WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Waspadai Kejahatan Siber, Kelompok Rentan Ini Perlu Waspada

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
27 Mei 2024
Reading Time: 3 mins read
0
Waspadai Kejahatan Siber, Kelompok Rentan Ini Perlu Waspada

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tentunya seperti dua sisi mata uang. Bisa berdampak positif, namun juga bisa berdampak negatiif. Yang positif tentu saja banyak, namun yang negatif tak kalah mengkhawatirkan. Seperti kejahatan siber yang belakangan marak. Selain penipuan, juga pemerasan terhadap korban. Modusnya sangat beragam.

Mengantisipasi kejahatan siber yang belakangan makin marak, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan. Diantaranya adalah dengan sering mengadakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya kelompok-kelompok rentan. Kelompok rentan tersebut diantara adalah remaja, orang tua dan tentunya orang dewasa dengan literasi digital rendah. Maraknya kejahatan siber berdampak banyaknya korban berjatuhan.

Sosialisasi kepada kelompok rentan, khususnya anak-anak dan remaja sangat penting dilakukan. Salah satunya melalui lembaga Pendidikan. Demikian dikatakan Muhammad Ainur Rofiq, pegiat sosial media dan Trainer Literasi digital Kominfo ketika mengisi sesi “Bijak Bersosial Media” di kelas enam MI Muhammadiyah Madukoro, kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, sabtu (25/05/2024).

“Saat ini selain penyebaran berita bohong (hoax) melalui sosial media, yang tak kalah meresahkan adalah kejahatan penipuan dan pemerasan melalui sosial media. Untuk itu kita harus selalu waspada dan paham modus-modusnya. Anak-anak, remaja dan orang tua dengan literasi digital rendah menjadi kelompok yang sangat rentan”. Ujar anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kabupaten Magelang itu dalam kesempatan yang sama.

Kejahatan pemerasan melalui sosial media juga belakangan sangat marak, modusnya beragam. Diantaranya adalah meminta pertemanan kemudian mengajak kenalan dan setelah itu korban dijebak. Ada juga nomor asing tiba-tiba menghubungi dan langsung meminta sejumlah uang dengan dalih pinjaman online dan lain sebagainya. Jika tidak mengirimkan sejumlah uang ke rekening tertentu, pelaku biasanya mengancam akan menyebarkan aib korban.

“Yang belakangan marak adalah pemerasan. Modusnya adalah pelaku secara acak mencari sasaran korban melalaui sosial media, kemudian mengajak kenalan dan meminta panggilan video. Nah, biasanya foto profilnya menarik. Dari sana korban yang lengah akan menuruti saja permintaan pelaku. Setelah itu pelaku akan mengambil tangkapan layar ketika berinteraksi dengan korban. Kalau yang modus seperti ini sasarannya biasanya orang dewasa. Tapi tak menutup kemungkinan remaja juga bisa kena”. Tambahnya.

Yang tak kalah meresahkan adalah Pinjaman online dan judi online. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) merilis setidaknya ada 2,7 juta warga RI yang terjerat judi online. Sebagian besar korbannya adalah dari kelompok menengah kebawah. Yang lebih miris remaja, pemuda dan ibu-ibu juga banyak yang menjadi korban. Dilansir dari detik.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan Indonesia masuk ke dalam fase darurat judi online. Sepanjang 2023 sampai Maret 2024, akumulasi perputaran uang judi online (judol) di Indonesia tembus Rp 427 triliun.

“Di dunia serba online saat ini kan semua semakin mudah. Informasi apapun sangat gampang kita jumpai berseliweran di sosial media. Termasuk pinjaman online. Mudah sekali memang, tapi perlu diingat. Sekali data pribadi kita masuk. Nah itu, menjadi celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Salah satu Upaya yang bisa kita lakukan agar tidak terjebak ke dalam lingkaran setan itu ya harus selalu waspada. Jangan mudah “kepincut” iming-iming atau tawaran apapun itu. Dan yang lebih penting jangan mudah memberikan data pribadi kita ke orang lain. Apalagi belum kita kenal”. Pungkasnya.

Kepala MI Muhammadiyah Madukoro, Uswatun Hasanah kegiatan literasi digital ini untuk bekal kelas 6.

“Kegiatan sosialisasi tentang literasi digital ini bertujuan untuk membekali kelas 6 yang sebentar lagi lulus dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Anak yang memasuki masa remaja biasanya rentan terhadap sosial media. Karena ingin taunya besar. Jadi kalau tidak dibekali sejak dini khawatir akan terjerumus ke dalam hal-hal negatif di dunia Maya”. Ujar Uswatul Hasanah, Kepala MI Muhammadiyah Madukoro.

RELATED POSTS

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat tentunya seperti dua sisi mata uang. Bisa berdampak positif, namun juga bisa berdampak negatiif. Yang positif tentu saja banyak, namun yang negatif tak kalah mengkhawatirkan. Seperti kejahatan siber yang belakangan marak. Selain penipuan, juga pemerasan terhadap korban. Modusnya sangat beragam.

Mengantisipasi kejahatan siber yang belakangan makin marak, perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan. Diantaranya adalah dengan sering mengadakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya kelompok-kelompok rentan. Kelompok rentan tersebut diantara adalah remaja, orang tua dan tentunya orang dewasa dengan literasi digital rendah. Maraknya kejahatan siber berdampak banyaknya korban berjatuhan.

