WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Sukses Kembangkan Melon Premium, Petani Desa Kedungtulup Buka Wisata Edukasi Petik Melon

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
28 Mei 2024
Reading Time: 2 mins read
0
Sukses Kembangkan Melon Premium, Petani Desa Kedungtulup Buka Wisata Edukasi Petik Melon

Kendala gagal panen di lahan terbuka membuat seorang petani di Desa Kedungtulup Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang mengembangkan melon premium dengan sistem greenhouse. Cara tersebut tampaknya berhasil dan sukses dengan hasil panen buah yang cukup melimpah.

Bahkan tempat budidaya melon milik Mohammad Asnawi itu kini menjadi tempat wisata edukasi petik melon. Dirinya mengklaim jika menanam melon dengan sistem greenhouse memiliki sejumlah keunggulan ketimbang dengan cara konvensional.

Salah satunya yaitu perawatan yang mudah dan tidak perlu tenaga serta biaya yang banyak karena pemupukan menggunakan sistem tetes. Berbeda dengan menanam di lahan hamparan yang membutuhkan banyak obat tanaman.

Asnawi menyebut melon premium tidak menggunakan semprotan pestisida maupun insektisida kimia, sebagaimana tanaman melon pada umumnya. Tetapi melon jenis ini semprotannya menggunakan vitamin atau nutrisi.

“Perawatannya tergolong cukup ringan, setiap hari pemupukan sistem tetes. Kalau melon di lahan hamparan kan obatnya banyak sekali, tapi yang melon premium ini semprotannya sangat ringan. Paling seminggu sekali, dengan vitamin atau nutrisi,” bebernya, Selasa (28/5)

Sejak ditanam, lanjut dia, tanaman melon membutuhkan waktu sekitar 70 hari sampai buah siap untuk dipetik. Menurutnya, rasa melon premium lebih manis dan lebih kranci, dibandingkan melon biasa.

“Kalau buah melon dari green house, nggak usah diragukan lagi mas. Lebih manis, lebih legit dan lebih kranci. Begitu sudah mengkonsumsi, dijamin akan ketagihan,” kata Asnawi terkekeh.

Mohammad Asnawi membeberkan green house Endes Farm miliknya berada di samping SD N Kedungtulup. Beragam varietas melon ada di lokasi tersebut, meliputi melon premium, melon intanon (Belanda), sweet net (Thailand) dan merlin (Inggris).

Pengunjung yang datang ke wisata edukasi petik melon ini dipersilahkan memetik dan menimbang sendiri hasil panen dengan harga yang bervariasi, Warga Berita Rp 20 – 30 Ribu per Kg.

“Mungkin ada yang bertanya lho kok mahal, karena melon madu biasa rata-rata hanya Rp 10 Ribu per Kg. Tapi ini memang kelasnya berbeda, dari sisi perawatan saja berbeda. Buahnya lebih sehat dikonsumsi,” imbuh mantan anggota DPRD Rembang ini.

Asnawi mempersilahkan masyarakat yang ingin berkunjung segera merapat ke greenhouse Endes Farm. Sebab pengunjung yang ingin petik melon sendiri hanya tersedia beberapa hari sejak Kamis (23/5) kemarin sampai sepekan kedepan.

“Sudah banyak pengunjung yang datang. Kalau nggak kebagian, kelak jika panen lagi, akan kita infokan. Kami juga sangat terbuka apabila ada yang ingin sharing-sharing. Semoga Endes Farm menjadi inspirasi untuk teman-teman yang lain,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

RELATED POSTS

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

Kendala gagal panen di lahan terbuka membuat seorang petani di Desa Kedungtulup Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang mengembangkan melon premium dengan sistem greenhouse. Cara tersebut tampaknya berhasil dan sukses dengan hasil panen buah yang cukup melimpah.

Bahkan tempat budidaya melon milik Mohammad Asnawi itu kini menjadi tempat wisata edukasi petik melon. Dirinya mengklaim jika menanam melon dengan sistem greenhouse memiliki sejumlah keunggulan ketimbang dengan cara konvensional.

Salah satunya yaitu perawatan yang mudah dan tidak perlu tenaga serta biaya yang banyak karena pemupukan menggunakan sistem tetes. Berbeda dengan menanam di lahan hamparan yang membutuhkan banyak obat tanaman.

