurutnya, sebagai akademisi seharusnya dapat mengedepankan objektivitas. Hal itu dilakukan, agar jangan sampai menguntungkan sebagian kelompok semata.

Erwin juga turut menyayangkan apa yang dilakukan sejumlah kampus tersebut dan dinilainya latah karena hanya ikut-ikutan saja.

“Sedangkan saya yang sehari-hari bersama mahasiswa menilai, bahwa kita (birokrat kampus) memang sudah terlalu lama mengeksklusifkan diri. Ini akan mengundang tanda tanya di masyarakat luas,” katanya.

Ia mempertanyakan terkait isu yang sempat mencuat sebelumnya, seperti buruh, petani dan gerakan elemen lainnya saat menolak Omnibuslaw. Begitu juga yang terjadi pada isu-isu lainnya yang menimbulkan gerakan elemen masyarakat yang cukup besar.

“Kawan-kawan buruh, petani, masyarakat adat akan mempertanyakan di mana kita saat isu omnibuslaw? Di mana kita saat isu pelemahan KPK? Bahkan mahasiswa juga akan mempertanyakan di mana kita saat mahasiswa melakukan pergerakan mengenai UKT yang mahal? Mengapa hanya pada momen yang begitu politis ini kita antusias,” katanya.

Ia menuturkan, apabila akademisi maupun kampus ingin mengawal jalannya roda pemerintahan Indonesia, harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Tidak hanya di momen-momen tertentu saja, seperti saat ini.

“Jangan sampai pergerakan yang hari ini kita buat justru benar-benar menjadi pergerakan politis yang apabila nanti setelah terpilihnya kembali pemimpin baru, kita sibuk kembali menjalankan agenda-agenda administratif, mengikuti atau bahkan menjilat pemerintahan ke depan untuk berbagai agenda tanpa mengedepankan objektivitas dan melupakan untuk menjadi agen kritis pemerintah,” tuturnya.

Ia berharap, apa pun yang terjadi kondisi perpolitikan Indonesia saat ini, tidak memperkeruh keadaan atau pun memecah belah bangsa.

“Dalam sistem demokratis, kedaulatan sepenuhnya dimiliki rakyat, biarkan rakyat menilai dan memilih tanpa intervensi yang membuat semakin kebingungan,” ujarnya.

Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Pertama Kalinya Miley Cyrus Nyanyikan Flowers Secara Live

Pertama Kalinya Miley Cyrus Nyanyikan Flowers Secara Live

Lewat Surat Edaran, KLHK Ingatkan Seluruh Kepala Daerah Terkait Sampah dari Proses Pemilu 2024

Lewat Surat Edaran, KLHK Ingatkan Seluruh Kepala Daerah Terkait Sampah dari Proses Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Bertemu Secara Tertutup, Golkar dan Gerindra Isyaratkan Berkoalisi di Pilkada Banten – Warga Berita

Bertemu Secara Tertutup, Golkar dan Gerindra Isyaratkan Berkoalisi di Pilkada Banten – Warga Berita

25 April 2024
Pelantikan Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Tunggu SK Ditjen Dukcapil – Warga Berita

Pelantikan Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Tunggu SK Ditjen Dukcapil – Warga Berita

7 Januari 2024
tukar uang

Rupiah Melemah ke Rp16.408 per Dolar AS, Ini Penyebab

11 Maret 2025

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In