Sosialisasi kepada kelompok rentan, khususnya anak-anak dan remaja sangat penting dilakukan. Salah satunya melalui lembaga Pendidikan. Demikian dikatakan Muhammad Ainur Rofiq, pegiat sosial media dan Trainer Literasi digital Kominfo ketika mengisi sesi “Bijak Bersosial Media” di kelas enam MI Muhammadiyah Madukoro, kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, sabtu (25/05/2024).

“Saat ini selain penyebaran berita bohong (hoax) melalui sosial media, yang tak kalah meresahkan adalah kejahatan penipuan dan pemerasan melalui sosial media. Untuk itu kita harus selalu waspada dan paham modus-modusnya. Anak-anak, remaja dan orang tua dengan literasi digital rendah menjadi kelompok yang sangat rentan”. Ujar anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kabupaten Magelang itu dalam kesempatan yang sama.

Kejahatan pemerasan melalui sosial media juga belakangan sangat marak, modusnya beragam. Diantaranya adalah meminta pertemanan kemudian mengajak kenalan dan setelah itu korban dijebak. Ada juga nomor asing tiba-tiba menghubungi dan langsung meminta sejumlah uang dengan dalih pinjaman online dan lain sebagainya. Jika tidak mengirimkan sejumlah uang ke rekening tertentu, pelaku biasanya mengancam akan menyebarkan aib korban.

“Yang belakangan marak adalah pemerasan. Modusnya adalah pelaku secara acak mencari sasaran korban melalaui sosial media, kemudian mengajak kenalan dan meminta panggilan video. Nah, biasanya foto profilnya menarik. Dari sana korban yang lengah akan menuruti saja permintaan pelaku. Setelah itu pelaku akan mengambil tangkapan layar ketika berinteraksi dengan korban. Kalau yang modus seperti ini sasarannya biasanya orang dewasa. Tapi tak menutup kemungkinan remaja juga bisa kena”. Tambahnya.

Yang tak kalah meresahkan adalah Pinjaman online dan judi online. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) merilis setidaknya ada 2,7 juta warga RI yang terjerat judi online. Sebagian besar korbannya adalah dari kelompok menengah kebawah. Yang lebih miris remaja, pemuda dan ibu-ibu juga banyak yang menjadi korban. Dilansir dari detik.com, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan Indonesia masuk ke dalam fase darurat judi online. Sepanjang 2023 sampai Maret 2024, akumulasi perputaran uang judi online (judol) di Indonesia tembus Rp 427 triliun.

“Di dunia serba online saat ini kan semua semakin mudah. Informasi apapun sangat gampang kita jumpai berseliweran di sosial media. Termasuk pinjaman online. Mudah sekali memang, tapi perlu diingat. Sekali data pribadi kita masuk. Nah itu, menjadi celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Salah satu Upaya yang bisa kita lakukan agar tidak terjebak ke dalam lingkaran setan itu ya harus selalu waspada. Jangan mudah “kepincut” iming-iming atau tawaran apapun itu. Dan yang lebih penting jangan mudah memberikan data pribadi kita ke orang lain. Apalagi belum kita kenal”. Pungkasnya.

Kepala MI Muhammadiyah Madukoro, Uswatun Hasanah kegiatan literasi digital ini untuk bekal kelas 6.

“Kegiatan sosialisasi tentang literasi digital ini bertujuan untuk membekali kelas 6 yang sebentar lagi lulus dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Anak yang memasuki masa remaja biasanya rentan terhadap sosial media. Karena ingin taunya besar. Jadi kalau tidak dibekali sejak dini khawatir akan terjerumus ke dalam hal-hal negatif di dunia Maya”. Ujar Uswatul Hasanah, Kepala MI Muhammadiyah Madukoro.

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

polwan
Daerah

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

20 Oktober 2025
Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?
Daerah

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

20 Oktober 2025
Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun
Daerah

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

9 Oktober 2025
Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas
Daerah

Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas

9 Oktober 2025
Wihaji Dorong PLKB Jadi Ujung Tombak Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Daerah

Wihaji Dorong Pemda Kendalikan Penduduk dengan Insentif Rp 5-15 Miliar

8 Oktober 2025
Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa
Daerah

Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

1 September 2025
Next Post
Membangkitkan Semangat Wisata Religi Di Kalangan Ibu-ibu ‘Aisyiyah Kec. Salam Kab. Magelang

Membangkitkan Semangat Wisata Religi Di Kalangan Ibu-ibu ‘Aisyiyah Kec. Salam Kab. Magelang

Semua Anggota Super Junior Datang di Pesta Ryeowook

Semua Anggota Super Junior Datang di Pesta Ryeowook

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah

Pillole di Sildamax 100 mg a buon mercato

26 Januari 2024
Patroli Ngabuburit, Polsek Bantarkawung Antisipasi Kejahatan Jalanan Dan Tawuran

Patroli Ngabuburit, Polsek Bantarkawung Antisipasi Kejahatan Jalanan Dan Tawuran

3 April 2024
Ridwan Kamil Nilai Debat Capres-Cawapres Tak Akan Signifikan Ubah Elektabilitas di Pilpres 2024

Ridwan Kamil Klaim Pertemuan Jokowi dan Airlangga di Bogor Bahas Dinamika Politik 2024

6 Januari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In