Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meninjau langsung kondisi korban bencana banjir di Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, sekaligus menyalurkan bantuan senilai Rp253,46 juta, Rabu (22/5/2025).
“Sehat-sehat semuanya, ya. Insya Allah segera surut dan kami akan mengupayakan penanganan dipercepat,” ujarnya saat menyapa warga dan berdialog dengan para pengungsi di Grobogan.
Memastikan Penanganan Korban Banjir
Taj Yasin menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk memastikan para korban bencana tertangani dengan baik. Bantuan yang diberikan mencakup logistik, sembako, beras 1 ton, dan pasokan obat-obatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Yasin itu juga membagikan mainan untuk anak-anak di pengungsian, memberikan sedikit keceriaan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.
Kisah Pengungsi di Tengah Bencana
Salah seorang pengungsi, Harjoko mengaku sudah lima hari bersama keluarganya mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) Tanggirejo. Banjir besar yang datang tiba-tiba pada Jumat (16/5) sore membuat dirinya dan keluarganya terpaksa meninggalkan rumah sejak Sabtu (17/5).
“Pelayanannya bagus, cek kesehatan ada, saya sering minta dicek. Setiap waktu makan, juga tidak telat. Tiga kali sehari terpenuhi,” ucapnya, mengapresiasi layanan di pengungsian.
Pengungsi lainnya, Fatikhah mengaku senang atas kunjungan langsung Wagub Jateng yang memberi semangat bagi para pengungsi.
Perjuangan Warga Menghadapi Banjir
Parmi, seorang wanita paruh baya yang ditemui tim redaksi sedang duduk di depan rumahnya yang masih tergenang air setinggi sekitar 50 sentimeter (cm), tampak terharu saat menceritakan pengalamannya. Matanya berkaca-kaca ketika menceritakan proses evakuasi menggunakan kapal dan rasa was-was ingin kembali ke rumah.
“Banjir hingga dada orang dewasa. Kemarin dievakuasi pakai kapal. Dari hari Sabtu (17/5) saya sudah mengungsi. Ini baru pulang, mau cek rumah, tetapi belum berani masuk. Semua barang-barang pada jatuh,” ujarnya dengan suara bergetar.
Data Banjir dan Wilayah Terdampak
Jumlah pengungsi terdampak banjir di Kabupaten Grobogan mencapai 274 jiwa, mayoritas terdiri dari lansia, ibu-ibu, dan anak-anak. Mereka kini tersebar di beberapa titik pengungsian yang disediakan pemerintah daerah.
Banjir di Grobogan mulai terjadi sejak Jumat (16/5) malam, akibat hujan ekstrem yang menyebabkan air sungai meluap dan tanggul jebol di beberapa titik.
Banjir tersebut tersebar di sejumlah desa, di antaranya:
- Kecamatan Tegowanu (Desa Sukorejo, Tanggirejo, Medani)
- Kecamatan Tanggungharjo (Desa Sugihmanik)
- Kecamatan Gubug (Desa Penadaran)
- Kecamatan Godong (Desa Tungu, Latak, Manggarmas, Harjowinangun)
- Kecamatan Karangrayung (Desa Termas, Putatnganten, Temurejo)
- Kecamatan Kedungjati (Desa Padas)
- Kecamatan Kradenan (Desa Kuwu)
Koordinasi Pemerintah Provinsi dengan Pusat
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui keterangan resminya mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar segera dilakukan normalisasi Sungai Tuntang untuk mencegah banjir serupa terulang di masa mendatang.
“Memang pancaroba ini besar sekali dampaknya di wilayah kita, terutama banjir, karena hujan yang terus-menerus,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya, bahkan sampai tingkat pemerintah desa agar selalu tanggap terhadap bencana yang mungkin terjadi di masa pancaroba ini.







![Lirik Lagu ECKO SHOW - SO TA SALA (feat. DJ DESA, AYUMIU, PACE NENONG) [ MUSIC VIDEO ] 8 Lirik Lagu ECKO SHOW – SO TA SALA (feat. DJ DESA, AYUMIU, PACE NENONG) [ MUSIC VIDEO ]](https://wargaberita.com/wp-content/uploads/2025/05/1747853884_maxresdefault-75x75.jpg)




