WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

9 Mantan Komisioner KPK Serentak Kirim Surat ke Presiden Jokowi soal Kriteria Pansel KPK » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
18 Mei 2024
Reading Time: 3 mins read
0
9 Mantan Komisioner KPK Serentak Kirim Surat ke Presiden Jokowi soal Kriteria Pansel KPK » Warga Berita

1805 pansel KPK
Ilustrasi gedung KPK | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Melihat kondisi pemberantasan korupsi di tanah air yang kia mengkhawatirkan, sebanyak sembilan mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun serentak mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi.

Surat tersebut menjabarkan mengenai kiriteria pembentukan panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi alias Pansel KPK.

Sembilan orang itu adalah komisioner KPK 2003-2007 Erry Riyana Hardjapamekas, komisioner KPK 2007-2011 Mochamad Jasin, Plt komisioner KPK 2009 Mas Achmad Santosa, dan komisioner KPK 2010-2014 Busyro Muqoddas.

Ada pula komisioner KPK 2011-2015 Adnan Pandu Praja dan Abraham Samad, serta komisioner KPK 2015-2019 Laode M Syarif, Basaria Panjaitan, dan Saut Situmorang.

Mereka mengirimkan surat kepada Jokowi pada Sabtu (18/5/2024). Dalam surat itu, mantan pimpinan KPK tersebut awalnya menjabarkan situasi pemberantasan korupsi di Indonesia yang kian mengkhawatirkan.

Temuan Transparency International, skor Indeks Persepsi Korupsi 2023 Indonesia mengalami stagnasi pada angka 34. Sedangkan dari sisi peringkat, Indonesia juga turun tajam, dari 110 ke 115.

“Bukan hanya itu saja, kondisi KPK pun mengalami hal serupa. Rentetan pelanggaran etik, bahkan persoalan hukum, turut mewarnai kepemimpinan Komisioner KPK masa jabatan 2019-2024,” ujar Erry Riyana Hardjapamekas dalam surat tersebut.

Berdasarkan data dari sejumlah lembaga survei, kata dia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi juga perlahan mulai pudar.

“Bapak Presiden, situasi semacam ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah untuk kembali meningkatkan performa KPK seperti sedia kala,” ujar Mochamad Jasin dalam surat itu.

Sembilan mantan komisioner KPK ini menilai, momentum perbaikan terbuka lebar dengan pergantian komisioner KPK yang tak lama lagi berlangsung.

Namun, pemilihan Pansel KPK patut menjadi perhatian karena mereka bertugas mencari figur-figur komisioner dan Dewan Pengawas KPK mendatang.

“Sederhananya, jika Panitia Seleksi diisi oleh figur-figur problematik, maka hal itu akan berimbas pada proses penjaringan dan dapat berujung pada terpilihnya Komisioner serta Dewan Pengawas bermasalah,” ucap Mas Achmad Santosa.

Sembilan mantan komisioner KPK ini lalu meminta Jokowi dapat mempertimbangkan sejumlah kriteria sebelum memilih figur-figur yang akan menjadi Pansel KPK.

Pertama, integritas. Nilai integritas ini tidak hanya dibuktikan dengan rekam jejak hukum, tapi juga menyangkut etika.

Kedua, kompetensi. Figur yang dipilih harus benar-benar memahami kondisi pemberantasan korupsi secara umum dan KPK belakangan waktu terakhir.

Ketiga, independen. Mantan komisioner KPK ini berharap anggota Panitia Seleksi tidak memiliki afiliasi dengan kelompok, institusi, atau partai politik tertentu.

“Poin independen menjadi krusial guna meminimalisir adanya konflik kepentingan saat menjalankan tugas sebagai Panitia Seleksi,” ujar Busyro Muqoddas.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com

https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

1805 pansel KPK
Ilustrasi gedung KPK | tempo.co

JAKARTA, WargaBerita – Melihat kondisi pemberantasan korupsi di tanah air yang kia mengkhawatirkan, sebanyak sembilan mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun serentak mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi.

