SERANG,RADARBANTEN.CO.DI-Sebanyak empat orang korban kecelakaan bus yang mengangkut perangkat desa yang akan mengikuti Bimtek pengelolaan keuangan desa di Bandung harus menjalani perawatan.
Ke empat pasien tersebut dinyatakan harus menjalani perawatan lanjutan setelah menjalani observasi yang dilaksanakan oleh dokter.
Manager Pelayanan medis Rumah Sakit Hermina Ciruas dr Erwin Irawan mengatakan, dari total 17 orang yang dibawa ke rumah sakit Hermina Ciruas untuk menjalani perawatan, ada sebanyak empat orang yang harus menjalani rawat inap.
“Yang dirawat ada sebanyak 4 orang, mereka harus menjalani rawat inap,” katanya, saat dihubungi melalui pesan singkat, Rabu 22 Mei 2024.
Ia mengatakan, untuk 13 orang lainnya diperbolehkan untuk pulang dan menjalani rawat jalan.
Diketahui ada sebanyak 17 orang yang dibawa ke rumah sakit Hermina terdiri 10 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Dari ke empat 17 korban tersebut, 14 orang alami luka ringan sementara 3 orang luka sedang.
Sementara itu, direktur RSDP Serang dr Agus Sukmayadi mengaku, telah mendapatkan laporan dari pihak rumah sakit Hermina Ciruas mengenai ke empat orang korban kecelakaan bus yang harus menjalani rawat inap.
“Ada empat orang yang harus menjalani perawatan. Ada yang mengalami fraktur head radius dextra, CKR, trauma thorax dan ankle sprain,” tegasnya.
Lebih lanjut ia berharap agar para korban yang menjalani perawatan dapat segera sembuh dan nantinya dapat segera beraktifitas kembali.
Diketahui bus rombongan yang mengangkut perangkat desa dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Ciomas, Pabuaran dan Padarincang terguling di jalan tol Tangerang-Merak Kilometer 46, Selasa 21 Maret 2024.
Para perangkat desa tersebut direncanakan akan mengikuti Bimtek pengelolaan keuangan desa di Bandung pada Selasa-Rabu atau 21-22 Mei 2024.
Para korban kecelakaan kemudian dibawa ke rumah sakit Hermina Ciruas untuk menjalani perawatan. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi












