WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Tanah Grumusol, Blora Butuh Inovasi Sektor Pertanian – DPRD JATENG

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
20 Mei 2024
Reading Time: 2 mins read
0

FOTO BERSAMA : Komisi B berfoto bersama dengan jajaran Pemkab Blora saat kunjungan kerja.(foto: ganang faisol)

BLORA – Dilalui dua sungai besar yakni Bengawan Solo dan Lusi, pertanian di Blora terbilang tumbuh subur. Terlebih tanah di daerah tersebut adalah jenis grumusol, maka pertanian yang cocok adalah sawah tadah hujan serta perkebunan.

20240520 203658 Gallery

Komisi B DPRD Jateng pada Senin (20/5/2024), ingin mengetahui langsung konsep pertanian di daerah yang dikeliling kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara dan Selatan tersebut. Diungkapkan Sarno selaku Ketua Komisi B, dengan memiliki jenis tanah grumusol sebenarnya tingkat produktivitas bisa terbilang rendah dan tinggi. Pemanfaatannya untuk tanah pertanian dan perkebunan.

“Hampir seluruh tanah di Blora warnanya kelabu sampai hitam. Ini jenis grumusol. Meski Blora masuk daerah pertanian, namun daerah ini rentan kekeringan. Maka dari itu kami ingin mendapatkan informasi bagaimana pengelolaan konsep pertanian di daerah tersebut,” ucapnya.

20240520 203736 Gallery

Kunjungan Komisi B di Blora, tepatnya di Desa Ngloram di Kecamatan Cepu, tak hanya untuk mengetahui masalah pertanian namun banyak hal yang ingin didapatkan untuk menguatkan isi draf Raperda Sistem Pertanian. Termasuk hal infrastruktur penunjang pertanian.

Seperti dilontarkan Wakil Ketua Komisi B Sri Maryuni, Blora ini sebagian besar adalah sawah tadah hujan. Pada saat musim panas sering terjadi kekeringan maka dari itu untuk mengatasi kekeringan di sini mengunakan pompanisasi air untuk mengaliri yang berasal dari sungai dan sumur bor dan sudah terlaksana dengan baik.

Ia pun menyoroti rencana pengembangan Bandara Ngloram. Dengan akan dikembangkannya bandar aitu tentu akan mengurangi areal persawahan di daerah itu. Karena itu Pemkab Blora perlu memikirkan upaya penyelamatan lahan persawahan.

“Infrastruktur memang dibutuhkan. Pertanian pun membutuhkan infrastruktur supaya pendistribusiannya tidak terganggu. Namun pemerintah perlu mengonsep pola pembangunan yang tidak hanya menonjolkan infrastruktur namun tidak mengabaikannya,” kata dia.(ganang/priyanto)

RELATED POSTS

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

FOTO BERSAMA : Komisi B berfoto bersama dengan jajaran Pemkab Blora saat kunjungan kerja.(foto: ganang faisol)

BLORA – Dilalui dua sungai besar yakni Bengawan Solo dan Lusi, pertanian di Blora terbilang tumbuh subur. Terlebih tanah di daerah tersebut adalah jenis grumusol, maka pertanian yang cocok adalah sawah tadah hujan serta perkebunan.

20240520 203658 Gallery

Komisi B DPRD Jateng pada Senin (20/5/2024), ingin mengetahui langsung konsep pertanian di daerah yang dikeliling kawasan karst Pegunungan Kendeng Utara dan Selatan tersebut. Diungkapkan Sarno selaku Ketua Komisi B, dengan memiliki jenis tanah grumusol sebenarnya tingkat produktivitas bisa terbilang rendah dan tinggi. Pemanfaatannya untuk tanah pertanian dan perkebunan.

“Hampir seluruh tanah di Blora warnanya kelabu sampai hitam. Ini jenis grumusol. Meski Blora masuk daerah pertanian, namun daerah ini rentan kekeringan. Maka dari itu kami ingin mendapatkan informasi bagaimana pengelolaan konsep pertanian di daerah tersebut,” ucapnya.

20240520 203736 Gallery

Kunjungan Komisi B di Blora, tepatnya di Desa Ngloram di Kecamatan Cepu, tak hanya untuk mengetahui masalah pertanian namun banyak hal yang ingin didapatkan untuk menguatkan isi draf Raperda Sistem Pertanian. Termasuk hal infrastruktur penunjang pertanian.

Seperti dilontarkan Wakil Ketua Komisi B Sri Maryuni, Blora ini sebagian besar adalah sawah tadah hujan. Pada saat musim panas sering terjadi kekeringan maka dari itu untuk mengatasi kekeringan di sini mengunakan pompanisasi air untuk mengaliri yang berasal dari sungai dan sumur bor dan sudah terlaksana dengan baik.

Ia pun menyoroti rencana pengembangan Bandara Ngloram. Dengan akan dikembangkannya bandar aitu tentu akan mengurangi areal persawahan di daerah itu. Karena itu Pemkab Blora perlu memikirkan upaya penyelamatan lahan persawahan.

“Infrastruktur memang dibutuhkan. Pertanian pun membutuhkan infrastruktur supaya pendistribusiannya tidak terganggu. Namun pemerintah perlu mengonsep pola pembangunan yang tidak hanya menonjolkan infrastruktur namun tidak mengabaikannya,” kata dia.(ganang/priyanto)

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

polwan
Daerah

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

20 Oktober 2025
Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?
Daerah

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

20 Oktober 2025
Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun
Daerah

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

9 Oktober 2025
Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas
Daerah

Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas

9 Oktober 2025
Wihaji Dorong PLKB Jadi Ujung Tombak Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Daerah

Wihaji Dorong Pemda Kendalikan Penduduk dengan Insentif Rp 5-15 Miliar

8 Oktober 2025
Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa
Daerah

Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

1 September 2025
Next Post
S1 Informatika UNIMUS Kembangkan Kemitraan dan Kerjasama dengan Bakrie Center Foundation – Universitas Muhammadiyah Semarang

S1 Informatika UNIMUS Kembangkan Kemitraan dan Kerjasama dengan Bakrie Center Foundation – Universitas Muhammadiyah Semarang

Komisi E Perkuat Draf Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan – DPRD JATENG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Kesadaran moral atasi kerusakan lingkungan

Kesadaran moral atasi kerusakan lingkungan

3 Februari 2024
1911 Jokowi Mega.jpg

Tepis Hubungan PDIP dan Jokowi Merenggang Usai Gibran Dampingi Prabowo,  Hasto:  PDIP Tetap Dukung Jokowi Sampai Masa Jabatan Habis

19 November 2023
PILPRES 2024 — Gibran Terima Lima Poin Aspirasi dari Aktivis Cipayung Plus

PILPRES 2024 — Gibran Terima Lima Poin Aspirasi dari Aktivis Cipayung Plus

9 Februari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In