KABUPATEN TANGERANG, Warga Berita – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tangerang yang akan digelar pada November 2024 diharapkan tidak terjadi praktik politik uang atau money politic.
IndexPolitica telah melakukan surveinya kepada masyarakat Kabupaten Tangerang jelang Pilkada tahun ini, dan ternyata, 55,24 persen warga Kabupaten Tangerang suka dengan politik uang.
Dari hasil survei yang dilakukan IndexPolitica mulai tanggal 2-8 Mei 2024 dengan jumlah 1.200 responden yang menggunakan metode Slovin dengan margin error 2-5 persen menunjukan politik uang masih masif terjadi saat penyelenggaraan pemilihan umum kemarin.
“Nah, dari kuesioner yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang secara proposional, menunjukan pandangan masyarakat terhadap money politic 55,24 persen setuju, 15,05 persen sangat setuju, 14,29 persen sangat tidak setuju dan 15,43 persen tidak setuju,” sebut Direktur Eksekutif IndexPolitica, Hasrul Harahab, Kamis, 16 Mei 2024.
Kata Hasrul, partisipasi masyarakat terhadap politik di Kabupaten Tangerang masih dipengaruhi oleh politik uang. Dimana, hasil survei menunjukan bentuk money politic yang diminati masyarakat adalah uang.
“Jadi, money politic dalam bentuk uang menjadi pendukung utama dibandingkan sembako dan barang,” ungkap Hasrul.
Dirinya memaparkan, persentase pengaruh money politic dalam bentuk uang sebesar 53,55 persen, sembako 17,66 persen, sukarela 23,80 persen dan hadiah berupa barang 4,99 persen.
IndexPolitica juga merilis dari hasil survei besaran uang yang tersebar saat pemilu kemarin diantaranya Rp 50.000 hingga Rp 200.000.
“Jika dilihat hasil kita, nominal Rp200.000 lebih sering dibagikan ke masyarakat saat perhelatan pemilu yang mencapai 24,52 persen,” paparnya.
Menurut Hasrul, hasil ini menjadi pekerjaan rumah bersama, terutama pihak penyelenggara pemilu bagaimana menekan tindak praktek politik uang
“Apalagi ke depan KPU Kabupaten Tangerang akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2024,” tutupnya. (*)
Editor: Agus Priwandono