Surat tersebut menjabarkan mengenai kiriteria pembentukan panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi alias Pansel KPK.

Sembilan orang itu adalah komisioner KPK 2003-2007 Erry Riyana Hardjapamekas, komisioner KPK 2007-2011 Mochamad Jasin, Plt komisioner KPK 2009 Mas Achmad Santosa, dan komisioner KPK 2010-2014 Busyro Muqoddas.

Ada pula komisioner KPK 2011-2015 Adnan Pandu Praja dan Abraham Samad, serta komisioner KPK 2015-2019 Laode M Syarif, Basaria Panjaitan, dan Saut Situmorang.

Mereka mengirimkan surat kepada Jokowi pada Sabtu (18/5/2024). Dalam surat itu, mantan pimpinan KPK tersebut awalnya menjabarkan situasi pemberantasan korupsi di Indonesia yang kian mengkhawatirkan.

Temuan Transparency International, skor Indeks Persepsi Korupsi 2023 Indonesia mengalami stagnasi pada angka 34. Sedangkan dari sisi peringkat, Indonesia juga turun tajam, dari 110 ke 115.

“Bukan hanya itu saja, kondisi KPK pun mengalami hal serupa. Rentetan pelanggaran etik, bahkan persoalan hukum, turut mewarnai kepemimpinan Komisioner KPK masa jabatan 2019-2024,” ujar Erry Riyana Hardjapamekas dalam surat tersebut.

Berdasarkan data dari sejumlah lembaga survei, kata dia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi juga perlahan mulai pudar.

“Bapak Presiden, situasi semacam ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah untuk kembali meningkatkan performa KPK seperti sedia kala,” ujar Mochamad Jasin dalam surat itu.

Sembilan mantan komisioner KPK ini menilai, momentum perbaikan terbuka lebar dengan pergantian komisioner KPK yang tak lama lagi berlangsung.

Namun, pemilihan Pansel KPK patut menjadi perhatian karena mereka bertugas mencari figur-figur komisioner dan Dewan Pengawas KPK mendatang.

“Sederhananya, jika Panitia Seleksi diisi oleh figur-figur problematik, maka hal itu akan berimbas pada proses penjaringan dan dapat berujung pada terpilihnya Komisioner serta Dewan Pengawas bermasalah,” ucap Mas Achmad Santosa.

Sembilan mantan komisioner KPK ini lalu meminta Jokowi dapat mempertimbangkan sejumlah kriteria sebelum memilih figur-figur yang akan menjadi Pansel KPK.

Pertama, integritas. Nilai integritas ini tidak hanya dibuktikan dengan rekam jejak hukum, tapi juga menyangkut etika.

Kedua, kompetensi. Figur yang dipilih harus benar-benar memahami kondisi pemberantasan korupsi secara umum dan KPK belakangan waktu terakhir.

Ketiga, independen. Mantan komisioner KPK ini berharap anggota Panitia Seleksi tidak memiliki afiliasi dengan kelompok, institusi, atau partai politik tertentu.

“Poin independen menjadi krusial guna meminimalisir adanya konflik kepentingan saat menjalankan tugas sebagai Panitia Seleksi,” ujar Busyro Muqoddas.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com

https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post

DPRD Apresiasi Semangat Dalang Bocah di Boyolali – DPRD JATENG

Warga Tebing Tinggi Antusias Nonton Konser Tiara Andini

Warga Tebing Tinggi Antusias Nonton Konser Tiara Andini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Kapolda Jateng menekankan Empati Polri untuk Mendapatkan Simpati Masyarakat

Kapolda Jateng menekankan Empati Polri untuk Mendapatkan Simpati Masyarakat

21 April 2024
Festival Kopi Purbalingga ke-5 Kembali Memikat Pencinta Kopi

Harga Kopi Melonjak Naik, FAO Soroti Dampak Perubahan Iklim

16 Maret 2025
Kepulangan Satu Relawan MER-C dari Jalur Gaza Palestina

Kepulangan Satu Relawan MER-C dari Jalur Gaza Palestina

13 Desember 2023

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In