Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan daerah adalah keterbatasan anggaran belanja daerah (APBD). Menurut Mohammad Saleh, APBD merupakan modal dasar yang krusial untuk pembiayaan program-program pembangunan di Jawa Tengah.
Mohammad Saleh Ajak Kolaborasi Multipihak
Dalam pernyataannya pada Jumat (28/02/2025), Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mengatasi tantangan pendanaan ini.
“Langkah kerjasama semua pihak baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten dan kota serta stakeholder terkait harus dikolaborasikan,” jelas Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh.
Mohammad Saleh mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga Februari 2025 baru mencapai 4,95%. Angka ini, menurut Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah ini, masih belum memadai untuk memacu peningkatan APBD Jateng yang menjadi sumber utama pendanaan pembangunan.
“Diperlukan dukungan lebih lanjut, baik dari pemerintah pusat maupun dari pendapatan sah yang berasal dari pihak terkait lainnya,” ujar Mohammad Saleh menegaskan perlunya sumber pendanaan tambahan.
Dalam perannya sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh juga menjelaskan bahwa kebijakan umum pembangunan di Jawa Tengah, yang direncanakan dalam APBD 2025, mencakup peningkatan perekonomian daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Mohammad Saleh menekankan bahwa kebijakan tersebut akan didukung dengan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas serta fokus pada sektor-sektor unggulan.
“Kerjasama ini akan menjadi kunci untuk mencapai 8 indikator pembangunan daerah meliputi indeks reformasi birokrasi, integrasi nasional, otonomi fiskal daerah, pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, indeks demokrasi, sumber daya manusia, dan pengentasan kemiskinan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh merekomendasikan agar pengembangan kawasan industri dijadikan prioritas untuk meningkatkan pendanaan pembangunan. Menurutnya, sektor ini strategis karena dapat menjadi sumber PAD sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
“Menurut saya kawasan industri yang ada di Batang dan Kendal, dampaknya positif mendorong pertumbuhan investasi dan perekonomian Jateng serta terbukanya lapangan kerja baru. Terutama investasi yang bersifat padat karya,” tambah Mohammad Saleh.
Berdasarkan data yang disampaikan Mohammad Saleh, Rencana Pendapatan Daerah Jawa Tengah untuk tahun anggaran 2025 tercatat sekitar 24 triliun rupiah. Namun, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah ini mengungkapkan bahwa anggaran tersebut masih belum mencukupi kebutuhan pembangunan daerah.
Untuk mengatasi defisit anggaran, Mohammad Saleh menyebutkan perlunya bantuan dana dari pemerintah pusat, baik berupa dana hibah maupun dana darurat. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh berharap dengan kerjasama yang kuat antara semua pihak, pembangunan di Jawa Tengah dapat terus berkembang dengan pesat.
Dengan kepemimpinan dan visi yang jelas dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Jawa Tengah bisa mencapai kemajuan yang lebih signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pembangunan yang tepat sasaran.












