PANDEGLANG,Warga Berita–Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gudang Farmasi Kabupaten Pandeglang memastikan stok obat-obatan masih banyak tersedia untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kasubag Gudang Farmasi, Arief Suryo menyampaikan, bahwa untuk stok obat kurang lebih tercatat 200 item obat serta bahan medis habis pakai (BMHP) yang tersedia berada di UPT Gudang Farmasi Pandeglang.
“Ya jenis-jenisnya berbagai macam mulai dari ada obat-obatan program, mulai dari HIV terus obat program ODGJ terus ada beberapa 10 item penyakit dan lainnya sebagainya,” ungkapnya kepada Warga Berita, Selasa 16 Januari 2024.
Arief Suryo mengatakan, untuk obat-obat yang tersedia ini kemudian pihaknya mendistribusikan ke 36 Puskesmas se-Kabupaten Pandeglang guna menjaga stok obat yang berada di puskesmas tersebut.
“Kita distribusikan ke 36 puskesmas selama kurang lebih dua sampe tiga mingguan kita mendistribusikan obat-obatan,” katanya.
Ia melanjutkan, untuk memastikan kondisi obat-obatan tidak rusak di dalam gudang pihaknya menyimpan obat tersebut menggunakan palet yang telah tersedia dan tersusun rapi.
“Kita penyimpanannya di atas rak yah metodenya, kemudian menggunakan palet di bawahnya. Kalau obat yang kadaluarsa kita pisahkan di ruangan yang khusus obat-obatan kadaluarsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa kalau untuk ketersediaan obat-obatan sendiri tergantung dari permintaan setiap puskesmas, sehingga pihaknya bisa menganggarkan obat selama satu tahun bisa tercukupi.
“Kalau ketersediaan obat sendiri melihat dari permintaan saja dari puskesmas, kalau menganggarkan obat selama satu tahun itu tercukupi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi
PANDEGLANG,Warga Berita–Unit Pelaksana Teknis (UPT) Gudang Farmasi Kabupaten Pandeglang memastikan stok obat-obatan masih banyak tersedia untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kasubag Gudang Farmasi, Arief Suryo menyampaikan, bahwa untuk stok obat kurang lebih tercatat 200 item obat serta bahan medis habis pakai (BMHP) yang tersedia berada di UPT Gudang Farmasi Pandeglang.
“Ya jenis-jenisnya berbagai macam mulai dari ada obat-obatan program, mulai dari HIV terus obat program ODGJ terus ada beberapa 10 item penyakit dan lainnya sebagainya,” ungkapnya kepada Warga Berita, Selasa 16 Januari 2024.
Arief Suryo mengatakan, untuk obat-obat yang tersedia ini kemudian pihaknya mendistribusikan ke 36 Puskesmas se-Kabupaten Pandeglang guna menjaga stok obat yang berada di puskesmas tersebut.
“Kita distribusikan ke 36 puskesmas selama kurang lebih dua sampe tiga mingguan kita mendistribusikan obat-obatan,” katanya.
Ia melanjutkan, untuk memastikan kondisi obat-obatan tidak rusak di dalam gudang pihaknya menyimpan obat tersebut menggunakan palet yang telah tersedia dan tersusun rapi.
“Kita penyimpanannya di atas rak yah metodenya, kemudian menggunakan palet di bawahnya. Kalau obat yang kadaluarsa kita pisahkan di ruangan yang khusus obat-obatan kadaluarsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa kalau untuk ketersediaan obat-obatan sendiri tergantung dari permintaan setiap puskesmas, sehingga pihaknya bisa menganggarkan obat selama satu tahun bisa tercukupi.
“Kalau ketersediaan obat sendiri melihat dari permintaan saja dari puskesmas, kalau menganggarkan obat selama satu tahun itu tercukupi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











