Intensitas hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sejak 21 Januari 2025 telah mengakibatkan banjir yang signifikan, mempengaruhi lima desa di dua kecamatan dan berdampak pada 2.549 jiwa masyarakat.
Wilayah Terdampak Banjir
Berdasarkan keterangan Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji, banjir melanda dua kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
Kecamatan Kaliwungu Empat desa terkena dampak banjir, yakni:
- Desa Setrokalangan
- Desa Banget
- Desa Kedungdowo
- Desa Garung Kidul
Pada kecamatan ini, tercatat:
- 574 Kepala Keluarga (KK) terdampak
- 1.838 jiwa terkena dampak banjir
- 72 rumah terendam air
Kecamatan Jati Satu desa mengalami banjir:
- Desa Pasuruhan Lor
Di desa ini tercatat:
- 200 KK terdampak
- 705 jiwa terkena banjir
- 40 rumah terendam air
Kerusakan Infrastruktur
Banjir tidak hanya mempengaruhi pemukiman warga, namun juga merusak berbagai fasilitas umum:
- Lahan Pertanian
- 20 hektare sawah terendam di Kecamatan Kaliwungu
- 20 hektare sawah terendam di Desa Pasuruhan Lor
- Fasilitas Umum Terdampak
- 2 fasilitas pendidikan
- 1 kantor
- 2 fasilitas ibadah
- 1 fasilitas kesehatan
Karakteristik Banjir
Ketinggian air bervariasi antara 20-100 cm, menutupi akses jalan dan membuat mobilitas warga terganggu. Intensitas hujan lebat yang berkepanjangan menjadi penyebab utama meluapnya air di wilayah tersebut.
Respons Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Kudus segera mengambil langkah-langkah penanggulangan:
- Pembukaan Posko Darurat
- 1 posko didirikan di Desa Pasuruhan Lor
- Dapur umum dibuka untuk memenuhi kebutuhan korban
- Lokasi Pengungsian
- TPQ Khurriyatul Fikri dijadikan tempat pengungsian sementara
Tantangan dan Upaya Pemulihan
Banjir di Kabupaten Kudus membutuhkan penanganan komprehensif:
- Evakuasi warga dari wilayah terdampak
- Penyediaan kebutuhan dasar pengungsi
- Pembersihan dan pengeringan area terdampak
- Perbaikan infrastruktur yang rusak
- Pemulihan lahan pertanian
Bencana banjir di Kabupaten Kudus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat pemerintah daerah. Kerja sama antarinstansi, dukungan masyarakat, dan upaya pemulihan berkelanjutan menjadi kunci dalam mengatasi dampak bencana alam.
Pemerintah dan masyarakat perlu terus melakukan:
- Mitigasi bencana
- Penguatan infrastruktur
- Peningkatan sistem peringatan dini
- Edukasi masyarakat tentang risiko bencana
Melalui upaya berkelanjutan, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan masyarakat dapat segera pulih dari musibah yang terjadi.












