Warga Petarukan, Kabupaten Pemalang, tampak antusias mengunjungi Operasi Pasar yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Diskoperindag). Kegiatan ini berlangsung di kompleks Pasar Petarukan pada Rabu (19/3/2025). Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli komoditas kebutuhan pokok seperti beras medium 5 kg, gula 1 kg, dan minyak goreng 1 liter dengan harga terjangkau, yaitu Rp95.000 per paket. Sebanyak 200 paket telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tujuan Operasi Pasar
Kepala Diskoperindag Pemalang, Fera Djokosusanto, menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, dan minyak goreng menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025 dapat memengaruhi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Diskoperindag bekerja sama dengan Bulog Tegal menggelar operasi pasar di sejumlah pasar daerah.
“Tujuan dari Operasi Pasar adalah untuk mengendalikan inflasi dan menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Fera.
Jadwal Operasi Pasar
Operasi Pasar di Pasar Petarukan merupakan tahap keempat dari serangkaian kegiatan yang telah digelar sebelumnya. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Pasar Moga pada 10 Maret, Pasar Bantarbolang pada 12 Maret, dan Pasar Comal pada 17 Maret. Rencananya, tahap kelima Operasi Pasar akan digelar pada 24 Maret di Pasar Pemalang.
Antusiasme Warga
Warga yang hadir di Pasar Petarukan menyambut positif kegiatan ini. Mereka merasa terbantu dengan adanya Operasi Pasar yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. “Saya sangat senang bisa membeli beras, gula, dan minyak dengan harga terjangkau. Ini sangat membantu kami menjelang Lebaran,” ujar salah seorang warga yang mengikuti Operasi Pasar.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Operasi Pasar tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi yang berlebihan. Dengan harga yang terjangkau, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.