Asnawi menyebut melon premium tidak menggunakan semprotan pestisida maupun insektisida kimia, sebagaimana tanaman melon pada umumnya. Tetapi melon jenis ini semprotannya menggunakan vitamin atau nutrisi.

“Perawatannya tergolong cukup ringan, setiap hari pemupukan sistem tetes. Kalau melon di lahan hamparan kan obatnya banyak sekali, tapi yang melon premium ini semprotannya sangat ringan. Paling seminggu sekali, dengan vitamin atau nutrisi,” bebernya, Selasa (28/5)

Sejak ditanam, lanjut dia, tanaman melon membutuhkan waktu sekitar 70 hari sampai buah siap untuk dipetik. Menurutnya, rasa melon premium lebih manis dan lebih kranci, dibandingkan melon biasa.

“Kalau buah melon dari green house, nggak usah diragukan lagi mas. Lebih manis, lebih legit dan lebih kranci. Begitu sudah mengkonsumsi, dijamin akan ketagihan,” kata Asnawi terkekeh.

Mohammad Asnawi membeberkan green house Endes Farm miliknya berada di samping SD N Kedungtulup. Beragam varietas melon ada di lokasi tersebut, meliputi melon premium, melon intanon (Belanda), sweet net (Thailand) dan merlin (Inggris).

Pengunjung yang datang ke wisata edukasi petik melon ini dipersilahkan memetik dan menimbang sendiri hasil panen dengan harga yang bervariasi, Warga Berita Rp 20 – 30 Ribu per Kg.

“Mungkin ada yang bertanya lho kok mahal, karena melon madu biasa rata-rata hanya Rp 10 Ribu per Kg. Tapi ini memang kelasnya berbeda, dari sisi perawatan saja berbeda. Buahnya lebih sehat dikonsumsi,” imbuh mantan anggota DPRD Rembang ini.

Asnawi mempersilahkan masyarakat yang ingin berkunjung segera merapat ke greenhouse Endes Farm. Sebab pengunjung yang ingin petik melon sendiri hanya tersedia beberapa hari sejak Kamis (23/5) kemarin sampai sepekan kedepan.

“Sudah banyak pengunjung yang datang. Kalau nggak kebagian, kelak jika panen lagi, akan kita infokan. Kami juga sangat terbuka apabila ada yang ingin sharing-sharing. Semoga Endes Farm menjadi inspirasi untuk teman-teman yang lain,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

polwan
Daerah

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

20 Oktober 2025
Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?
Daerah

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

20 Oktober 2025
Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun
Daerah

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

9 Oktober 2025
Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas
Daerah

Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas

9 Oktober 2025
Wihaji Dorong PLKB Jadi Ujung Tombak Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Daerah

Wihaji Dorong Pemda Kendalikan Penduduk dengan Insentif Rp 5-15 Miliar

8 Oktober 2025
Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa
Daerah

Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

1 September 2025
Next Post
Raih 2 Giat Prestasi, Kwarcab Purbalingga Lampau Target Di Pesta Siaga Kwarda Jawa Tengah Regional 3

Raih 2 Giat Prestasi, Kwarcab Purbalingga Lampau Target Di Pesta Siaga Kwarda Jawa Tengah Regional 3

Pramuka Garuda Kwarcab Karanganyar Raih Medali Emas di Ajang Eagle Scout Award

Pramuka Garuda Kwarcab Karanganyar Raih Medali Emas di Ajang Eagle Scout Award

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Mahasiswa FPIK UNDIP Panen Prestasi FAPERTA Fair 5

Mahasiswa FPIK UNDIP Panen Prestasi FAPERTA Fair 5

7 Juni 2024
Whatsapp Image 2023 11 23 At 19.00.40.jpeg

Persiapan Kampanye, Caleg Gelora Siapkan Rp100 Juta – Warga Berita

23 November 2023
PKB selalu Buka Pintu Koalisi Dengan Partai Manapun Untuk Pilkada 2024 – Warga Berita

PKB selalu Buka Pintu Koalisi Dengan Partai Manapun Untuk Pilkada 2024 – Warga Berita

6 Mei 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In