Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) baru-baru ini mengadakan kuliah umum bertema “Community Service in Disaster” dengan menghadirkan Neil Madulara Martin dari College of Health Sciences, Mindanao State University-Iligan Institute of Technology (MSUIIT), Filipina, sebagai pembicara. Acara yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Klaten ini dihadiri oleh mahasiswa program S1 Keperawatan dan D3 Keperawatan Fakultas Sains dan Teknologi UMKLA. Tema kuliah umum ini selaras dengan visi misi program studi keperawatan yang fokus pada keperawatan bencana.
Pembicara Internasional Berbagi Pengalaman
Dalam wawancara, Martin menyatakan bahwa kehadirannya sebagai pembicara tamu di UMKLA memberikan pengalaman baru, terutama mengingat Indonesia adalah wilayah yang rentan terhadap berbagai bencana alam. “Indonesia terletak di Ring of Fire, yang membuatnya rentan terhadap letusan gunung berapi yang sering terjadi. Dalam bidang kesehatan, khususnya keperawatan, sangat penting untuk dapat membantu masyarakat yang terdampak bencana, menangani masalah kesehatan mental pasca-bencana, luka-luka, dan lainnya. Oleh karena itu, keberadaan ilmu keperawatan harus dekat dengan masyarakat di wilayah rawan bencana,” ujar Martin.
Pentingnya Ilmu Keperawatan di Wilayah Rawan Bencana
Pendapat Martin juga selaras dengan pernyataan Setyaningsih, Kepala Program Studi S1 Keperawatan dan Ners Universitas Muhammadiyah Klaten. Setyaningsih menekankan bahwa kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan pembaruan ilmu bagi mahasiswa keperawatan UMKLA. “Filipina, seperti Indonesia, juga merupakan negara yang rawan bencana. Kolaborasi ini menjadi platform untuk berbagi ilmu dan menemukan wawasan baru. kuliah umum ini memperkaya pengalaman belajar mahasiswa kami, membekali mereka dengan keterampilan yang diperlukan untuk melayani masyarakat di daerah rawan bencana,” ungkap Setyaningsih.
Kolaborasi Internasional untuk Meningkatkan Kompetensi
kuliah umum ini menandai langkah penting dalam memajukan kolaborasi internasional dan meningkatkan kompetensi akademik serta praktis mahasiswa keperawatan di Universitas Muhammadiyah Klaten. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam menghadapi dan mengatasi situasi bencana di masyarakat.
Sebagai wilayah yang sering mengalami bencana alam, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi, Indonesia membutuhkan tenaga kesehatan yang siap tanggap dalam situasi darurat. Dengan adanya acara seperti kuliah umum ini, diharapkan para mahasiswa keperawatan UMKLA dapat lebih siap dan terampil dalam melayani masyarakat yang terdampak bencana.
Martin dalam paparannya menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik bagi para tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi bencana. “Para tenaga kesehatan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menangani berbagai kondisi darurat, mulai dari cedera fisik hingga trauma psikologis. Pelatihan dan pendidikan yang berkesinambungan sangat penting untuk memastikan kesiapan ini,” tambah Martin.
Setyaningsih juga menambahkan bahwa UMKLA akan terus berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai institusi internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa kami, agar mereka siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan, terutama dalam situasi bencana,” tuturnya.
kuliah umum bertema “Community Service in Disaster” yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Klaten dengan pembicara Neil Madulara Martin dari MSUIIT Filipina telah memberikan wawasan baru dan pengetahuan yang berharga bagi mahasiswa keperawatan. Acara ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam melayani masyarakat di wilayah rawan bencana. Dengan adanya kolaborasi internasional dan peningkatan kompetensi akademik serta praktis, UMKLA terus berupaya mempersiapkan mahasiswa keperawatan untuk lebih baik melayani masyarakat di masa mendatang.












