SERANG,Warga Berita-Satlantas Polres Serang mencatat tiga kasus kecelakaan yang terjadi saat momen Operasi Ketupat pada tahun ini. Tiga kasus tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Serang, Ipda Sandhi Pribadi mengatakan, Operasi Ketupat berlangsung selama 13 hari. Operasi ini dimulai pada 4 sampai 16 April 2024.
“Untuk saat ini (data sementara-red) terjadi tiga kasus kecelakaan dengan tiga korban jiwa,” ujarnya dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.
Sandhi mengungkapkan, dari tiga kasus kecelakaan tersebut, terdapat lima korban luka ringan dan nihil luka berat. Terkait dengan kerugian materi mencapai Rp5 juta lebih. “Kerugian materinya Rp6,5 juta,” katanya.
Sandhi menjelaskan, penyebab kecelakaan tersebut disebabkan oleh tiga faktor. Yakni, ceroboh saat menyalip, gagal jaga jarak dari arah depan dan mengabaikan hak jalur pejalan kaki.
“Salah satu penyebabnya ceroboh saat menyalip,” ungkapnya.
Sandhi mengimbau agar semua pengendara selalu berhati-hati saat berkendara dan tertib berlalu lintas.
“Tetap disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas. Utamakan keselamatan karena keluarga menanti di rumah,” katanya.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Serang Kota, Ipda Achmad Adi Ardiyanto mengatakan, hingga saat ini belum ada korban jiwa dalam Operasi Ketupat. “Kita masih nihil (korban jiwa),” ujarnya.
Ia mengatakan, kasus kecelakaan di wilayah hukumnya belum direkap. Rencananya, Selasa besok, pihaknya akan merekap kasus kecelakaan di wilayah hukum Polresta Serang Kota. “Saya masih lepas piket, anggota juga sedang sibuk di jalur. Besok terakhir Operasi Ketupat, nanti data rekapnya saya informasikan,” tuturnya. (*)
Reporter: Fahmi
Editor: Agung S Pambudi












